Harga Minyak Dunia Merosot Lebih dari USD3 per Barel, Brent Anjlok

ilustrasi kilang minyak. (Foto: pasardana)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:57:41 WIB

JAKARTA - Nilai minyak mentah referensi internasional merosot lebih dari USD3 per barel pada Rabu (24/6/2026), membukukan posisi penutupan paling rendah semenjak sebelum berkobarnya konflik Iran. 

Penurunan berlangsung setelah kecemasan pada gangguan suplai berkurang seiring kian banyaknya armada kapal tanker minyak yang berhasil berlayar keluar dari Selat Hormuz.

Nilai minyak mentah Brent untuk pengapalan berjangka berakhir melorot USD3,34 atau 4,3 persen menuju USD73,74 per barel. 

Di samping itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menyusut 3,9 persen menjadi USD70,34 per barel.

Harga Brent sempat menyentuh posisi paling rendah USD73,12 per barel, menjadi yang paling lemah semenjak 27 Februari, sehari sebelum gempuran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilancarkan. Kontrak minyak mentah AS jatuh di bawah USD70 per barel untuk pertama kalinya semenjak 2 Maret.

Menteri Energi AS Chris Wright menuturkan, arus minyak mentah melewati Selat Hormuz sekarang hampir pulih seperti situasi sebelum perang Iran berkobar. 

Kapal-kapal tanker mulai berlayar keluar dari rute laut krusial tersebut lewat bantuan pengamanan militer.

Dalam pidatonya di Reuters Global Energy Forum di New York, Wright mengatakan sekitar 20 juta barel minyak mentah telah keluar dari Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.

Akan tetapi, pemulihan lalu lintas pelayaran masih terhambat akibat keberadaan ranjau laut Iran di area tersebut.

Wright menambahkan, Iran tidak akan mampu memblokir Selat Hormuz ke depannya. Amerika Serikat (AS), kata dia, akan memastikan kelancaran arus minyak meskipun belum ada kesepakatan dengan Teheran.

Data aktivitas pelayaran memperlihatkan, tiga armada kapal tanker yang sebelumnya terhambat dan mengangkut kurang lebih 5 juta barel minyak mentah mulai bertolak dari selat tersebut pada Rabu. 

Dua di antaranya bertolak ke Asia, usai kesepakatan temporer antara Iran dan AS membuka kembali pasokan yang sebelumnya tertahan di area Teluk.

Pada pasar fisik, kargo minyak mentah ditransaksikan dengan potongan harga di bermacam belahan dunia. 

Dinamika ini turut merubah pola perdagangan lantaran pasar memperoleh tekanan dari bertambahnya suplai minyak Timur Tengah, seiring Iran bersiap mendongkrak penjualan pasca mendapatkan kelonggaran temporer atas sanksi AS.

Bank investasi J.P. Morgan pada Rabu menurunkan estimasi harga minyak Brent untuk paruh kedua 2026. 

Penurunan proyeksi itu dipicu oleh berkurangnya stok komersial negara-negara OECD yang tidak sebesar perkiraan serta melemahnya tingkat permintaan minyak.

J.P. Morgan mengestimasi harga minyak Brent rata-rata bertengger di angka USD86 per barel pada kuartal III-2026 serta USD80 per barel pada kuartal IV-2026.

Reporter: Ibtihal