Pendapatan Segmen Gaming Bukalapak Tembus Rp5,34 Triliun dan Catat Lonjakan 217 Persen
- Sabtu, 14 Maret 2026
JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan dari segmen gaming sepanjang 2025. Lonjakan ini menjadi kontributor utama bagi total pendapatan perusahaan yang mencapai Rp6,51 triliun, meningkat 45,96% dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Luar Biasa di Segmen Gaming
Pendapatan dari segmen gaming Bukalapak mencapai Rp5,34 triliun, melonjak 217,85% year-on-year dari Rp1,75 triliun pada 2024. Segmen ini mengoperasikan marketplace gaming seperti Itemku dan Lapakgaming yang menjadi pusat aktivitas transaksi digital bagi para gamer.
Baca JugaPelni Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik Lebaran Hingga H Plus Tujuh
Secara kuartalan, pendapatan gaming tercatat Rp1,1 triliun pada kuartal I/2025, Rp1,36 triliun pada kuartal II/2025, Rp1,39 triliun pada kuartal III/2025, dan Rp1,49 triliun pada kuartal IV/2025. Kuartal IV/2025 menjadi momen puncak pertumbuhan dengan kontribusi Rp1,5 triliun, naik 8% secara kuartalan.
Strategi Pemasaran dan Aktivitas Transaksi
Manajemen BUKA menyatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi pemasaran yang lebih efektif. Selain itu, meningkatnya aktivitas transaksi pada akhir tahun menjadi faktor penting yang memperkuat performa segmen gaming.
Contribution margin dari segmen gaming tercatat 2,3% atau senilai Rp125 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, adjusted EBITDA margin dari segmen ini mencapai 0,7%, menunjukkan kinerja operasional yang mulai stabil.
Fokus pada Kesehatan Bisnis Jangka Panjang
Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menekankan perusahaan kini memprioritaskan kesehatan bisnis jangka panjang. Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Bukalapak untuk memperkuat fondasi perusahaan melalui strategi yang menghasilkan nilai berkelanjutan bagi stakeholders.
Dengan cadangan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp17,8 triliun, Bukalapak memiliki fleksibilitas modal yang kuat. Dana ini memungkinkan perusahaan terus mengeksekusi strategi pertumbuhan jangka panjang, melakukan inovasi produk, dan menangkap peluang baru di pasar yang berkembang pesat.
Diversifikasi Pendapatan dan Ekosistem Bukalapak
Selain segmen gaming, BUKA juga memperoleh pendapatan dari online to offline senilai Rp794,47 miliar. Segmen ritel menyumbang Rp301,7 miliar, sementara pendapatan investasi mencapai Rp66,58 miliar, menandakan diversifikasi bisnis yang semakin kokoh.
Pertumbuhan segmen gaming tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga memperkuat ekosistem digital Bukalapak. Dengan fokus pada inovasi dan pengembangan produk, perusahaan mampu memanfaatkan tren industri gaming yang terus bertumbuh di Indonesia.
Outlook dan Peluang Masa Depan
Bukalapak optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan segmen gaming pada tahun-tahun mendatang. Strategi ini dinilai mampu mengoptimalkan potensi pasar digital yang semakin luas, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jangka pendek dan fondasi bisnis jangka panjang.
Manajemen menegaskan bahwa inovasi berkelanjutan serta pengelolaan modal yang bijak menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang baru. Dengan demikian, Bukalapak siap menghadapi dinamika pasar dan mempertahankan posisi sebagai pemain utama di industri e-commerce dan gaming Indonesia.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi Tempat Makan Nasi Lesah Magelang Paling Enak Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Batagor Tanpa Ikan Gurih Kenyal Ekonomis Ala Abang Abang Nikmat
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Kakiage Gurih Renyah Ala Jepang Mirip Bakwan Sayur Praktis Rumahan
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Sayur Bening Oyong Soun Praktis Lezat Sehat Bergizi untuk Keluarga
- Minggu, 29 Maret 2026
Rekomendasi Tempat Makan Lesehan Bandung Paling Enak Nyaman Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Transaksi SPKLU PLN Naik Empat Kali Lipat Saat Mudik Idul Fitri 1447
- Minggu, 29 Maret 2026
PLN Berikan Listrik Gratis Warga Flores Timur Terdampak Erupsi Lewotobi
- Minggu, 29 Maret 2026
KAI Jakarta Pastikan Layanan Arus Balik Lebaran 2026 Tetap Optimal Lancar
- Minggu, 29 Maret 2026










-1765360758252(1).jpeg)

