JAKARTA - Kekecewaan menyelimuti Timnas Spanyol menjelang jeda internasional terakhir musim 2025/2026.
Rencana menghadapi Timnas Argentina dalam ajang bergengsi La Finalissima harus dibatalkan setelah kedua pihak tidak mencapai kesepakatan terkait lokasi pertandingan.
Pembatalan ini menjadi pukulan tersendiri bagi skuad La Roja yang sudah menantikan duel tersebut. Laga ini sebelumnya diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinanti karena mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia dalam satu panggung prestisius.
Meski gagal terlaksana, Spanyol tetap melanjutkan persiapan mereka untuk agenda besar berikutnya. Fokus kini beralih pada kesiapan menghadapi kompetisi internasional yang lebih besar, termasuk target utama di Piala Dunia 2026.
kekecewaan pemain atas batalnya laga besar
Salah satu pemain yang merasakan dampak langsung dari pembatalan ini adalah Pau Cubarsi. Bek muda milik FC Barcelona itu mengaku sangat menantikan kesempatan langka untuk menghadapi Lionel Messi.
Dilansir dari Marca, Cubarsí menyampaikan bahwa pertandingan tersebut merupakan impian bagi dirinya. Ia berharap bisa merasakan pengalaman bertanding melawan salah satu pemain terbaik dunia dalam momen kompetitif.
“Bermain dalam pertandingan seperti ini melawan Argentina, melawan Messi, adalah sebuah mimpi. Itu tidak bisa terjadi, tetapi kami sangat ingin bermain. Sedikit disayangkan bukan melawan Messi, tetapi kami datang dengan penuh semangat. Ini juga merupakan kesempatan untuk memenangkan gelar," ujar Cubarsi.
Kekecewaan ini tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga oleh para penggemar yang menantikan duel tersebut. Namun, situasi ini harus diterima sebagai bagian dari dinamika sepak bola internasional.
optimisme menuju piala dunia 2026 semakin kuat
Di tengah kekecewaan tersebut, Spanyol tetap menunjukkan rasa percaya diri tinggi. Mereka kini mengalihkan fokus pada Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Cubarsí bahkan menilai bahwa timnya layak disebut sebagai salah satu favorit juara. Ia melihat performa Spanyol dalam beberapa turnamen terakhir sebagai modal penting untuk bersaing di level tertinggi.
“Tentu saja, saya pikir kami adalah favorit. Pada akhirnya kami baru saja menjalani Kejuaraan Eropa yang luar biasa. Saya pribadi juga bermain di Olimpiade dan beberapa pemain sekarang berada di tim senior. Kami datang dengan momentum yang bagus. Itulah mengapa saya pikir kami favorit. Tapi tanpa melupakan bahwa ada tim-tim besar lainnya," tutur dia.
Kepercayaan diri ini menjadi sinyal bahwa Spanyol siap menghadapi tantangan besar. Mereka tidak ingin kegagalan La Finalissima memengaruhi ambisi jangka panjang.
kekuatan kombinasi pemain muda dan pengalaman
Salah satu kekuatan utama Spanyol saat ini adalah keseimbangan antara pemain muda dan senior. Generasi baru memberikan energi segar, sementara pemain berpengalaman menghadirkan stabilitas dalam pertandingan.
Cubarsí menilai bahwa kombinasi tersebut menjadi faktor penting dalam kesuksesan tim. Ia percaya bahwa perpaduan ini mampu menciptakan tim yang kompetitif di berbagai situasi.
“Saya akan mengatakan ini adalah kelebihan (memiliki skuad muda), karena pada akhirnya mereka adalah kehidupan baru, generasi baru yang datang untuk memberikan segalanya di lapangan. Itu sangat penting."
"Tapi Anda juga memiliki sisi lain dari tim, yaitu pemain yang lebih berpengalaman dan tahu bagaimana jalannya pertandingan. Pengalaman juga sangat penting. Kombinasi antara muda dan pengalaman ini sempurna," imbuh dia.
Dengan komposisi seperti ini, Spanyol diyakini mampu menghadapi tekanan turnamen besar. Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki saat ini.
fokus klub dan tantangan di liga champions
Selain membahas tim nasional, Cubarsí juga menyinggung tantangan di level klub bersama Barcelona. Ia menghadapi jadwal penting, termasuk laga perempat final Liga Champions UEFA melawan Atletico Madrid.
Menurutnya, pertandingan tersebut akan berbeda dibanding kompetisi lain karena intensitasnya jauh lebih tinggi. Setiap tim yang tersisa adalah yang terbaik, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
“Itu akan berbeda dari Copa del Rey. Ini adalah perempat final Liga Champions dan Anda harus tampil habis-habisan, karena Anda tahu ini adalah dua pertandingan di mana Anda harus memberikan yang terbaik. Tim-tim terbaik yang tersisa," ujar Cubarsi.
Ia juga menyinggung persaingan di liga domestik yang tidak kalah ketat. Fokus utama tim adalah menjaga konsistensi dan terus meraih kemenangan di setiap pertandingan.
ambisi juara tetap jadi target utama tim
Dalam perburuan gelar domestik, Cubarsí menegaskan bahwa Barcelona harus tetap fokus pada performa sendiri. Ia percaya bahwa konsistensi akan menjadi kunci dalam menentukan hasil akhir musim.
“Kami selalu fokus pada diri sendiri. Kami harus selalu meraih tiga poin, memenangkan setiap pertandingan, dan melakukan segalanya dengan baik. Tentu saja, jika kami melakukan itu dan memenangkan semua pertandingan, kami akan menjadi juara.”
Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas juara yang dimiliki para pemain. Mereka tidak ingin bergantung pada hasil tim lain, melainkan menentukan nasib sendiri melalui performa di lapangan.
Dengan berbagai tantangan yang ada, baik di level klub maupun tim nasional, Spanyol tetap menunjukkan kesiapan menghadapi masa depan. Kekecewaan atas batalnya laga melawan Argentina kini berubah menjadi motivasi untuk meraih kesuksesan yang lebih besar.