Alfamart Restrukturisasi Anak Usaha di Singapura Rp 730 Miliar
JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart melakukan penataan kembali pada struktur bisnis anak usahanya di Singapura, yakni Alfamart Retail Asia Pte Ltd.
Entitas anak usaha tersebut akan menerbitkan sekitar 49,8 juta unit saham baru yang setara dengan 51 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor setelah transaksi rampung.
Mengacu pada laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/6/2026), seluruh saham baru itu akan diambil alih oleh Glory Worldwide Investments Pte Ltd dengan nilai investasi mencapai USD40,6 juta atau berkisar Rp730,1 miliar.
Aksi korporasi ini berdampak pada perubahan komposisi kepemilikan saham di dalam tubuh Alfamart Retail Asia. Saham milik AMRT yang semula mencapai 100 persen akan menyusut menjadi 49 persen, sementara Glory Worldwide Investments akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 51 persen.
Dana segar yang didapatkan dari hasil penerbitan saham baru tersebut nantinya akan dialokasikan oleh Alfamart Retail Asia untuk mengakuisisi sejumlah aset strategis milik Glory Worldwide Investments.
Secara lebih rinci, Alfamart Retail Asia akan membeli 10 persen saham Alfamart Trading Philippines Inc. dengan nilai transaksi sekitar USD10,5 juta serta 70 persen saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd yang bernilai mendekati USD1,8 juta.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, manajemen Alfamart menjelaskan, "rangkaian transaksi ini merupakan bagian dari upaya integrasi aset dan kegiatan usaha terkait di bawah naungan Alfamart Retail Asia."
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, manajemen Alfamart menambahkan, "Dimana pengelolaan aset internasional melalui satu entitas induk akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan strategi bisnis di berbagai negara, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan dan koordinasi operasional."
Di sisi lain, Glory Worldwide Investments sendiri merupakan perusahaan yang memiliki ikatan afiliasi dengan AMRT. Hubungan afiliasi tersebut tercipta karena Budiyanto Djoko Susanto mengemban jabatan sebagai Komisaris di AMRT sekaligus menduduki posisi Direktur di Glory Worldwide Investments.