Masyarakat Medan Protes Harga Bawang dan Cabai Merah Mulai Naik

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:19:56 WIB
Pedagang bahan pokok. (Sumber Gambar: bisnis.com)

MEDAN – Sejumlah harga komoditas pangan utama di berbagai pasar tradisional di Kota Medan terpantau mulai mengalami tren peningkatan pada pertengahan Mei 2026.

Melalui hasil pantauan di sejumlah pasar besar, kenaikan yang paling mencolok didapati pada komoditas bawang merah dan cabai merah yang diketahui mulai merangkak naik dalam beberapa hari belakangan.

Di Pasar Petisah, harga untuk bawang merah saat ini mencapai Rp39.000 per kg, yang mana angka tersebut naik cukup tinggi dibandingkan harga sebelumnya di kisaran Rp35.000 per kg. 

Hal serupa terjadi pada cabai merah yang semula dipatok Rp30.000 per kg, kini harus dibeli masyarakat dengan harga Rp34.000 per kg.

“Bawang merah naik lumayan terasa, sekarang saya jual Rp39.000. Cabai merah juga naik jadi Rp34.000. Hanya bawang putih yang turun sedikit jadi Rp30.000 dan cabai rawit turun seribu per kilonya,” kata Laila, salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Selasa (12/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Situasi yang lebih mencolok dijumpai di Pasar Kampung Lalang. Di lokasi ini, lonjakan harga bawang merah bahkan menembus Rp43.000 per kg dari harga awal senilai Rp36.000 per kg. Di sisi lain, harga cabai merah mengalami kenaikan tipis menjadi Rp35.000 per kg.

Ria, seorang pedagang sayur di Pasar Kampung Lalang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh minimnya pasokan yang datang dari wilayah penghasil.

“Bawang merah kenaikannya paling tinggi, sampai Rp43.000 sekarang per kilo dari sebelumnya Rp36.000. Cabai merah juga naik sedikit jadi Rp35.000. Kalau bawang putih sama cabai rawit masih stabil harganya,” ucap Ria, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Merespons fluktuasi harga tersebut, masyarakat mulai merasa khawatir, khususnya mengingat situasi ekonomi yang sedang tidak menentu akibat tekanan inflasi global. 

Banyak warga yang akhirnya harus mengurangi volume belanjaan mereka agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

“Tentu berat bagi kami ibu rumah tangga kalau semua-semua naik. Bawang merah itu bumbu dasar, kalau naik sampai di atas Rp40 ribu, ya terpaksa beli eceran saja Rp10 ribu, tidak berani beli kiloan lagi. Harapannya pemerintah segera cek stoknya, jangan sampai barang gaib di pasar tapi harga selangit,” ujar seorang pembeli di Pasar Kampung Lalang, Nurhayati, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Senada dengan Nurhayati, warga lain yang dijumpai di Pasar Petisah, Rina, mengaku merasa cemas apabila kenaikan harga ini terus berlangsung sampai akhir bulan.

“Tadi mau beli cabai dan bawang, ternyata sudah beda harganya dari minggu lalu. Kalau terus-terusan naik, uang belanja bulanan tidak akan cukup. Kami rakyat kecil ini cuma ingin harga stabil supaya bisa makan enak tiap hari tanpa pusing lihat dompet,” tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini