Jelang IPO, JELI Catatkan Laba Bersih Meroket Rp39,4 Miliar

Pabrik Inaco tampak dari udara. (FOTO. ISTIMEWA)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 26 Juni 2026 | 13:41:56 WIB

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI), perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang menaungi merek INACO, membeberkan capaian rapor keuangan perusahaan menjelang agenda pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

 Lewat pemaparan publik, pihak manajemen menunjukkan perolehan laba bersih JELI melesat menuju angka Rp39,4 miar pada 2025 dari posisi Rp12,3 miliar pada 2024 atau mengalami pertumbuhan berkisar 220 persen.

Akselerasi keuntungan ini diraih di kala angka pendapatan perusahaan mengalami penyusutan sebesar 4,49 persen menjadi Rp753,01 miliar pada 2025 dikomparasikan dengan perolehan Rp788,4 miliar pada tahun sebelumnya. 

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menerangkan aspek penurunan pendapatan itu dipicu oleh adanya kebijakan evaluasi portofolio komoditas serta penyetopan varian produk dengan tingkat margin yang dinilai kurang menjanjikan.

”Kami melakukan review terhadap portofolio produk dan unit yang kurang produktif, kemudian melakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU yang dihentikan dan langkah tersebut memberikan dampak terhadap struktur kinerja Perseroan menjelang IPO,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Penerapan strategi tersebut berimbas positif pada peningkatan EBITDA sebesar 28,14 persen menjadi Rp102,3 miliar pada periode 2025. Bukan hanya itu, Return on Equity (ROE) Perusahaan pun terkerek naik menuju posisi 26,82 persen dari angka 9,81 persen pada tahun 2024. 

Rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) ikut memperlihatkan tren perbaikan dari posisi 3,82 kali pada 2023 bergeser ke level 2,79 kali pada 2025.

Sebesar 51,04 persen dari total modal segar hasil IPO dialokasikan demi memperkuat ekspansi kapasitas produksi lewat jalur penyertaan modal bagi entitas anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera. 

Alokasi pendanaan tersebut dikonsentrasikan untuk memperbesar lini komoditas gummy candy yang dinilai mempunyai prospek pertumbuhan serta ceruk ekspor yang menjanjikan.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa perusahaan telah menganalisis kondisi pasar mancanegara dan menangkap adanya peluang ekspansi pada sektor kategori tersebut lewat produk yang menyasar bermacam segmentasi usia. 

Niramas Utama sendiri mula-mula berdiri pada tahun 1990 dan hingga sekarang mengoperasikan empat unit fasilitas manufaktur yang tersebar di wilayah Bekasi, Pontianak, Pandaan, serta Sukabumi.

Perseroan mengelola lebih dari 115 SKU aktif yang dipasarkan melalui 251 titik distribusi di dalam negeri dan telah mengapalkan produknya ke lebih dari 30 negara. 

Di kala adanya tekanan kurs dolar Amerika Serikat terhadap pengeluaran bahan baku impor, Perusahaan memilih berfokus pada penghematan kegiatan operasional lewat langkah reformulasi produk serta digitalisasi alur produksi.

Langkah penghematan operasional ini dijalankan pula lewat adopsi sistem SAP semenjak 2017, pemasangan panel surya pada 2025, hingga peningkatan sistem otomatisasi pabrik. 

Sebagian dari program inisiatif tersebut diproyeksikan bakal memanfaatkan sokongan modal dari perolehan hasil IPO yang dihimpun oleh Perusahaan.

Reporter: Ibtihal