Rekomendasi Saham 2 Juli 2026: Intip Potensi BRPT hingga BBNI

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Bloomberg Technoz)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:51:26 WIB

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi untuk terkoreksi pada sesi transaksi saham Kamis, (2/7/2026). Lantas, apa sajakah deretan saham yang menarik untuk dicermati?

Merujuk pada data dari BNI Sekuritas, IHSG sukses terangkat 0,92%, kendati laju penguatannya masih dibayangi oleh aksi pelepasan saham oleh pemodal ekspatriat dengan nilai mencapai Rp 548 miliar. 

Jajaran saham yang paling getol dilepas oleh investor asing tersebut di antaranya meliputi saham BBRI, BMRI, TPIA, BBNI, dan ASII.

“IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Fanny memproyeksikan, IHSG bakal bergerak pada rentang level support 5.500-5.625 serta area resistance di kisaran 5.730-5.800 pada sesi perdagangan saham Kamis pekan ini.

Di sudut lain, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji memberikan pandangan berbeda dengan menyebut IHSG berpeluang untuk melaju di zona hijau. 

Menurutnya, indeks bakal berfluktuasi di rentang level support 5.568 dan 5.438 serta level resistance pada posisi 5.848 dan 5.972. 

Dirinya turut menyodorkan pilihan saham yang memiliki fundamental kokoh serta berkategori undervalued (saham dengan kinerja fundamental bagus namun ditransaksikan di bursa dengan harga di bawah nilai wajarnya). 

“Manfaatkan manajemen risiko dengan disiplin,” ujar dia.

Rekomendasi Saham

Untuk deretan saham pilihan pada hari ini, Fanny menjatuhkan pilihan pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), beserta PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Disclaimer: Segala bentuk keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca. Harap pelajari sekaligus lakukan analisis mendalam secara mandiri sebelum melangsungkan aksi beli maupun jual saham. 

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea untuk perdagangan hari ini: BRPT, PTRO, PGAS, MYOR, BBNI, dan EMTK.

  • BRPT Spec Buy menggunakan area beli di kisaran 1.360-1.380, dengan batas cutloss jika menyentuh di bawah 1.330. Target jangka pendek berada di level 1.420-1.470.
  • PTRO Spec Buy menggunakan area beli di kisaran 3.750-3.790, dengan batas cutloss jika menyentuh di bawah 3.720. Target jangka pendek berada di level 3.860-3.930.
  • PGAS Spec Buy menggunakan area beli di kisaran 1.350-1.365, dengan batas cutloss jika menyentuh di bawah 1.350. Target jangka pendek berada di level 1.380-1.420.
  • MYOR Spec Buy menggunakan area beli di kisaran 1.775-1.810, dengan batas cutloss jika menyentuh di bawah 1.775. Target jangka pendek berada di level 1.825-1.835.
  • BBNI Spec Buy menggunakan area beli di kisaran 3.070-3.100, dengan batas cutloss jika menyentuh di bawah 3.050. Target jangka pendek berada di level 3.140-3.160.
  • EMTK Spec Buy menggunakan area beli di kisaran 478-482, dengan batas cutloss jika menyentuh di bawah 474. Target jangka pendek berada di level 490-505.

Hasil Penutupan IHSG 1 Juli 2026

Pada perdagangan sebelumnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau sampai berakhirnya sesi perdagangan Rabu, (1/7/2026). 

Laju IHSG pada hari itu menanjak di tengah tren positif mayoritas sektor saham yang menghijau serta posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang parkir di level 17.933.

Menyadur data statistik RTI, IHSG menyudahi perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,92% menuju posisi 5.695,11. Selaras dengan itu, indeks saham LQ45 ikut mendaki 0,66% menuju angka 556,74. Sebagian besar indeks saham acuan kompak bergerak menguat.

Di sepanjang sesi perdagangan Rabu pekan ini, IHSG sempat menyentuh level tertingginya di angka 5.737,73 dan level terendah pada posisi 5.607,45. 

Tercatat ada sebanyak 378 saham bergerak menguat yang menjadi motor penggerak naik bagi IHSG. Sementara itu, 248 saham didapati melemah dan 157 saham bergerak stagnan atau tidak bergeser.

Akumulasi frekuensi perdagangan saham dibukukan sebanyak 1.566.407 kali dengan total volume transaksi mencapai 18,7 miliar saham. Nilai transaksi harian di bursa menyentuh angka Rp 10,3 triliun. Adapun kedudukan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang rupiah bertengger pada kisaran 17.933.

Mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau. Sektor saham energi beserta basic menjadi pemimpin dengan kenaikan masing-masing sebesar 2,61% dan 2,60%. 

Mengikuti di belakangnya, sektor saham infrastruktur melesat 1,38%, sektor saham industri bertambah 0,30%, serta sektor saham consumer siklikal mendaki 0,82%. 

Selanjutnya, sektor saham kesehatan merangkak naik 0,36%, dan sektor saham teknologi terapresiasi 0,62%. Di sisi lain, sektor saham transportasi tergelincir sebesar 0,91%, sektor saham properti menyusut 0,05%, serta sektor saham keuangan dan sektor saham consumer nonsiklikal kompak melemah masing-masing senilai 0,38%.

Reporter: Ibtihal