Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:52:17 WIB
Saham PANR. (Foto: net)

JAKARTA – Nilai saham PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) mengalami penurunan yang cukup signifikan sepanjang tahun berjalan 2026. 

Meski demikian, para pemegang saham PANR akan menerima keuntungan berupa dividen tunai.

Pada penutupan perdagangan Senin 11 Mei 2026, harga saham PANR bertengger di level Rp 565, mengalami kenaikan 5 poin atau 0,89 persen harian. 

Namun, jika dihitung sejak awal tahun 2026, harga saham emiten di bidang pariwisata ini sudah merosot 90 poin atau 13,74 persen.

Pihak manajemen PANR telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai dengan total Rp 41,6 miliar, yang setara dengan Rp 30 per lembar saham.

 Dengan perhitungan tersebut, setiap lot saham PANR akan menghasilkan dividen sebesar Rp 3.000 bagi investor. Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026).

Selama tahun buku 2025, PANR berhasil mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 89,33 miliar. 

Dari aspek pendapatan, PANR meraih pertumbuhan top line sebesar 23,06 persen menjadi Rp 3,8 triliun, naik dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 3,09 triliun.

Budi Tirtawisata selaku Presiden Direktur Panorama Sentrawisata menyampaikan bahwa pemegang saham menyetujui alokasi dividen sebesar 46,6 persen dari laba bersih tahun 2025 atau senilai Rp 41,6 miliar.

“Di mana setiap lembar saham akan mendapat dividen sebesar Rp 30 per lembar saham,” ungkap Budi, Jumat (8/5/2026) lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan bahwa saat memasuki tahun 2026, perseroan tetap mampu menghasilkan kinerja yang baik walaupun terdapat berbagai dinamika global, termasuk tensi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. 

Pada periode kuartal I-2026, PANR membukukan pendapatan Rp 1,0 triliun, meningkat 17,5 persen secara year-on-year (YoY). Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba bersih juga tumbuh 6,6 persen YoY, sementara EBITDA mengalami pertumbuhan 7 persen YoY.

“Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, namun PANR tidak berada dalam posisi defensif. Kami justru mengambil langkah proaktif untuk mengakselerasi kinerja dengan fokus pada segmen yang lebih resilient dan bernilai tinggi,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Capaian positif perseroan ini utamanya dipicu oleh pilar Inbound yang mencatat kenaikan jumlah wisatawan (pax) sebesar 22,9 persen YoY. 

Kenaikan ini didukung oleh inisiatif chartered flight untuk pasar Eropa dengan tujuan Thailand, serta ekspansi ke negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Vietnam. 

PANR juga terus memperkuat prospek bisnisnya melalui keterlibatan aktif di berbagai forum B2B internasional, seperti ITB Berlin serta ASEAN Tourism Forum (ATF), guna meningkatkan permintaan di masa mendatang.

Di sisi lain, pada kuartal I-2026, pilar Travel & Leisure menunjukkan ketahanan yang kuat di segmen korporasi melalui layanan perjalanan bisnis, insentif, dan pertemuan. 

Untuk segmen ritel pada penjualan paket wisata, terdapat tekanan akibat konflik di Timur Tengah pada akhir Februari yang lalu. 

Kondisi ini memberikan pengaruh pada paket wisata yang menggunakan maskapai dari Timur Tengah seperti Qatar dan UAE, namun operasional lainnya tetap normal. Selain itu, terdapat pula tekanan dari kenaikan fuel surcharge.

Manajemen menilai tekanan dari faktor eksternal ini hanya bersifat temporer dan diprediksi akan membaik seiring dengan normalisasi harga energi serta stabilitas global.

 Dengan adanya katalis positif seperti relaksasi visa Korea Selatan dan insentif pembebasan PPN untuk tiket pesawat domestik, perseroan tetap optimis menghadapi pertumbuhan industri pariwisata.

Terkini