Ketegangan AS-Iran Dongkrak Harga Minyak Mentah Dunia

Senin, 18 Mei 2026 | 08:55:02 WIB
Ilustrasi Pengeboran Minyak. (Gambar: net)

JAKARTA - Nilai jual minyak mentah dunia meneruskan tren penguatan selama tiga hari beruntun dipicu oleh ketidakpastian proses negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Senin, 18 Mei 2026. 

Perselisihan yang belum mencapai kesepakatan ini berimbas pada terhambatnya jalur pasokan krusial di Selat Hormuz.

Pertumbuhan harga komoditas energi tersebut melampaui level psikologis baru, sebagaimana dikutip dari Bloombergtechnoz. 

Minyak mentah varian Brent menanjak ke atas US110 per barel usai mencatatkan penguatan hampir 8 persen pada pekan lalu, sementara varian West Texas Intermediate (WTI) melewati posisi US107 per barel.

Meningkatnya eskalasi situasi disebabkan oleh menipisnya kesabaran politik Washington terhadap Teheran berkaitan dengan pembukaan jalur pelayaran vital tersebut. 

Presiden AS Donald Trump melemparkan peringatan keras perihal tenggat waktu diplomasi lewat sebuah kiriman di media sosial pribadinya pada hari Minggu, 17 Mei 2026.

"Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya bergerak maju, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU ADALAH HAL YANG PALING UTAMA!" tulis Trump.

Kecemasan pasar semakin menjadi akibat berakhirnya periode pelonggaran sanksi minyak Rusia oleh kabinet Trump serta penolakan atas permohonan perpanjangan dari India. 

Selain itu, gempuran drone di fasilitas nuklir Uni Emirat Arab pada akhir pekan kemarin membuat situasi gencatan senjata yang tengah berjalan kian rapuh.

Media semi-pemerintah Iran, Kantor Berita Mehr, menyebutkan bahwa proses diplomasi berisiko menemui jalan buntu. Pihak Iran menganggap Washington sama sekali tidak menyodorkan tawaran pelonggaran yang riil dalam proses perundingan tersebut.

"tidak menawarkan konsesi nyata" kata Kantor Berita Mehr.

Di sudut lain, diskusi internal terus digodok oleh jajaran Gedung Putih. Trump dikabarkan telah melaksanakan rapat bersama Wakil Presiden JD Vance, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe pada hari Sabtu guna membicarakan eskalasi pertempuran.

"Kami ingin mencapai kesepakatan," kata Trump.

Perundingan lanjutan masih tersendat lantaran kubu AS menyatakan belum memperoleh rancangan kesepakatan teranyar yang memadai dari otoritas Iran. Semenjak gencatan senjata bergulir pada 8 April, Trump berulang kali mengancam bakal meneruskan aksi pengeboman yang telah diawali pada 28 Februari.

"Mereka belum berada di posisi yang kami inginkan. Mereka harus sampai ke sana atau akan terkena serangan besar, dan mereka tidak menginginkan itu," lanjut Trump.

Mengacu pada data bursa perdagangan pada jam 07.02 waktu Singapura, minyak Brent untuk pengapalan Juli menguat 1,1 persen ke angka US110,43

per barel. Diwaktu yang sama, kontrak WTI pengapalan Juni naik 1,7 persen ke level US107,26 per barel, dan kontrak Juli yang lebih likuid menanjak 1,3 persen menuju US$102,34 per barel.

Terkini