Selasa, 31 Maret 2026

Sri Mulyani: Tarif Resiprokal Trump Tak Berbasis Ilmu Ekonomi

Sri Mulyani: Tarif Resiprokal Trump Tak Berbasis Ilmu Ekonomi
Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak didasarkan pada ilmu ekonomi dan telah memicu dampak negatif signifikan di pasar keuangan global. Hal ini disampaikan dalam Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/4/2025).

Sri Mulyani menyoroti eskalasi perang dagang yang dipicu respons keras China terhadap kebijakan AS. “Awalnya China dianggap akan menahan diri, tapi justru melawan. Setelah China mengumumkan retaliasi, Trump balas mengancam naikkan tarif jadi 50%. Ini memperburuk pasar keuangan dalam dua hari terakhir,” ujarnya. Ia menilai situasi ini sulit reda karena melibatkan ego antarpemimpin negara, yang menyulitkan upaya “face saving”.

Dampaknya juga terasa di bursa saham. Investor bereaksi negatif terhadap ketidakpastian perang dagang, menyebabkan anjloknya indeks saham di banyak negara. “Hari ini adalah pembukaan bursa pertama pasca-pengumuman. Di Indonesia, IHSG sesi kedua turun 7,7%-8%. Banyak negara mencatat koreksi dalam, ada yang sampai 14%, bahkan lebih dari 25% sejak 2 April,” kata Sri Mulyani, merujuk data yang sebelumnya disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga

Prabowo Sebut Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang Negara

Menurutnya, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan langkah-langkah untuk meredam gejolak pasar keuangan. “Tekanan seperti ini bukan hal baru. US Treasury sedikit melemah meski dianggap safe haven, dan indeks dolar juga turun. Namun, ini masih manageable dibandingkan masa pandemi COVID-19,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya sikap hati-hati tanpa panik dalam menghadapi situasi ini.

Sri Mulyani juga meminta pendekatan terbuka, pragmatis, dan tanggap (agile) untuk mengelola dampak lanjutan. “Alarm sudah berbunyi, tapi kita harus tetap tenang dan antisipatif,” tutupnya.

Kebijakan Trump, yang menargetkan tarif resiprokal ke sejumlah negara, telah memicu sentimen negatif di kalangan investor portofolio, memperparah fluktuasi pasar keuangan dunia.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Siapkan 45 Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah Madinah

Pemerintah Siapkan 45 Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah Madinah

Prabowo Bertemu PM Jepang Bahas Kerja Sama Strategis Bilateral

Prabowo Bertemu PM Jepang Bahas Kerja Sama Strategis Bilateral

Presiden Terima Laporan 280 Jembatan Perintis Rampung Dibangun

Presiden Terima Laporan 280 Jembatan Perintis Rampung Dibangun

Ditjenpas Siap Jalankan Kebijakan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat

Ditjenpas Siap Jalankan Kebijakan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat

Harga Sembako Jawa Timur Selasa, 31 Maret 2026 Ayam Turun

Harga Sembako Jawa Timur Selasa, 31 Maret 2026 Ayam Turun