RUPSLB Setujui Merger Moratelindo MyRepublic Perkuat Ekosistem Digital Telekomunikasi Nasional Indonesia Terpadu

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:46:06 WIB
RUPSLB Setujui Merger Moratelindo MyRepublic Perkuat Ekosistem Digital Telekomunikasi Nasional Indonesia Terpadu

JAKARTA - Langkah konsolidasi industri telekomunikasi kembali terjadi setelah pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk menyetujui rencana penggabungan usaha dengan MyRepublic Indonesia. 

Persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam strategi memperkuat layanan digital nasional. Aksi korporasi ini dipandang sebagai upaya meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas jangkauan pelanggan. 

Selain itu, sinergi kedua perusahaan diharapkan menciptakan efisiensi operasional yang berkelanjutan. Momentum ini juga mencerminkan dinamika kompetisi industri telekomunikasi yang semakin intens.

Pemegang saham menyetujui rencana merger tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar Kamis. Dalam skema penggabungan ini, Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan. 

Perseroan nantinya akan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk setelah proses efektif. Selain perubahan nama, terdapat pula perubahan pengendali perusahaan. Pengendali baru akan beralih dari PT Candrakarya Multikreasi menjadi PT Innovate Mas Utama.

Sinergi strategis memperkuat kapasitas layanan

Calon Direktur Utama Ekamas Mora Republik Timotius M. Sulaiman menyampaikan bahwa aksi ini merupakan langkah strategis. Ia menilai persetujuan pemegang saham menjadi momentum penting menuju realisasi penggabungan. ”Persetujuan para pemegang saham hari ini merupakan langkah penting menuju terealisasinya penggabungan. 

Kami optimistis sinergi ini akan memperkuat kapasitas perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mendorong percepatan dan pemerataan pengembangan ekosistem digital di Indonesia,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan fokus pada peningkatan kualitas layanan. Selain itu, pemerataan akses digital juga menjadi prioritas.

Merger ini dinilai mampu menciptakan sinergi finansial dan operasional yang berkelanjutan. Optimalisasi biaya operasional menjadi salah satu tujuan utama. Selain itu, efisiensi belanja modal diharapkan meningkatkan profitabilitas. Kedua perusahaan juga dapat memaksimalkan aset jaringan yang dimiliki. Dengan demikian, penggabungan ini diharapkan memperkuat daya saing.

Timotius berharap merger tersebut dapat mendorong pertumbuhan yang lebih cepat. Ia juga melihat potensi ekspansi yang semakin luas setelah integrasi. ”Penggabungan ini akan menjadikan PT Ekamas Mora Republik Tbk. 

[sebagai] entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, negara, dan pemegang saham,” katanya. Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme manajemen. Penggabungan ini diharapkan memberikan manfaat menyeluruh.

Kekuatan jaringan saling melengkapi

Dalam merger ini, masing-masing perusahaan membawa keunggulan jaringan yang saling melengkapi. Moratelindo dikenal sebagai Penyedia Akses Jaringan dan Penyedia Layanan Internet. Perusahaan telah beroperasi sejak tahun 2000 dan memiliki pengalaman panjang. Selain itu, Moratelindo merupakan salah satu penyedia backbone fiber optik terbesar. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam layanan telekomunikasi.

Per September 2025, Moratelindo memiliki panjang kabel serat optik lebih dari 57.000 kilometer. Perusahaan juga mengoperasikan enam data center dengan kapasitas 3,3 megawatt. Selain itu, jumlah pelanggan enterprise mencapai lebih dari 16.800. Moratelindo juga memiliki hampir satu juta homepass. Pelanggan ritel tercatat lebih dari 296.000.

Sementara itu, MyRepublic Indonesia membawa kekuatan pada layanan fiber to the home. Perusahaan ini merupakan entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. MyRepublic dikenal sebagai penyedia internet cepat hingga satu gigabit per detik. Per September 2025, pelanggan ritel mencapai lebih dari 1,52 juta. Selain itu, panjang kabel serat optik mencapai lebih dari 58.000 kilometer.

MyRepublic juga memiliki lebih dari 8,7 juta homepass. Infrastruktur tersebut memperkuat kemampuan distribusi layanan internet. Kombinasi jaringan kedua perusahaan diharapkan menciptakan cakupan yang lebih luas. Integrasi ini juga meningkatkan kualitas layanan. Sinergi jaringan menjadi salah satu alasan utama merger.

Perubahan kepemilikan dan struktur manajemen

Redpeak Advisers ditunjuk sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk transaksi ini. Setelah penggabungan efektif, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk akan menjadi pemegang saham pengendali. Kepemilikan tersebut dilakukan secara tidak langsung melalui entitas hasil merger. Struktur kepemilikan baru ini diharapkan memperkuat dukungan finansial. Selain itu, arah strategis perusahaan juga akan lebih terintegrasi.

Selama proses integrasi berlangsung, seluruh pihak berkomitmen memastikan transisi berjalan lancar. Karyawan, pelanggan, dan mitra diharapkan tidak mengalami gangguan layanan. Manajemen menekankan profesionalisme dalam proses integrasi. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Transisi yang mulus menjadi fokus utama.

Tanggal efektif merger ditetapkan pada 22 April 2026. Sejalan dengan itu, pemegang saham juga menyetujui perombakan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Susunan baru akan mulai menjabat pada tanggal efektif tersebut. Perubahan ini mencerminkan struktur organisasi pasca-merger. Manajemen baru diharapkan membawa strategi yang lebih agresif.

Susunan komisaris dan direksi pasca merger

Dalam susunan Dewan Komisaris, Arsjad Rasjid menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen. Posisi Komisaris diisi oleh Marlo Budiman dan Handhianto S. Kentjono. Sementara itu, Timotius M. Sulaiman ditetapkan sebagai Direktur Utama. Jajaran direksi lainnya terdiri dari Yopie Widjaja, Hendra Gunawan, dan Edward Sanusi. Selain itu, terdapat Iman Syahrizal dan Melanie Maharani.

Direksi juga mencakup Edward Anwar, Jimmy Kadir, dan Genta Andhika Putra. Nama lainnya adalah Michael C. McPhail serta Resi Y. Bramani. Susunan ini mencerminkan kombinasi pengalaman yang beragam. Manajemen diharapkan mampu menjalankan strategi integrasi. Kepemimpinan baru menjadi kunci keberhasilan merger.

Dengan penggabungan ini, perusahaan hasil merger diharapkan menjadi pemain kuat di industri telekomunikasi. Sinergi jaringan dan efisiensi biaya menjadi fondasi pertumbuhan. Konsolidasi ini juga mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional. Pelanggan berpotensi mendapatkan layanan yang lebih luas dan berkualitas. Para pemangku kepentingan menantikan realisasi manfaat merger tersebut.

Terkini