Premi Unitlink Tumbuh 4,1 Persen Capai Rp17,17 Triliun Kuartal I-2026

Konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari-Maret 2026. (Foto: kompas.com)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:00:12 WIB

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengumumkan terjadinya peningkatan pada kinerja premi asuransi jiwa untuk produk unitlink.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo memaparkan bahwa perolehan premi asuransi jiwa dari lini produk unitlink mencapai nominal Rp17,17 triliun pada kuartal I-2026.

"Nilainya tumbuh 4,1%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya," katanya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, produk unitlink menyumbang andil premi sebesar 36,32% dari keseluruhan total pendapatan premi industri asuransi jiwa yang menyentuh Rp47,27 triliun pada kuartal I-2026.

Albertus Wiroyo menjelaskan pertumbuhan unitlink ini tergolong menarik sebab produk tersebut secara konsisten menguasai pangsa pasar yang besar sebagai salah satu instrumen perlindungan bagi publik. 

Albertus Wiroyo menyatakan struktur tersebut turut memperlihatkan keberagaman dari kebutuhan para nasabah, sekaligus semakin matangnya kecenderungan masyarakat dalam menentukan produk asuransi yang sesuai.

Selanjutnya, Albertus Wiroyo menilai bahwa unitlink mempunyai daya tarik tersendiri lantaran memuat komponen investasi yang menyasar kelompok nasabah dengan pemahaman investasi lebih mendalam.

 Melalui skema tersebut, nasabah yang telah mampu memahami sekaligus mentoleransi risiko investasi akan terpikat pada unitlink.

"Kalau unitlink risiko investasinya ada pada nasabah, plusnya tentu nasabah dapat memperoleh kenaikan investasi yang baik, tetapi juga ada risiko penurunan," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Keadaan yang berkebalikan dijumpai pada performa premi industri untuk lini produk tradisional. AAJI mencatat, perolehan premi asuransi jiwa dari produk tradisional bertengger di angka Rp30,10 triliun pada kuartal I-2026. 

Jumlah ini mengalami kontraksi sebesar 2,9% jika disandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Di sisi lain, produk tradisional memberikan kontribusi sebesar 63,67% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026.

Meski terkoreksi, Albertus Wiroyo memaparkan bahwa produk tradisional tetap menjadi pilar penyokong terbesar bagi kinerja industri asuransi jiwa. 

Albertus Wiroyo mengungkapkan hal tersebut mengindikasikan bahwa publik masih memposisikan kebutuhan proteksi esensial sebagai prioritas utama.

"Kondisi tersebut juga mencerminkan kecenderungan masyarakat mencari manfaat perlindungan yang lebih jelas dan straight forward tanpa dikaitkan dengan unsur investasi. Sebab, tradisional lebih fokus kepada proteksi," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Oleh karena itu, Albertus Wiroyo mengutarakan bahwa kedua varian produk, baik tradisional maupun unitlink, pastinya mempunyai target pasar nasabah yang berbeda. 

Albertus Wiroyo mengharapkan masing-masing produk tetap bisa bertumbuh untuk masa-masa yang akan datang.

Reporter: Ibtihal