JAKARTA - Pergerakan penumpang kereta api pada masa arus balik Lebaran di wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya masih menunjukkan aktivitas tinggi.
PT Kereta Api Indonesia mencatat lonjakan mobilitas belum sepenuhnya mereda. Meski puncak arus balik telah terjadi beberapa hari sebelumnya, jumlah penumpang tetap signifikan. Kondisi ini menggambarkan bahwa arus balik berlangsung secara bertahap.
Pada Kamis, jumlah pelanggan yang diproyeksikan memadati stasiun di wilayah Daop 8 mencapai puluhan ribu. Data menunjukkan adanya kombinasi penumpang datang dan berangkat. Aktivitas ini mencerminkan tingginya kebutuhan transportasi pasca-Lebaran. Selain itu, sejumlah stasiun utama menjadi titik konsentrasi perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan tren arus balik masih tinggi. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan tiket. “Arus balik masih berlangsung cukup tinggi, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena KAI Daop 8 Surabaya masih menyediakan tiket melalui program promo tarif parsial diskon 30 persen,” kata Mahendro. Pernyataan ini menunjukkan kesiapan operator menghadapi lonjakan.
KAI juga mengoptimalkan layanan agar perjalanan tetap nyaman. Penambahan kapasitas dan promo menjadi strategi utama. Selain itu, petugas disiagakan untuk membantu kelancaran operasional. Upaya ini dilakukan agar arus balik tetap tertib.
Pergerakan penumpang masih tinggi di wilayah Daop Surabaya
KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 48.816 pelanggan diproyeksikan memadati stasiun. Angka tersebut terdiri dari 28.973 penumpang yang tiba dan 19.843 penumpang yang berangkat. Data ini menunjukkan mobilitas masih tinggi. Pergerakan penumpang terjadi di berbagai rute.
Meski puncak arus balik terjadi sebelumnya, aktivitas perjalanan tetap signifikan. Puncak arus balik tercatat pada Selasa dengan jumlah 57.210 penumpang. Setelah itu, angka penumpang memang menurun, tetapi tetap tinggi. Hal ini menandakan arus balik tidak terjadi secara serentak.
Penyebaran jadwal perjalanan membuat kepadatan berlangsung lebih merata. Penumpang memilih waktu keberangkatan berbeda. Kondisi ini membantu mengurangi penumpukan di satu hari tertentu. KAI terus memantau dinamika tersebut.
Dengan tren yang masih tinggi, KAI mengimbau penumpang merencanakan perjalanan. Pemesanan tiket lebih awal menjadi langkah penting. Selain itu, penumpang diminta memperhatikan jadwal. Hal ini untuk menghindari keterlambatan.
Promo diskon tiket untuk dukung arus balik
KAI menyediakan program promo tarif parsial diskon 30 persen. Promo ini berlaku untuk KA Ekonomi Komersial. Diskon diberikan hingga 29 Maret 2026. Program tersebut diharapkan mendorong minat masyarakat.
KAI mencatat masih tersedia sekitar 40 ribu tiket dalam program diskon tersebut. Dari total kuota 188.288 tiket, sebanyak 147.392 telah terjual. Angka tersebut menunjukkan minat masyarakat tinggi. Persentase penjualan mencapai sekitar 78 persen.
Selain kelas ekonomi, tersedia pula tiket tarif parsial kelas eksekutif. Layanan ini untuk tujuan Yogyakarta dan Semarang. Hingga kini masih tersisa sekitar 9.000 kursi. Total kapasitas yang disediakan mencapai 21.411 tempat duduk.
Promo tersebut membantu masyarakat memperoleh perjalanan lebih terjangkau. Selain itu, distribusi penumpang menjadi lebih merata. KAI berharap program ini mendukung kelancaran arus balik. Penumpang diminta segera memanfaatkan tiket.
Statistik penumpang selama masa Lebaran
Secara akumulatif sejak 11 Maret, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 741.509 pelanggan. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas selama Lebaran. Lonjakan terjadi pada periode mudik dan arus balik. KAI terus mengoptimalkan pelayanan.
Penjualan tiket jarak jauh mencapai 471.165. Angka tersebut sekitar 84 persen dari total kapasitas. KAI menyediakan 561.528 tempat duduk hingga 1 April. Tingkat keterisian menunjukkan permintaan tinggi.
Data ini menjadi indikator keberhasilan pengelolaan transportasi. Meski terjadi lonjakan, layanan tetap berjalan. KAI memastikan keselamatan dan kenyamanan. Hal ini menjadi prioritas utama.
Distribusi penumpang juga terlihat di beberapa stasiun utama. Aktivitas tinggi menunjukkan pentingnya transportasi kereta. KAI terus memantau perkembangan. Penyesuaian operasional dilakukan jika diperlukan.
Titik kepadatan utama di Jawa Timur
Tiga stasiun utama menjadi pusat kepadatan penumpang. Stasiun Surabaya Gubeng mencatat 14.251 pelanggan. Sementara Stasiun Surabaya Pasarturi mencapai 13.327 pelanggan. Stasiun Malang mencatat 7.304 pelanggan.
Ketiga stasiun tersebut menjadi simpul perjalanan penting. Penumpang datang dan berangkat dari berbagai daerah. Aktivitas tinggi membuat petugas meningkatkan pelayanan. Pengaturan alur penumpang dilakukan.
Mahendro mengingatkan calon penumpang datang lebih awal. Hal ini untuk menghindari risiko tertinggal kereta. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi relasi perjalanan. Penumpang diminta sesuai tiket.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus memastikan seluruh layanan berjalan optimal, dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” pungkasnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen layanan.
Arus balik di Terminal Purabaya masih padat
Selain kereta api, arus balik juga terjadi di Terminal Purabaya. Data menunjukkan sebanyak 19.274 penumpang memadati terminal. Angka tersebut mencerminkan mobilitas tinggi. Pergerakan didominasi keberangkatan.
Humas Terminal Purabaya, Sarah Abigail, menjelaskan data sementara tersebut. Kedatangan penumpang AKAP tercatat 1.649 orang. Jumlah tersebut menggunakan 145 armada bus. Sementara AKDP mencatat 6.573 penumpang.
Tren keberangkatan mencapai 11.052 penumpang. Angka tersebut terdiri dari 3.160 pengguna AKAP. Selain itu, 7.892 pengguna AKDP tercatat. Total penumpang tiba sebanyak 8.222 orang.
Meski hari ini padat, puncak arus balik telah terlewati. Pada 24 Maret jumlah penumpang mencapai 54.377 orang. Kemudian 25 Maret mencapai 55.874 penumpang. Pergerakan diprediksi melandai setelah 30 Maret.