IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Simak Saham MAPI AADI hingga BULL

Senin, 11 Mei 2026 | 09:17:56 WIB
Ilustrasi IHSG Diprediksi Menguat Terbatas (Foto: net)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan secara terbatas pada sesi perdagangan Senin (11/5/2026), setelah sebelumnya sempat tertekan sebesar 2,86 persen pada akhir pekan lalu. 

Herditya Wicaksana, selaku analis teknikal MNC Sekuritas, memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 6.946 dan resistance di level 7.049. Potensi penguatan dinilai masih terbatas karena para pelaku pasar cenderung bersikap waspada pasca koreksi tajam yang terjadi pada perdagangan Jumat (8/5/2926).

“Untuk Senin, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.946 dan resist 7.049, dimana kami perkirakan adanya technical rebound setelah terjadi tekanan pada hari Jumat kemarin,” ujar Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Hendra Wardana yang merupakan pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor memberikan penilaian bahwa IHSG saat ini berada dalam fase yang rawan akan koreksi lanjutan. Hal ini terjadi setelah indeks gagal bertahan di area psikologis 7.000. 

Dalam jangka pendek, pergerakan indeks cenderung akan menguji level support penting di kisaran 6.917. Apabila level tersebut tertembus atau breakdown, maka indeks memiliki potensi untuk melanjutkan pelemahan ke arah support selanjutnya di area 6.876.

Meski demikian, selama area support tersebut mampu dipertahankan, maka peluang untuk terjadinya technical rebound masih terbuka lebar, terutama jika ketegangan geopolitik mulai menyusut dan harga minyak dunia kembali stabil.

“Meski demikian, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi karena investor global menunggu data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan konflik di Selat Hormuz,” kata Hendra sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut pandangannya, di tengah situasi pasar yang fluktuatif, para investor mulai melakukan rotasi ke sejumlah saham defensif serta saham yang memiliki katalis domestik kuat. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi salah satu aset yang menarik untuk diperhatikan investor ritel pasca masuknya Pacific Universal Investments sebagai pemegang saham pengendali baru lewat transaksi senilai Rp 11,8 triliun. 

Langkah akuisisi tersebut dianggap memberikan sentimen positif bagi prospek ekspansi bisnis ritel MAPI ke depannya. Secara teknikal, MAPI dinilai menarik untuk trading buy dengan target harga jangka pendek pada area Rp 1.605.

Selain itu, saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) juga dinilai layak dicermati dengan target harga Rp 720, didorong oleh potensi pemulihan konsumsi dalam negeri. Dari sektor kesehatan, saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menjadi pilihan saham defensif yang direkomendasikan dengan target Rp 370, mengingat sektor ini biasanya lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi global.

Selaras dengan hal tersebut, Herditya juga merekomendasikan saham MAPA dengan kisaran target harga di level Rp 695 hingga Rp 725. Selanjutnya, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) disarankan untuk dipantau dengan target harga Rp 10.225 sampai Rp 10.825. 

Terakhir, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) diprediksi akan bergerak pada rentang harga Rp 520 hingga Rp 555.

Terkini