Jasa Berdikari Logistics Minta Izin Jaminkan Aset Perusahaan

Ilustrasi PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (DOK/PT Jasa Berdikari Logistics)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 18 Juni 2026 | 13:44:38 WIB

JAKARTA – PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) sedang berupaya mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Sesuai rencana, perseroan bakal melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Juni 2026.

Emiten yang menjalankan bisnis di bidang jasa logistik terintegrasi ini hendak memohon mandat dari pemegang saham guna memanfaatkan aset perusahaan untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Mata acara dari Rapat adalah membahas kewenangan direksi Perseroan untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang atas kekayaan LAJU yang nilainya lebih dari 50% dari jumlah kekayaan dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain, untuk jangka waktu satu tahun buku, dalam rangka fasilitas keuangan yang diterima perusahaan, ataupun perpanjangan maupun refinancing (berikut seluruh penambahan dan/atau perubahannya),” papar manajemen dalam rilis pada Rabu (17/6/2026).

Hal ini mengindikasikan bahwa perseroan memerlukan izin dari pemegang saham untuk menjual, mengalihkan, atau mengagunkan aset mereka sebagai jaminan pinjaman. 

Nilai dari penjaminan tersebut mencakup lebih dari 50% total aset korporasi. Sampai dengan kuartal I tahun 2026, akumulasi aset yang dimiliki LAJU berada di angka Rp 241,93 miliar. 

Jumlah aset tersebut ditopang oleh liabilitas senilai Rp 106,28 miliar dan ekuitas sebesar Rp 135,65 miliar. Di sisi lain, pendapatan dan laba bersih LAJU masing-masing tercatat di posisi Rp 48,29 miliar dan Rp 1,43 miliar. 

Pendapatan LAJU ini menyusut dari periode yang sama pada tahun 2025 yang sempat mencapai Rp 52,6 miliar. Kendati demikian, pada kuartal I-2025 rugi bersih LAJU membengkak hingga Rp 1,99 miliar.

Perusahaan yang bergerak di sektor jasa logistik terintegrasi ini memang terpantau telah mencetak keuntungan sejak akhir tahun lampau. 

Sepanjang tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 5,34 miliar, atau melonjak 181,05% secara tahunan.

Dari perolehan laba bersih tersebut, LAJU menetapkan kebijakan untuk membagikannya sebagai dividen dengan nilai total Rp 319,91 juta, yang mana nominal tersebut setara dengan Rp 0,1488 untuk per lembar saham.

Pada Rabu (17/6/2026), harga saham LAJU menguat 1,72% dibandingkan dengan hari sebelumnya menjadi Rp 59 per saham. Apabila memakai acuan harga tersebut, maka tingkat yield dividen saham LAJU adalah sebesar 0,25%. 

Berdasarkan rencana, agenda pembagian dividen tersebut dijadwalkan dengan perincian sebagai berikut:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 18 Juni 2026
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 19 Juni 2026
  • Cum Dividen di Pasar Tunai : 22 Juni 2026
  • Ex Dividen di Pasar Tunai : 23 Juni 2026
  • Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas Dividen Tunai : 22 Juni 2026
  • Pembayaran Dividen Tunai : 9 Juli 2026

Reporter: Ibtihal