Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal Bertahap Atasi Arus Balik Lebaran

Jumat, 27 Maret 2026 | 11:47:34 WIB
Korlantas Polri Berlakukan One Way Lokal Bertahap Atasi Arus Balik Lebaran

JAKARTA - Lonjakan arus kendaraan pada masa arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah ruas utama, khususnya di Tol Trans Jawa yang menjadi jalur favorit para pemudik. 

Dalam situasi seperti ini, pengaturan lalu lintas menjadi faktor krusial untuk memastikan perjalanan tetap lancar dan aman. Menyikapi kondisi tersebut, Korps Lalu Lintas Polri mengambil langkah cepat dengan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way lokal yang dilakukan secara bertahap.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan. Dengan meningkatnya volume kendaraan secara signifikan dalam waktu singkat, diperlukan strategi pengendalian yang adaptif terhadap situasi di lapangan. 

Oleh karena itu, penerapan sistem one way menjadi solusi yang kerap digunakan dalam kondisi arus padat seperti musim mudik dan balik Lebaran.

Selain itu, kesiapan aparat di lapangan serta pemantauan yang dilakukan secara terus-menerus menjadi bagian penting dalam keberhasilan rekayasa lalu lintas ini. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan mobilitas masyarakat dapat tetap terjaga tanpa menimbulkan kepadatan yang berlebihan di jalur utama.

Penerapan One Way Lokal Tahap Pertama

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way lokal tahap pertama arus balik Lebaran dari KM 132 sampai dengan KM 70 Tol Trans Jawa pada Jumat, 27 Maret 2026 ini.

"Pagi ini pukul 07.30 WIB, kami sudah melakukan sosialisasi, langsung clearance dalam rangka menyambut duta-duta arus balik yang diperkirakan pagi ini ada peningkatan arus sehingga kami melakukan one way tahap pertama dari KM 132 ke KM 70. Ini tahap pertama," kata Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Usai penerapan one way tersebut, ia mengatakan Korlantas Polri akan terus memantau situasi di lapangan. 

Pemantauan ini dilakukan secara intensif untuk melihat perkembangan arus kendaraan yang melintas di jalur tol tersebut. Dengan demikian, keputusan lanjutan dapat segera diambil apabila terjadi perubahan kondisi lalu lintas yang signifikan.

Langkah awal ini menjadi bagian dari strategi bertahap yang dirancang untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terus meningkat sepanjang hari. Dengan diberlakukannya tahap pertama ini, diharapkan kepadatan di titik-titik rawan dapat segera terurai.

Skema Tahapan One Way Selanjutnya

Apabila siang hari terjadi kenaikan arus lalu lintas, lanjut dia, Korlantas Polri akan memberlakukan one way lokal tahap dua dari KM 169 ke KM 70.

Selanjutnya, jika masih terjadi peningkatan arus, maka one way lokal akan dibuka lagi dari KM 188 sampai sampai dengan KM 70.

"Jadi, ada tiga tahap. Yang pertama KM 132 ke 70, KM 169 ke 70, KM 188 ke 70," ujarnya.

Meski demikian, apabila terjadi kenaikan arus lagi, ia membuka peluang akan diberlakukan one way sepenggal dari KM 263 sampai dengan KM 70 serta one way nasional dari KM 414 sampai dengan KM 70.

"Demikian juga apabila situasional dari Gerbang Tol Kalikangkung indikatornya sudah hampir 4.000 (kendaraan), kemungkinan juga akan kita buka one way nasional pada hari ini," ucapnya.

Skema bertahap ini menunjukkan bahwa Korlantas Polri tidak hanya mengandalkan satu pola pengaturan, tetapi juga menyiapkan berbagai skenario cadangan. Dengan pendekatan ini, setiap peningkatan volume kendaraan dapat direspons secara cepat dan tepat tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.

Evaluasi Arus Mudik dan Balik Tahun Ini

Lebih lanjut, Agus mengatakan angka fatalitas korban kecelakaan pada arus mudik dan balik tahun ini menurun sebesar 30,4 persen dibandingkan tahun lalu.

"Untuk fatalitas korban, fatalitas korban itu peristiwa kecelakaan yang meninggal dunia, ini ada penurunan 30,4 persen. Peristiwa kecelakaan selama Operasi Ketupat ada penurunan 5,3 persen," katanya.

Penurunan angka ini menjadi indikator penting bahwa berbagai langkah pengamanan yang dilakukan selama periode Lebaran memberikan hasil yang positif. Tidak hanya dari sisi kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari aspek keselamatan pengguna jalan yang menjadi prioritas utama.

Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari koordinasi antara berbagai pihak, mulai dari kepolisian, instansi terkait, hingga partisipasi masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Kesadaran pengguna jalan dalam berkendara secara aman juga menjadi faktor penentu dalam menekan angka kecelakaan.

Pentingnya Rekayasa Lalu Lintas Saat Arus Balik

Penerapan sistem one way lokal hingga nasional merupakan salah satu strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama seperti Tol Trans Jawa. Dengan sistem ini, arus kendaraan difokuskan ke satu arah tertentu sehingga mengurangi potensi kemacetan panjang yang kerap terjadi saat arus balik.

Selain itu, kebijakan bertahap yang diterapkan Korlantas Polri memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih responsif terhadap kondisi di lapangan. Jika volume kendaraan terus meningkat, maka skema one way dapat diperluas secara bertahap hingga skala nasional.

Upaya ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mengelola arus lalu lintas berskala besar. Dengan dukungan teknologi pemantauan serta posko pengendalian seperti Command Center, setiap perubahan kondisi dapat segera direspons dengan cepat.

Bagi masyarakat, memahami skema rekayasa lalu lintas ini menjadi hal penting agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik. Pengendara diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperhatikan informasi resmi terkait kondisi lalu lintas.

Di samping itu, kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi juga harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat kelelahan atau kurangnya persiapan. 

Dengan perencanaan yang matang serta kepatuhan terhadap aturan, perjalanan arus balik dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Terkini