Lo Kheng Hong Borong 23 Juta Saham DILD Saat Harga Melemah Tahun 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:28:38 WIB
Lo Kheng Hong. (Foto: Bisnis.com)

JAKARTA – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada semester 1 2026 ini. Meski demikian, investor kawakan pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong, tetap terlihat gencar melakukan investasi saham, yang mana salah satunya adalah saham di sektor properti.

Lo Kheng Hong terus menambah porsi kepemilikan sahamnya di PT Intiland Development Tbk (DILD). Investor yang populer dengan julukan Warren Buffet Indonesia tersebut merupakan salah satu pemegang saham utama DILD dengan tingkat kepemilikan di atas 5 persen. 

Berdasarkan data keterbukaan informasi, Lo Kheng Hong melakukan akumulasi sebanyak 1,7 juta saham DILD pada 5 Mei 2026.

Transaksi pembelian saham tersebut melibatkan berbagai broker, antara lain BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Pluang Maju Sekuritas, Korean Investment and Sekuritas Indonesia, Ekokapital Sekuritas, Sucor Sekuritas, Panin Sekuritas, MNC Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas. 

Setelah transaksi tersebut terlaksana, kepemilikan saham DILD oleh Lo Kheng Hong meningkat menjadi 718,5 juta saham atau setara dengan 6,93 persen. 

Jumlah tersebut mengalami peningkatan pesat dibandingkan dengan data pemilikan saham DILD per 31 Januari 2026 yang sebanyak 695.069.100 saham atau 6,70 persen dari total saham yang beredar.

Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham DILD di saat harganya sedang mengalami penurunan. Pada perdagangan Senin 11 Mei 2026, harga saham DILD berada di level Rp 126 atau stagnan secara harian. 

Namun, sejak awal tahun 2026, harga saham DILD tersebut telah turun sebanyak 15 poin atau sebesar 10,64 persen.

Proses akumulasi saham oleh Lo Kheng Hong dilakukan secara bertahap. Sebelumnya pada Februari 2026, Lo Kheng Hong menambah pemilikan saham DILD sebanyak 969.000. 

Kemudian pada Maret 2026, ia kembali memborong saham DILD sebanyak 8.100.000 saham. Pada April 2026, Lo Kheng Hong melakukan pembelian lebih banyak lagi, yakni sekitar 12 juta saham DILD. 

Dengan tambahan tersebut, total saham DILD milik Lo Kheng Hong per 31 April 2026 tercatat sebanyak 716.806.700 saham.

Secara keseluruhan sepanjang tahun 2026 berjalan, Lo Kheng Hong telah membeli saham DILD sekitar 23 juta saham. 

Saham DILD sendiri sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp 163 pada 9 Januari 2026 sebelum akhirnya turun hingga ke level terendah Rp 122 pada 7 April 2026. 

Saat ini, kapitalisasi pasar DILD tercatat sekitar Rp 1,31 triliun dengan price to earnings (PE) ratio sebesar 20,32 kali. Dalam periode 52 minggu terakhir, saham DILD bergerak pada rentang Rp 118 hingga Rp 173 per saham.

Dari sisi fundamental, PT Intiland Development Tbk membukukan penurunan laba pada kuartal I-2026. 

Per 31 Maret 2026, DILD mencatatkan laba bersih senilai Rp 2,45 miliar, atau turun sebesar 76,79 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,56 miliar. 

Laba per saham dasar juga mengalami penurunan menjadi Rp 0,24 dari sebelumnya Rp 1,02.

Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 619,78 miliar, atau turun 3,27 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar Rp 640,76 miliar. 

Meski demikian, laba usaha mengalami peningkatan menjadi Rp 144,49 miliar dari posisi sebelumnya Rp 138,14 miliar. 

Penurunan laba bersih ini terutama dipengaruhi oleh beban bunga, komponen pendanaan atas liabilitas kontrak, serta adanya tekanan pada pendapatan perusahaan.

Hingga akhir Maret 2026, total ekuitas DILD tercatat sebesar Rp 6,76 triliun, turun tipis dibandingkan akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 6,78 triliun. 

Sementara itu, total liabilitas turun menjadi Rp 6,16 triliun dari nilai sebelumnya Rp 6,33 triliun. 

Total aset DILD juga mengalami penurunan menjadi Rp 12,93 triliun dibandingkan posisi pada akhir tahun lalu yang sebesar Rp 13,17 triliun.

Terkini