Harga Sembako Jatim 26 Juni 2026: Daging dan Telur Ayam Kampung Turun

Ilustrasi Telur Ayam. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 26 Juni 2026 | 12:05:53 WIB

SURABAYA - Nilai jual bahan pokok di Jawa Timur (Jatim) senantiasa memperlihatkan pergerakan yang dinamis dari hari ke hari. Untuk hari ini, harga beras premium, garam bata, serta gas elpiji terpantau merangkak naik. 

Di sisi lain, harga daging ayam kampung, telur ayam kampung, cabai merah besar, cabai rawit merah, beserta bawang merah justru mengalami penurunan.

Mengikuti perkembangan harga sembako setiap hari menjadi perkara yang tidak boleh dilewatkan. Selain mempermudah warga dalam merencanakan belanja harian, data ini pun krusial guna mengontrol kestabilan belanja rumah tangga supaya tidak membengkak di kala kondisi harga sedang tidak menentu.

Update Harga Sembako 26 Juni 2026 Sembako ialah akronim dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini merupakan prasyarat dasar yang diperlukan masyarakat tiap harinya demi mencukupi kebutuhan nutrisi serta keperluan rumah tangga lainnya.

Sembilan ragam kebutuhan primer warga tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Di samping sembilan bahan pokok itu, nilai jual keperluan dapur yang tidak kalah krusial ialah cabai. Berikut ini rincian harga sembako terbaru di Jawa Timur, Jumat 26 Juni 2026, yang dihimpun lewat sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur:

  • Beras Premium: Rp 15.042/kg
  • Beras Medium: Rp 12.938/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.234/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.508/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.820/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.582/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.501/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 125.527/kg
  • Daging ayam ras: Rp 31.736/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 68.788/kg
  • Telur ayam ras: Rp 24.591/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.569/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.437 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.422 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.284 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.573 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 2.116
  • Garam halus: Rp 9.392/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 33.815/kg
  • Cabai merah besar: Rp 32.566/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 42.970/kg
  • Bawang merah: Rp 39.703/kg
  • Bawang putih: Rp 34.691/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.955

Bersandarkan pada nominal harga bahan pokok di Jawa Timur hari ini, beras premium terangkat Rp 68 atau 0,46%, minyak goreng curah naik Rp 61 atau 0,30%, minyak goreng kemasan premium naik Rp 39 atau 0,18%, Minyakita melonjak Rp 179 atau 1,10%, garam bata naik Rp179 atau 9,25%, serta gas elpiji merangkak Rp 89 atau 0,45%.

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam kampung menyusut Rp 1.565 atau 2,23 persen, telur ayam kampung turun Rp 585 atau 1,27 persen, cabai merah besar melorot Rp 722 atau 2,17%, dan cabai rawit merah terpangkas Rp 847 atau 1,93%.

Faktor Perubahan Harga Sembako 

Pergeseran nilai jual sembako dipicu oleh beragam aspek. Mulai dari ongkos produksi, regulasi pemerintah, nilai tukar mata uang, sampai faktor cuaca. Berikut sejumlah aspek yang memicu naik turunnya nominal harga sembako:

  • Apabila tingkat permintaan melonjak namun penawaran mandek atau berkurang, nilai jual cenderung terangkat. Kebalikannya, jika jumlah penawaran melimpah dibanding permintaan, harga dapat merosot.
  • Kondisi cuaca ekstrem, bencana alam, ataupun pergantian musim bisa mengganggu hasil produksi sektor pertanian. Minimnya pasokan akibat faktor cuaca buruk bakal memicu lonjakan harga.
  • Kebijakan impor, insentif subsidi, pajak, ataupun regulasi lain yang diterapkan oleh pemerintah dapat mempengaruhi harga bahan pokok. Contohnya seperti pembatasan kuota impor atau penyesuaian tarif pajak.
  • Kenaikan nilai bahan baku, pupuk, bahan bakar minyak, ataupun upah buruh dapat mendongkrak biaya operasional produksi dan transportasi, yang nantinya berimbas pada harga sembako.
  • Fluktuasi kurs mata uang, utamanya bila komoditas utama didatangkan lewat jalur impor, dapat mempengaruhi harga. Penyusutan nilai mata uang domestik akan membuat komoditas impor menjadi lebih mahal.
  • Laju inflasi yang tinggi berpotensi memicu lonjakan harga sembako akibat meningkatnya ongkos barang dan jasa.
  • Iklim ekonomi yang kurang stabil dapat memperparah keadaan pasar.
  • Kendala pada alur rantai distribusi seperti tersendatnya jalur logistik, mogok kerja, atau problem pengiriman lainnya bisa memicu keterlambatan supply, memangkas pasokan, dan menaikkan harga.

Bermacam elemen ini mengakibatkan nominal harga bahan pokok kerap berubah-ubah, sehingga memerlukan kontrol serta langkah kebijakan yang pas demi mengamankan stabilitas pasar. Nominal harga sembako pun dapat bervariasi di tiap-tiap pasar. Angka di atas merupakan representasi dari nilai rata-rata di wilayah Jawa Timur.

Reporter: Ibtihal