JAKARTA — Nilai jual minyak global terpantau bergerak stabil selaras dengan konflik di wilayah Timur Tengah yang masih terus berlangsung.
Situasi tersebut menyebabkan jalur krusial di Selat Hormuz tetap terblokade secara efektif, bahkan laporan menunjukkan bahwa pengiriman dari terminal ekspor utama milik Iran telah berhenti total.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) kini berada di kisaran US102setelahmengalamikenaikanlebihdari4107 per barel.
Mengacu pada citra satelit, tidak terlihat adanya kapal tanker berukuran besar di kawasan Pulau Kharg, Iran, dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini menjadi indikasi awal adanya penghentian operasional dalam jangka panjang sejak perang yang mengguncang pasar dunia ini meletus 10 minggu yang lalu.
Secara teknis, Selat Hormuz telah tertutup sejak awal pecahnya konflik. Amerika Serikat selanjutnya memberlakukan blokade pada pelabuhan-pelabuhan di Iran sejak pertengahan April, yang saat ini menjadi kendala utama dalam proses diplomasi guna menyudahi pertikaian tersebut.
Terhentinya aliran minyak mentah, bahan bakar, serta gas alam ini terus menimbulkan kecemasan terkait ancaman krisis inflasi secara global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang melangsungkan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada pekan ini.
Trump menyampaikan kepada para jurnalis pada Selasa bahwa topik perdagangan akan menjadi prioritas utama dalam dialog tersebut, sedangkan persoalan perang Iran tidak akan dibahas secara mendalam. Ia juga menegaskan bahwa “kami memiliki Iran sepenuhnya di bawah kendali.”
Walaupun demikian, peperangan di Iran diprediksi akan meningkatkan tekanan bagi Trump di dalam negeri setelah data terkini AS pada Selasa memperlihatkan bahwa konflik tersebut kembali memicu lonjakan inflasi.
Harga bensin di Amerika Serikat pun melesat ke level tertinggi sejak tahun 2022 dan diperkirakan bakal menjadi isu krusial menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.
Berikut adalah rincian harga minyak dunia:
1. WTI (Pengiriman Juni): Stabil di level US$102,15 per barel (pukul 06.03 waktu Singapura).
2. Brent (Pengiriman Juli): US$107,77 per barel (naik 3,4% pada penutupan Selasa).