JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih (unaudited) sekitar 17 persen (year on year/yoy) mencapai Rp1,36 triliun per Februari 2026. Kinerja ini melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan perseroan selama beberapa tahun terakhir.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan di Jakarta, Kamis, bahwa pertumbuhan laba ini mencerminkan kondisi perseroan yang solid pada awal tahun. Langkah akselerasi digital, penguatan bisnis emas, dan dukungan sektor produktif menjadi faktor kunci dalam tren positif tersebut.
Pendapatan Berbasis Komisi Meningkat Signifikan
BSI mencatat pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) tumbuh 30 persen (yoy) menjadi Rp1,47 triliun. Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang naik 136,55 persen menjadi Rp463 miliar.
Selain bisnis emas, FBI juga didukung oleh layanan treasury dan e-channel. Hingga Februari 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6,3 juta dengan total transaksi sebanyak 125,4 juta.
Pertumbuhan Pembiayaan Konsumer dan UMKM
Dari sisi kinerja intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh 14,32 persen (yoy) menjadi Rp323 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, terutama bisnis emas, yang menjadi andalan perseroan.
Pembiayaan ritel termasuk UMKM tercatat Rp52,43 triliun atau naik 6,10 persen (yoy). BSI menegaskan komitmennya untuk mendukung UMKM naik kelas melalui pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching, dan layanan BSI UMKM Center.
Strategi Bisnis Bulion dan Pertumbuhan Emas
Pertumbuhan pembiayaan juga didorong oleh diferensiasi melalui bisnis bulion bank yang menjadi keunggulan BSI. Sejak memperoleh izin bulion bank, bisnis emas BSI menunjukkan lonjakan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan.
Kelolaan emas BSI telah mencapai sekitar 22,5 ton dengan basis nasabah berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir. Hal ini menunjukkan strategi bulion bank efektif dalam meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat posisi pasar BSI.
Penghimpunan Dana dan Likuiditas Terjaga
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen (yoy) menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan DPK didorong peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen (yoy) menjadi Rp154 triliun, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah.
Likuiditas BSI tetap solid dengan financing to deposit ratio (FDR) di level 88,20 persen. Kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga meningkat, tercermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59 persen secara tahunan.
Dukungan Program Pemerintah dan KUR
BSI aktif mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1520 virtual account Mitra BGN. Pembiayaan pembangunan Dapur SPPG MBG mencapai Rp194,50 miliar untuk 145 dapur hingga Februari 2026.
Selain itu, BSI mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan menyalurkan KUR sebesar Rp1,65 triliun year to date hingga Februari 2026. Perseroan juga berkontribusi pada Program 3 Juta Rumah FLPP dengan realisasi Rp94,82 miliar atau setara 582 unit rumah.
Penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP)
Selain FLPP, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) tercatat Rp259 miliar year to date hingga Februari 2026. Dukungan ini menunjukkan BSI konsisten dalam memperluas akses kepemilikan rumah serta membantu masyarakat memperoleh hunian layak.
Tabel ringkasan kinerja BSI hingga Februari 2026:
| Kinerja | Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih (unaudited) | Rp1,36 triliun |
| Pertumbuhan Laba YoY | 17% |
| Fee Based Income | Rp1,47 triliun |
| Pertumbuhan FBI YoY | 30% |
| Jumlah Pengguna BYOND | 6,3 juta |
| Jumlah Transaksi BYOND | 125,4 juta |
| Total Pembiayaan | Rp323 triliun |
| Pembiayaan UMKM | Rp52,43 triliun |
| Kelolaan Emas | 22,5 ton |
| Basis Nasabah | 23 juta |
| DPK | Rp366 triliun |
| Tabungan | Rp154 triliun |
| FDR | 88,20% |
| KUR Disalurkan | Rp1,65 triliun |
| Program FLPP | Rp94,82 miliar |
| KPP | Rp259 miliar |
Dengan kinerja solid di berbagai segmen, BSI menunjukkan kemampuan menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap UMKM dan program pemerintah. Strategi digital dan bisnis emas terbukti menjadi pendorong utama kinerja positif perseroan.