Maybank Rilis Obligasi Tahap I Rp2 Triliun demi Sokong Kredit BNII

Nasabah melakukan transaksi melalui mesin atm milik PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII). (Foto: Bisnis.com)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:11:16 WIB

JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) sedang bersiap-siap untuk meluncurkan instrumen surat utang atau obligasi dengan jumlah emisi keseluruhan mencapai Rp2 triliun. 

Semua dana yang didapatkan dari hasil penerbitan obligasi ini nantinya akan disalurkan demi mendukung penyaluran kredit perseroan.

Langkah emisi surat utang ini menjadi tahap awal dari rangkaian program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V Bank Maybank Indonesia yang menargetkan total penghimpunan dana senilai Rp5 triliun. Penerbitan kali ini berjalan sebagai tahap kesatu dari program tersebut.

Merujuk pada prospektus ringkas perseroan yang diumumkan pada Kamis (11/6/2026), Maybank bersiap menerbitkan tiga seri obligasi yang masing-masing mempunyai jangka waktu tenor selama 370 hari, 3 tahun, serta 5 tahun dihitung sejak waktu emisi.

Mengenai besaran tingkat suku bunga yang ditawarkan, baru akan ditetapkan setelah berakhirnya periode penawaran awal pada tanggal 18 Juni 2026.

Untuk pembayaran bunga obligasi yang pertama dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2026.

Sementara itu, untuk pelunasan dana pokok obligasi bakal diselesaikan tepat pada waktu jatuh temponya, yaitu berkisar antara tanggal 12 Juli 2027 hingga 2 Juli 2031, mengikuti dengan pilihan tenor masing-masing seri.

Demi melancarkan jalannya aksi korporasi ini, Maybank telah menunjuk serta menjalin kerja sama dengan 6 entitas perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, yang mencakup BRI Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Maybank Sekuritas, Trimegah Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dipercaya untuk memegang posisi sebagai Wali Amanat, sedangkan untuk pihak penjamin emisi obligasi akan disepakati dan diumumkan di kemudian hari.

Lembaga pemeringkat Pefindo menyerahkan predikat peringkat idAAA (Triple A) bagi instrumen obligasi jangka panjang kepunyaan Maybank Indonesia tersebut. Hasil pemeringkatan ini memiliki masa berlaku yang dihitung sejak tanggal 3 Maret 2026 hingga 1 Maret 2027.

Jika melihat pada jadwal pelaksanaan yang tersedia, fase penawaran awal atau book building diagendakan berlangsung dari tanggal 10 sampai 18 Juni 2026.

Tahapan berikutnya berupa penawaran umum dijadwalkan berjalan pada tanggal 29 Juni, sehingga instrumen obligasi tersebut ditargetkan bisa resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 3 Juli.

Reporter: Ibtihal