JAKARTA - Nilai tukar Bitcoin (BTC) teramati tengah mengalami penurunan pada sesi perdagangan Senin (18/5/2026) pagi hari.
Kendati laju pergerakan BTC berada dalam fase koreksi, atmosfer pasar secara menyeluruh terpantau tetap bergairah.
Disadur dari Investor Daily, situasi ini dipantik oleh langkah Michael Saylor yang mengindikasikan adanya rencana pembelian Bitcoin yang baru.
Di samping itu, lembaga perbankan terbesar di Italia, Intesa Sanpaolo, dilaporkan turut memperbesar porsi kepemilikan aset kripto mereka secara agresif.
Mengacu pada data dari CoinMarketCap pada pukul 06.10 WIB, nilai kapitalisasi pasar kripto dunia secara tidak terduga terdongkrak naik sebesar 0,25% ke angka US$ 2,61 triliun.
Adapun harga Bitcoin sendiri merosot 0,29% menuju level US$ 77.997 per keping, atau setara dengan Rp 1,37 miliar mengacu pada nilai kurs Rp 17.602.
Indikator CoinDesk 20 yang memetakan performa dari 20 aset kripto dengan kapitalisasi terbesar ikut tergerus 0,03%.
Ethereum mencatatkan depresiasi sebesar 0,02% ke posisi US$ 2,180, sementara itu Binance (BNB) ikut melemah 0,08% pada kisaran level US$ 656.
Sebaliknya, beberapa instrumen digital alternatif justru menampakkan performa positif. Solana (SOL) merangkak naik sebesar 0,4% menuju harga US$ 86, Dogecoin (DOGE) melaju kencang 1,14% ke level US$ 0,11, serta XRP ikut terkerek naik 0,72% ke posisi US$ 1,42.
Sebagaimana diwartakan oleh CoinTelegraph, optimisme pasar kripto kembali terangkat setelah Chairman Strategy, Michael Saylor, memberikan indikasi kuat akan mengeksekusi akumulasi Bitcoin dalam periode dekat ini.
Pada waktu yang berbarengan, Intesa Sanpaolo diinformasikan melipatgandakan eksposur kripto mereka hingga lebih dari dua kali lipat sepanjang kuartal I-2026.
Lewat sebuah publikasi di platform media sosial, Saylor memperlihatkan diagram rekam jejak pembelian Bitcoin Strategy sepanjang hampir enam tahun belakangan yang disertai narasi ‘Big Dot Energy’. Postingan tersebut diterjemahkan oleh para pelaku pasar sebagai sebuah kode keras bahwa korporasi bakal menyuntikkan dana untuk menambah portofolio BTC pada pekan ini.
Saylor pun turut memotivasi para pemegang saham ritel untuk menyuarakan pilihan mereka dalam pemungutan suara terkait draf usulan perubahan dividen saham preferen perpetual STRC kepunyaan korporasi.
Amandemen aturan tersebut bakal memberikan ruang bagi penyaluran dividen untuk direalisasikan sebanyak dua kali dalam satu bulan.
Intesa Sanpaolo menorehkan lonjakan yang cukup masif pada portofolio kepemilikan aset digital mereka.
Berdasarkan laporan dari media lokal Criptovaluta.it, besaran nilai eksposur kripto milik bank nomor satu di Italia ini melesat dari US$ 100 juta di periode akhir tahun 2025 menjadi sebesar US$ 235 juta per tanggal 31 Maret 2026.
Akselerasi kepemilikan tersebut distimulasi oleh penambahan alokasi aset pada Bitcoin melalui instrumen ARK 21Shares BTC ETF serta BlackRock iShares Bitcoin Trust ETF.
Intesa Sanpaolo juga dikabarkan mulai merambah ke sektor instrumen Ethereum lewat BlackRock iShares Staked Ethereum Trust.
Lembaga keuangan raksasa ini pun kedapatan mengamankan eksposur pada XRP melalui Grayscale XRP Trust ETF dengan estimasi nominal menyentuh US$ 26 juta.
Tidak berhenti di situ, Intesa merilis posisi derivatif perdana mereka di industri kripto dengan memanfaatkan opsi call pada iShares Bitcoin Trust.
Walau begitu, institusi perbankan tersebut kedapatan melakukan pengurangan kepemilikan pada Solana secara masif.
Alokasi dana mereka pada Bitwise Solana Staking ETF merosot sangat tajam, dari yang semula berjumlah 266.320 lembar saham kini hanya menyisakan sebanyak 2.817 lembar saham saja.