Wall Street Menguat Ditopang Redanya Ketegangan AS-Iran
NEW YORK - Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir di zona hijau pada sesi perdagangan Senin (29/6), di mana indeks Dow sukses membukukan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
Tren penguatan ini didorong oleh meredanya tensi politik antara Amerika Serikat dan Iran pasca-gesekan pada akhir pekan, serta bangkitnya saham-saham di sektor teknologi setelah sempat didera aksi lepas saham pada periode sebelumnya.
Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average merangkak naik 306,63 poin atau 0,59 persen menuju level 52.182,74. Pada saat yang sama, S&P 500 menguat sebesar 86,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 7.440,43, dan Nasdaq Composite melesat tajam 522,53 poin atau 2,07 persen ke angka 25.820,14.
Delegasi perunding dari Iran dan Amerika Serikat diendakan melangsungkan pertemuan di Doha pada pekan ini.
Kendati demikian, otoritas Iran menyebutkan bahwa belum ada jadwal resmi untuk pertemuan tersebut, menyusul insiden gempuran rudal dari kedua belah pihak di akhir pekan yang menguji ketahanan kesepakatan gencatan senjata temporer guna mengakhiri pertempuran yang telah bergulir selama empat bulan.
Pada tanggal 17 Juni, Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan target menyudahi perselisihan.
Lewat dokumen kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan kontak senjata sekaligus membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.
“Fakta bahwa terjadi permusuhan antara AS dan Iran pada akhir pekan ternyata tidak memberikan dampak negatif terhadap pasar,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, New York.
“Pasar sedang melihat ke depan dan mempersiapkan musim laporan kinerja keuangan perusahaan, yang sudah tidak lama lagi,” imbuhnya.
Mayoritas emiten yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan bakal mulai mempublikasikan laporan performa keuangan kuartal II mereka selepas pertengahan Juli nanti.
Sektor jasa komunikasi bertindak sebagai motor penggerak utama penguatan di antara jajaran sektor dalam S&P 500.
Nilai saham Comcast melonjak hingga 4,5 persen seusai korporasi media dan televisi kabel tersebut membeberkan strategi untuk memisahkan lini bisnisnya menjadi dua entitas perusahaan publik yang mandiri melalui aksi pemisahan (spin-off) bebas pajak atas NBCUniversal dan Sky.
Di sisi lain, saham SpaceX melaju kencang 7,2 persen setelah otoritas Nasdaq mempublikasikan bahwa emiten yang baru saja melantai di bursa tersebut akan dimasukkan ke dalam komponen indeks Nasdaq 100 terhitung mulai 7 Juli.
Sementara itu, Alphabet yang merupakan induk dari Google, ditutup menguat 4,8 persen pada hari perdana sahamnya resmi bergabung menjadi konstituen indeks Dow Jones.
Cardillo memaparkan bahwa fenomena window dressing di penghujung kuartal, yakni momentum ketika para manajer investasi memborong saham-saham tertentu demi mempercantik performa portofolio mereka, kemungkinan besar ikut andil dalam mendorong pergerakan pasar ke zona hijau.
Kecemasan terkait tingginya alokasi belanja untuk sektor kecerdasan buatan (AI) sebelumnya sempat memberikan tekanan pada saham-saham emiten berbasis AI, termasuk para produsen semikonduktor serta kelompok saham berkapitalisasi pasar jumbo yang dikenal sebagai Magnificent Seven. Namun pada hari Senin, indeks sektor teknologi informasi berhasil bangkit dengan penguatan 1,7 persen.
Pihak RBC Capital Markets mengerek naik target indeks S&P 500 untuk periode 12 bulan ke depan menuju level 8.150 dari estimasi sebelumnya di angka 7.900, didasari oleh kuatnya perolehan laba emiten serta iklim makroekonomi yang dinilai masih cukup kondusif.
Para investor kini juga tengah menantikan rilis laporan ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat yang dijadwalkan akan dipublikasikan pada hari Kamis.
Pada Bursa Efek New York (NYSE), volume saham yang bergerak menguat mendominasi saham yang melemah dengan rasio perbandingan 1,54 banding 1. Tercatat ada 272 saham yang sukses menembus rekor tertinggi baru dan 114 saham yang merosot ke posisi terendah baru.
Sementara di bursa Nasdaq, sebanyak 3.017 saham terpantau menguat dan 1.919 saham bergerak melemah, sehingga menghasilkan rasio perbandingan saham naik terhadap saham turun sebesar 1,57 banding 1.
Indeks S&P 500 terpantau tidak membukukan rekor tertinggi ataupun terendah baru dalam kurun waktu 52 pekan, serupa dengan indeks Nasdaq Composite yang juga tidak mencatatkan level tertinggi maupun terendah baru.
Volume transaksi perdagangan di bursa saham Amerika Serikat bertengger di angka 20,15 miliar saham, relatif lebih sepi bila disandingkan dengan rata-rata volume transaksi penuh dalam kurun waktu 20 hari perdagangan terakhir yang menyentuh 23,50 billion saham.