Update Harga TBS Kelapa Sawit Pekebun Aceh Hingga 7 April 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 09:33:35 WIB
Update Harga TBS Kelapa Sawit Pekebun Aceh Hingga 7 April 2026

JAKARTA - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan resmi menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 26 Maret sampai 7 April 2026. 

Harga ini berlaku bagi semua pekebun mitra plasma dan mitra swadaya di wilayah Aceh.

Penetapan harga TBS dibagi menjadi dua wilayah utama, yakni Timur Aceh dan Barat Aceh, dengan variasi harga berdasarkan usia pohon dan komposisi buah. Informasi ini disampaikan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Ir Netap Ginting.

Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara produksi pekebun, harga pasar, dan kualitas TBS yang dihasilkan. Penetapan harga secara rutin setiap periode juga membantu pekebun merencanakan panen dengan lebih efektif, sehingga pendapatan mereka tetap optimal.

Harga TBS Pekebun Mitra Plasma

Harga TBS untuk pekebun mitra plasma berbeda berdasarkan wilayah dan usia pohon sawit. Berikut rinciannya:

Wilayah Timur

Usia 3 tahun: Rp2.701/kg

Usia 4 tahun: Rp2.958/kg

Usia 5 tahun: Rp3.138/kg

Usia 6 tahun: Rp3.299/kg

Usia 7 tahun: Rp3.428/kg

Usia 8 tahun: Rp3.494/kg

Usia 9 tahun: Rp3.521/kg

Usia 10–20 tahun: Rp3.600/kg

Usia 21 tahun: Rp3.467/kg

Usia 22 tahun: Rp3.432/kg

Usia 23 tahun: Rp3.389/kg

Usia 24 tahun: Rp3.338/kg

Usia 25 tahun: Rp3.279/kg

Wilayah Barat

Usia 3 tahun: Rp2.669/kg

Usia 4 tahun: Rp2.923/kg

Usia 5 tahun: Rp3.100/kg

Usia 6 tahun: Rp3.259/kg

Usia 7 tahun: Rp3.387/kg

Usia 8 tahun: Rp3.452/kg

Usia 9 tahun: Rp3.479/kg

Usia 10–20 tahun: Rp3.557/kg

Usia 21 tahun: Rp3.425/kg

Usia 22 tahun: Rp3.391/kg

Usia 23 tahun: Rp3.348/kg

Usia 24 tahun: Rp3.298/kg

Usia 25 tahun: Rp3.239/kg

Kenaikan harga TBS di usia produktif bertujuan memberikan insentif maksimal bagi pekebun saat pohon sawit dalam masa panen terbaik. Harga ini juga mencerminkan kualitas buah sawit yang dihasilkan dan tingkat produktivitas kebun.

Harga TBS Pekebun Mitra Swadaya

Harga TBS untuk pekebun mitra swadaya dihitung berdasarkan komposisi buah antara tenera dan dura, yang memengaruhi kualitas dan harga final TBS. Berikut rinciannya:

Wilayah Timur

Tenera 100%: Rp3.303/kg

Tenera 90% + Dura 10%: Rp3.284/kg

Tenera 80% + Dura 20%: Rp3.263/kg

Tenera 70% + Dura 30%: Rp3.242/kg

Tenera 60% + Dura 40%: Rp3.224/kg

Tenera 50% + Dura 50%: Rp3.203/kg

Tenera 40% + Dura 60%: Rp3.182/kg

Wilayah Barat

Tenera 100%: Rp3.264/kg

Tenera 90% + Dura 10%: Rp3.244/kg

Tenera 80% + Dura 20%: Rp3.224/kg

Tenera 70% + Dura 30%: Rp3.203/kg

Tenera 60% + Dura 40%: Rp3.185/kg

Tenera 50% + Dura 50%: Rp3.164/kg

Tenera 40% + Dura 60%: Rp3.143/kg

Klasifikasi ini memastikan harga TBS adil bagi pekebun swadaya sesuai kualitas tandan buah, sekaligus mendorong pengelolaan kebun yang lebih baik. Pekebun dapat memanfaatkan informasi ini untuk menentukan strategi panen dan perawatan pohon.

Indeks K dan Dampaknya terhadap Harga TBS

Indeks K merupakan faktor kinerja penting dalam penentuan harga TBS kelapa sawit. Untuk periode ini, indeks K wilayah Timur ditetapkan sebesar 87,99 persen, sedangkan indeks K wilayah Barat sebesar 86,93 persen.

Menurut Ketua Apkasindo Aceh, Ir Netap Ginting, indeks K Aceh masih lebih rendah dibandingkan beberapa provinsi lain yang mencapai 92 persen. Hal ini menjadi perhatian karena indeks K memengaruhi harga final TBS yang diterima pekebun.

Indeks K digunakan untuk menilai kualitas dan kinerja pohon sawit, sehingga harga TBS mencerminkan produktivitas aktual di kebun. Pemerintah Aceh menyesuaikan indeks K dengan kondisi lokal agar harga tetap adil dan kompetitif bagi pekebun.

Harga TBS kelapa sawit yang berlaku mulai 26 Maret hingga 7 April 2026 memberikan acuan jelas bagi pekebun mitra plasma maupun swadaya. Penyesuaian harga berdasarkan usia pohon, komposisi buah, dan indeks K menunjukkan upaya pemerintah Aceh menjaga keseimbangan antara produksi dan harga.

Pekebun dapat memanfaatkan informasi harga ini untuk merencanakan panen, menentukan waktu penjualan, dan mengelola kebun dengan lebih efektif. Meskipun indeks K Aceh masih relatif rendah dibandingkan provinsi lain, harga TBS tetap kompetitif bagi pekebun lokal.

Transparansi harga dan penetapan indeks K yang jelas membantu pekebun menilai hasil produksi mereka secara objektif, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kebun sawit. Informasi ini menjadi referensi penting bagi masyarakat Aceh yang menggantungkan pendapatan pada komoditas kelapa sawit.

Terkini