Pasar Kripto 2026 Fluktuatif COIN Tetap Optimistis Kinerja Tumbuh Berkelanjutan

Rabu, 01 April 2026 | 10:59:34 WIB
Pasar Kripto 2026 Fluktuatif COIN Tetap Optimistis Kinerja Tumbuh Berkelanjutan

JAKARTA - Ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik membuat pasar kripto memasuki fase yang lebih menantang pada 2026.

Meski demikian, kondisi ini tidak sepenuhnya dipandang sebagai hambatan, melainkan juga peluang bagi pelaku industri untuk terus berkembang.

Di tengah fluktuasi pasar termasuk kripto, PT Indokripto Koin Semesta Tbk tetap optimistis melanjutkan tren pertumbuhan kinerja pada 2026. Perusahaan ini melihat adanya ruang ekspansi meskipun kondisi pasar cenderung tidak stabil.

COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yaitu PT Central Finansial X selaku Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia sebagai lembaga penyimpanan aset kripto.

Kedua entitas tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, sehingga memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi para pengguna layanan kripto di Indonesia.

Peluang Di Tengah Ketidakpastian Pasar

Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyampaikan bahwa kondisi pasar pada 2026 berpotensi lebih dinamis. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro dan sentimen geopolitik global.

Kendati demikian, ia melihat kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi segmen derivatif untuk kembali tumbuh positif secara berkelanjutan. Instrumen ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pasar yang lebih kompleks.

Di tengah volatilitas pasar, produk derivatif kripto dapat dimanfaatkan oleh konsumen sebagai instrumen lindung nilai atau hedging. Hal ini menjadikannya semakin relevan dalam kondisi pasar yang tidak menentu.

Oleh karena itu, Ade optimistis segmen derivatif ini akan melanjutkan tren pertumbuhannya. Bahkan, segmen tersebut diproyeksikan tetap menjadi salah satu kontributor utama bagi pendapatan perusahaan ke depan.

Strategi Penguatan Bisnis COIN

“Kami juga akan terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Ade dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Fokus pada transparansi dan inovasi menjadi kunci dalam menghadapi persaingan industri kripto yang semakin ketat.

Selain itu, dukungan terhadap anak usaha juga menjadi prioritas utama. Hal ini penting untuk memastikan operasional tetap berjalan optimal di tengah dinamika pasar.

Dengan strategi tersebut, COIN berharap dapat mempertahankan kinerja positif. Perusahaan juga berupaya menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kinerja Positif Sepanjang Tahun Sebelumnya

COIN menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang positif. Sebagai emiten ekosistem perdagangan aset kripto pertama di Bursa Efek Indonesia, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pada berbagai indikator keuangan.

Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp284,75 miliar pada 2025. Angka ini meningkat 181,12% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan yang sangat signifikan.

Pendapatan dari segmen derivatif juga mengalami lonjakan drastis. Tercatat, segmen ini naik 7.623% secara year-on-year menjadi Rp60,17 miliar.

Kontribusi segmen derivatif terhadap total pendapatan mencapai 21,13%. Hal ini menunjukkan bahwa produk derivatif memiliki peran penting dalam struktur pendapatan perusahaan.

Peningkatan Profitabilitas dan Kesehatan Keuangan

Seiring dengan kenaikan pendapatan, EBITDA COIN juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, EBITDA tercatat sebesar Rp131,05 miliar atau naik 156,29%.

Kenaikan ini turut mendorong laba bersih perusahaan menjadi Rp49,10 miliar. Laba tersebut tumbuh sebesar 13%, menunjukkan kinerja yang stabil dan berkelanjutan.

Ade Wahyu menjelaskan bahwa 2025 merupakan tahun yang mendukung bagi industri aset kripto. Tren pasar yang positif sepanjang tahun memberikan dampak langsung terhadap kinerja perusahaan.

"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Ade.

Perbaikan Struktur Neraca dan Prospek Ke Depan

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba, COIN juga berhasil memperbaiki struktur neraca keuangannya. Perseroan mampu menurunkan jumlah liabilitas menjadi Rp53,73 miliar dari sebelumnya Rp234,99 miliar pada akhir 2024.

Di sisi lain, total aset perusahaan meningkat 5% menjadi Rp1,60 triliun. Peningkatan ini didorong oleh operasional yang stabil dan pertumbuhan bisnis yang konsisten.

Kuatnya transaksi di segmen derivatif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan aset. Hal ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan berjalan sesuai rencana.

Ke depan, COIN memandang pasar kripto tetap memiliki prospek yang menarik meski diwarnai volatilitas. Dengan strategi yang tepat, perusahaan optimistis dapat terus tumbuh dan beradaptasi dengan perubahan pasar.

Terkini