Dari EURO Hingga INCO, Ini Deretan Saham Lapis Dua Paling Tertekan

Senin, 11 Mei 2026 | 10:56:46 WIB
EURO menjadi saham dengan koreksi terdalam selama perdagangan pekan 4–8 Mei 2026 (Foto: net)

JAKARTA – Sejumlah saham lapis dua dan tiga mengalami tekanan yang tajam selama perdagangan sepekan pada periode 4–8 Mei 2026. 

Saham EURO menjadi emiten dengan koreksi paling dalam setelah anjlok lebih dari 27 persen dalam lima hari perdagangan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kabarbursa.com hingga penutupan hari Jumat, 8 Mei 2026, saham EURO ditutup pada level 2.480 atau mengalami penurunan sebesar 27,27 persen dalam sepekan. Tekanan jual juga terlihat pada perdagangan harian terakhir saat saham ini turun 9,82 persen.

Walaupun terkoreksi dalam jangka pendek, saham EURO sebenarnya masih mencatatkan kenaikan besar dalam periode yang lebih panjang. 

Dalam tiga bulan saham ini melonjak 290,55 persen, naik 679,87 persen dalam enam bulan, dan melesat hingga 1.350,29 persen dalam satu tahun terakhir. Kapitalisasi pasar EURO tercatat sebesar Rp6,32 triliun. Secara year to date (ytd), saham ini masih terpantau naik 853,85 persen.

Saham HBAT menempati posisi kedua dalam daftar koreksi mingguan. Saham ini mengalami penurunan 26,48 persen dalam sepekan ke level 386 setelah melemah sebesar 9,81 persen dalam satu hari perdagangan. 

Meski mengalami koreksi mingguan, HBAT masih mencatat penguatan sebesar 21,38 persen dalam satu bulan dan naik 757,78 persen dalam satu tahun. Kapitalisasi pasarnya tercatat di angka Rp401,73 miliar.

PBSA juga turut masuk ke dalam daftar saham paling tertekan pekan ini setelah turun 26,09 persen ke level 850. Dalam satu hari perdagangan, saham ini melemah sebanyak 10,99 persen. Tekanan pada PBSA sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir. 

Saham ini turun 27,04 persen dalam satu bulan dan terkoreksi 35,36 persen dalam tiga bulan. Namun, secara tahunan saham ini masih naik 133,52 persen dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,55 triliun.

Saham ELPI ikut mengalami tekanan yang besar setelah ambles 24,35 persen dalam sepekan menuju level 1.445. Pada perdagangan terakhir, saham ini turun 15 persen dalam sehari. 

Meski demikian, ELPI tetap membukukan kenaikan sebesar 109,42 persen dalam enam bulan dan melonjak hingga 312,86 persen dalam satu tahun. Kapitalisasi pasar saham ini mencapai angka Rp10,71 triliun.

BTEK menjadi saham selanjutnya yang masuk dalam daftar koreksi terdalam. Saham ini mengalami penurunan 21,43 persen dalam sepekan ke level 110. 

Dalam satu bulan, saham BTEK turun 26,67 persen dan terkoreksi sebesar 42,11 persen dalam tiga bulan. Namun secara tahunan, saham ini masih menguat 83,33 persen dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp509,05 miliar.

Saham INCO juga mengalami tekanan yang cukup dalam setelah turun 20,80 persen selama sepekan ke level 5.425. Pada perdagangan harian terakhir, saham ini melemah sebesar 13,89 persen. 

Koreksi mingguan tersebut mengakibatkan penguatan satu bulan INCO menyusut menjadi minus 12,50 persen. Meski demikian, saham ini masih terpantau naik 96,56 persen dalam setahun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp57,18 triliun.

Saham BAPI terkoreksi sebesar 20,69 persen dalam sepekan ke level 23. Tekanan juga terlihat dalam periode satu bulan dan tiga bulan dengan penurunan masing-masing sebesar 20,69 persen. 

Namun, saham ini masih naik 187,50 persen dalam satu tahun terakhir. Kapitalisasi pasar BAPI tercatat senilai Rp128,62 miliar.

Di kelompok berikutnya, terdapat SDMU yang turun 20,63 persen dalam sepekan ke level 100. Meski terkoreksi secara mingguan, saham ini tetap naik 28,21 persen dalam satu bulan dan menguat 300 persen dalam satu tahun.

 Kapitalisasi pasar SDMU saat ini berada pada level Rp225,07 miliar. Secara enam bulanan, saham ini masih naik 66,67 persen.

CNKO juga masuk ke dalam daftar saham paling merah pekan ini setelah mengalami penurunan 20,34 persen ke level 470. Saham ini turun 20,34 persen dalam satu bulan dan melemah sebesar 12,96 persen dalam tiga bulan. 

Meski begitu, secara tahunan CNKO masih menguat 30,56 persen dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp420,95 miliar.

Sementara itu, TOOL melengkapi daftar sepuluh saham dengan koreksi terdalam selama sepekan. Saham ini turun 19 persen ke level 81. Menariknya, TOOL masih mencatat kenaikan sebesar 26,56 persen dalam satu bulan dan naik 32,79 persen dalam tiga bulan. 

Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp166,05 miliar dengan penguatan tahunan mencapai 58,82 persen.

Terkini