JAKARTA - Gelombang budaya Korea atau Korean Wave selama ini dikenal luas lewat musik, drama, dan gaya hidup. Namun, pengaruhnya ternyata juga merambah ke ranah yang lebih ilmiah, yakni makanan tradisionalnya.
Kimchi, yang selama ini identik sebagai hidangan pelengkap, kini menjadi sorotan para peneliti karena diduga memiliki kemampuan membantu tubuh manusia mengatasi paparan mikroplastik.
Temuan ini muncul dari studi yang diterbitkan dalam jurnal Bioresource Technology edisi Mei 2026, sebagaimana dicatat oleh Phys.org. Penelitian tersebut mengungkap bahwa kimchi berpotensi membantu membersihkan tubuh dari nanoplastik, yakni bentuk mikroplastik berukuran sangat kecil yang dapat menembus sel, jaringan, bahkan sawar darah-otak.
Ukurannya yang mikroskopis membuat nanoplastik menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia karena sulit terdeteksi sekaligus sulit dikeluarkan dari tubuh.
Peran Kimchi dalam Mengikat Nanoplastik
Dalam studi yang juga didukung oleh Science Direct, para peneliti menemukan bahwa bakteri asam laktat yang terdapat dalam kimchi memiliki kemampuan unik. Ketika diisolasi, bakteri ini dapat membantu mengikat nanoplastik di dalam usus, sehingga partikel tersebut tetap menyatu dan dapat dikeluarkan melalui sistem pencernaan.
Nanoplastik sendiri “terutama berasal dari kontaminasi lingkungan tempat makanan ditanam atau dipelihara,” menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Artinya, paparan mikroplastik sebenarnya tidak bisa sepenuhnya dihindari karena telah masuk ke rantai makanan manusia.
Pengujian terhadap hewan percobaan memberikan hasil yang cukup signifikan. Disebutkan bahwa “baik tikus jantan maupun betina yang diberi strain [bakteri asam laktat turunan kimchi, Leuconostoc mesenteroides] CBA3656 menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam jumlah nanoplastik yang terdeteksi dalam feses”.
“Hasil ini menunjukkan bahwa probiotik tersebut dapat berkontribusi pada ekskresi nanoplastik dengan mengikatnya di usus,” menurut Phys.org, dikutip dari People, Kamis, 26 Maret 2026. Para peneliti dalam artikel Science Direct juga menegaskan bahwa penghapusan nanoplastik yang efektif merupakan langkah penting dalam melindungi kesehatan manusia.
Popularitas Kimchi dan Karakteristiknya
Dalam beberapa tahun terakhir, kimchi semakin dikenal luas di Indonesia. Kehadirannya yang kerap muncul dalam drama Korea membuat banyak orang penasaran untuk mencicipinya. Makanan ini tidak hanya menawarkan rasa unik, tetapi juga membawa nilai budaya yang kuat.
Kimchi adalah sayuran fermentasi yang memiliki cita rasa asam dan pedas khas. Proses fermentasinya menghasilkan kandungan probiotik yang tinggi, menjadikannya tidak sekadar lezat tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Hidangan ini kini telah berkembang dari sekadar makanan pendamping menjadi ikon kuliner Korea yang mendunia.
Bahan utama kimchi biasanya adalah kubis Napa. Sayuran tersebut kemudian dipadukan dengan berbagai bumbu seperti cabai bubuk (gochugaru), pasta cabai (gochujang), bawang putih, jahe, dan udang fermentasi. Kombinasi bahan ini menciptakan rasa kompleks yang khas sekaligus memperkaya kandungan nutrisinya.
Sejarah Panjang dan Pengakuan Dunia
Jejak kimchi ternyata sudah ada sejak berabad-abad lalu. Bukti arkeologis dan catatan sejarah menunjukkan bahwa bentuk awal kimchi telah dikenal di Semenanjung Korea sejak abad ke-7 Masehi, tepatnya pada masa Dinasti Silla (57 SM - 935 M). Pada masa itu, kimchi masih berupa sayuran yang diawetkan dengan garam, tanpa penggunaan cabai seperti yang dikenal saat ini.
Fermentasi menjadi inti dari proses pembuatan kimchi. Teknik ini digunakan sebagai metode pengawetan makanan agar dapat bertahan selama musim dingin yang panjang. Selain memperpanjang umur simpan, fermentasi juga meningkatkan nilai gizi serta menciptakan rasa yang khas.
Tradisi pembuatan kimchi secara massal yang dikenal sebagai gimjang memiliki nilai sosial yang tinggi. Kegiatan ini melibatkan keluarga dan komunitas yang berkumpul untuk menyiapkan persediaan kimchi. Tradisi tersebut diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada tahun 2013, menegaskan pentingnya kimchi dalam kehidupan masyarakat Korea.
Kandungan Nutrisi dan Dampaknya bagi Kesehatan
Kimchi dikenal sebagai makanan yang kaya nutrisi. Di dalamnya terdapat vitamin A, vitamin C, serat, serta probiotik yang memberikan berbagai manfaat kesehatan. Selain itu, kimchi juga rendah kalori dan lemak, sehingga cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Probiotik yang dihasilkan dari proses fermentasi berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Keseimbangan ini sangat penting untuk sistem pencernaan sekaligus berpengaruh terhadap sistem imun tubuh. Dengan konsumsi yang tepat, kimchi dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit.
Kandungan serat dalam kimchi juga membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Sementara itu, probiotik mendukung penyerapan nutrisi serta membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti diare.
Meski demikian, konsumsi kimchi tetap perlu diperhatikan. Kandungan garam yang cukup tinggi membuatnya tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi individu dengan kondisi seperti hipertensi. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika memiliki kekhawatiran tertentu terkait konsumsi kimchi.