MAMI Prediksi Rupiah ke Rp 17.500 per Dolar AS pada 2026

close-up tumpukan lembaran uang kertas rupiah dan dolar amerika serikat (Foto: Cdn-jjmn)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 08 Juli 2026 | 10:30:54 WIB

JAKARTA - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di kisaran Rp 17.500 pada penghujung tahun 2026.

Pihak MAMI memaparkan bahwa rupiah menunjukkan performa yang lebih stabil pada Juni 2026. 

Hal tersebut ditopang oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang fokus pada stabilitas serta pergeseran arah kebijakan pemerintah. 

Selain itu, tekanan musiman dari pelunasan dividen dan musim Haji juga terpantau mulai menyusut.

“Namun stabilitas rupiah masih rentan. Pasar akan terus memantau perkembangan global, termasuk geopolitik dan arah suku bunga The Fed, serta faktor domestik seperti evaluasi S&P Global Ratings pada Juli-Agustus dan konsistensi kebijakan pemerintah,” tulis MAMI dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

Bank Indonesia (BI) semakin memperkuat fokusnya pada stabilitas rupiah lewat peningkatan BI Rate sebesar 50bps pada Juni 2026, yang mana 25bps di antaranya diputuskan dalam rapat di luar agenda rutin.

Langkah tersebut diambil guna mempertahankan kredibilitas sekaligus menunjukkan independensi BI serta mendongkrak daya pikat aset dalam negeri. Berdasarkan perkiraan MAMI, BI rate diprediksi masih berpotensi naik kembali hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, MAMI menguraikan bahwa pasar saham, obligasi, beserta nilai tukar masih mengalami gejolak yang tinggi, berhubung keyakinan penanam modal yang belum sepenuhnya membaik.

“Namun jika kami perhatikan, ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi melalui kebijakan-kebijakan yang lebih ramah pasar,” tambahnya.

Sejumlah kebijakan serta penyesuaian ulang ini kian intensif disosialisasikan semenjak Juni, di antaranya seperti pengurangan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), pemangkasan target jumlah Koperasi Desa (Kopdes) dari 80 ribu menjadi 40 ribu, pembatalan rencana skema bagi hasil minerba, hingga penegasan fungsi PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang lebih terang dalam wacana ekspor satu pintu.

Pada bulan Maret sebelumnya, pihak pemerintah pun telah menguatkan komitmennya untuk memastikan defisit fiskal tetap terjaga aman di bawah batas 3%.

Reporter: Ibtihal