Update Harga Pangan Nasional Terbaru April 2026 Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu dan Daging Ayam Ikut Melonjak Tajam

Jumat, 03 April 2026 | 14:44:22 WIB
Update Harga Pangan Nasional Terbaru April 2026 Cabai Rawit Tembus Rp119 Ribu dan Daging Ayam Ikut Melonjak Tajam

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat seiring naiknya sejumlah komoditas penting di pasar. Kondisi ini membuat banyak orang mulai lebih cermat dalam mengatur pengeluaran harian.

Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis bahan pangan, tetapi juga merata di berbagai komoditas utama. Data terbaru menunjukkan bahwa beberapa kebutuhan dapur mengalami kenaikan signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah mencapai Rp119.400 per kilogram (kg), sedangkan daging ayam ras Rp52.150 per kg. Angka ini menjadi sorotan karena termasuk dalam kategori harga tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Jumat, 3 April 2026 pukul 09.50 WIB, selain cabai rawit merah dan daging ayam tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya. Kondisi ini menggambarkan dinamika pasar yang terus bergerak mengikuti berbagai faktor ekonomi.

Daftar Harga Pangan Strategis Nasional Terbaru

Harga bawang merah saat ini berada di angka Rp68.150 per kg, sementara bawang putih mencapai Rp55.950 per kg. Kedua komoditas ini termasuk bahan dasar yang sering digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari.

Untuk komoditas beras, terdapat variasi harga berdasarkan kualitas yang ditawarkan di pasaran. Beras kualitas bawah I berada di harga Rp17.550 per kg dan beras kualitas bawah II Rp17.650 per kg.

Sementara itu, beras kualitas medium I dijual dengan harga Rp19.250 per kg dan beras kualitas medium II di angka Rp18.900 per kg. Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh kualitas butiran dan tingkat kebersihan beras.

Adapun beras kualitas super I tercatat di harga Rp20.750 per kg dan beras kualitas super II Rp20.350 per kg. Harga ini menunjukkan bahwa segmen premium masih memiliki permintaan tersendiri di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Harga Cabai dan Daging Alami Kenaikan Signifikan

Selain cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga mengalami pergerakan harga yang cukup tinggi. Cabai merah besar tercatat mencapai Rp82.500 per kg.

Sementara itu, cabai merah keriting berada di angka Rp53.450 per kg dan cabai rawit hijau Rp56.550 per kg. Variasi harga ini menunjukkan perbedaan permintaan dan pasokan di masing-masing jenis cabai.

Untuk komoditas daging, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp163.750 per kg. Sedangkan daging sapi kualitas II berada di harga Rp160.000 per kg.

Kenaikan harga daging ini turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein harian. Banyak konsumen mulai mencari alternatif bahan makanan lain yang lebih terjangkau.

Komoditas Pendukung Dapur Ikut Terdampak

Harga gula pasir kualitas premium saat ini tercatat Rp26.750 per kg. Sementara gula pasir lokal berada di angka Rp22.250 per kg.

Komoditas minyak goreng juga menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan. Minyak goreng curah dijual dengan harga Rp22.050 per liter.

Untuk minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp27.950 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II berada di harga Rp25.500 per liter.

Selain itu, harga telur ayam ras juga mengalami penyesuaian di pasaran. Saat ini, telur ayam ras dijual dengan harga Rp42.050 per kg.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Pangan

Perubahan harga pangan biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Salah satu faktor utama adalah kondisi cuaca yang memengaruhi hasil panen.

Selain itu, distribusi logistik juga memiliki peran penting dalam menentukan stabilitas harga di pasar. Gangguan distribusi dapat menyebabkan kelangkaan barang di beberapa daerah.

Permintaan yang meningkat, terutama menjelang momen tertentu, juga turut mendorong kenaikan harga. Hal ini sering terjadi pada komoditas yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.

Kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global juga ikut memengaruhi harga pangan di dalam negeri. Fluktuasi nilai tukar dan harga energi dapat berdampak langsung pada biaya produksi.

Tips Mengatur Belanja di Tengah Harga Pangan Naik

? Buat daftar kebutuhan prioritas
Susun daftar belanja berdasarkan kebutuhan utama agar pengeluaran lebih terkontrol. Hal ini membantu menghindari pembelian barang yang tidak terlalu diperlukan.

? Pilih alternatif bahan pangan
Gunakan bahan pengganti yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai gizi. Misalnya mengganti sebagian konsumsi daging dengan sumber protein lain.

? Belanja di waktu yang tepat
Memantau harga dan memilih waktu belanja yang tepat dapat membantu mendapatkan harga lebih baik. Beberapa pasar menawarkan harga lebih murah di jam tertentu.

? Simpan bahan makanan dengan baik
Penyimpanan yang tepat dapat memperpanjang masa pakai bahan pangan. Hal ini membantu mengurangi pemborosan akibat bahan yang cepat rusak.

Dengan memahami pergerakan harga pangan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan kondisi pasar. Informasi ini juga penting untuk membantu perencanaan keuangan rumah tangga.

Kondisi harga yang fluktuatif menuntut konsumen untuk lebih bijak dalam mengelola kebutuhan sehari-hari. Dengan strategi yang tepat, pengeluaran tetap bisa dikendalikan meskipun harga pangan mengalami kenaikan.

Ke depan, pemantauan harga secara rutin menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi. Hal ini juga membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dalam berbelanja.

Dengan data yang tersedia, masyarakat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi harga pangan saat ini. Informasi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Terkini