JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan Jumat di zona merah. Pergerakan ini mencerminkan tekanan jual dari investor asing yang cukup signifikan.
Pada penutupan Jumat, IHSG turun 0,64% ke level 8.212,27. Dari total saham, 267 saham melemah, 408 menguat, dan 148 stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp24,41 triliun. Volume perdagangan mencapai 49,40 miliar saham dalam 2,86 juta kali transaksi.
Baca JugaPencapaian Pelaporan SPT 2025 DJP Masih Jauh dari Target yang Ditetapkan
Kapitalisasi pasar pun ikut merosot, tercatat sebesar Rp14.918 triliun. Kondisi ini menandakan adanya sentimen hati-hati di pasar saham domestik.
Aktivitas Investor Asing Selama Pekan Lalu
Sepanjang pekan lalu, investor asing melakukan aksi net sell senilai Rp2,5 triliun. Rinciannya, Rp3,14 triliun dijual di pasar reguler, sedangkan Rp638,74 miliar dibeli melalui pasar negosiasi dan tunai.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor asing terhadap portofolio mereka. Tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham yang selama ini menjadi favorit pasar.
Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing, dengan nilai net foreign sell Rp3,86 triliun. Saham ini masih menjadi perhatian karena likuiditas dan kapitalisasi pasarnya yang besar.
Selanjutnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat dilepas senilai Rp1,6 triliun. Kemudian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami net sell Rp465,2 miliar, mencerminkan aksi hati-hati di sektor perbankan.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) ikut terdampak dengan penjualan asing sebesar Rp179 miliar. Sementara PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dilepas senilai Rp132,5 miliar.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tercatat dijual Rp120 miliar, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) senilai Rp118,4 miliar. Saham-saham ini mencerminkan sektor energi dan digital yang menjadi sorotan investor.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dilepas Rp109,4 miliar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp102,8 miliar, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp78,6 miliar.
Dampak pada IHSG dan Sentimen Pasar
Tekanan jual asing mendorong IHSG melemah sepanjang pekan. Investor domestik terlihat masih hati-hati menanggapi volatilitas dan tren net sell.
Meskipun beberapa saham menguat, tekanan pada saham unggulan menyebabkan indeks utama tertahan di bawah level psikologis tertentu. Hal ini menandakan pasar sedang menyesuaikan diri dengan aksi jual asing.
Strategi Investor Menghadapi Net Sell Asing
Investor individu perlu memperhatikan pergerakan saham yang mengalami tekanan jual asing. Fokus pada fundamental perusahaan menjadi penting untuk menentukan keputusan beli atau hold.
Selain itu, diversifikasi portofolio dan pemantauan tren global bisa membantu mengurangi risiko volatilitas pasar. Kesiapan menghadapi tekanan jual asing akan menjaga stabilitas investasi dalam jangka panjang.
Tekanan pada saham bluechip tidak selalu menjadi sinyal negatif jangka panjang. Investor dapat memanfaatkan koreksi untuk melakukan evaluasi dan membeli saham dengan valuasi lebih menarik.
Dengan kondisi IHSG yang fluktuatif, kombinasi pemantauan fundamental dan manajemen risiko menjadi kunci. Pelaku pasar sebaiknya tidak terpengaruh sentimen jangka pendek semata.
Zahra
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Strategi PLN Nusantara Power Menjaga Stabilitas Listrik Selama RAFI 1447 H
- Senin, 30 Maret 2026
Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap
- Senin, 30 Maret 2026
Spesifikasi Unggulan Smartband Rogbid Loop Dengan Desain Minimalis Modern
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026












