JAKARTA - Pembangunan pagar di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, resmi dimulai sebagai langkah konkret menyelesaikan konflik manusia dengan gajah yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade. Proyek ini dipandang sebagai terobosan penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi satwa liar dari gangguan aktivitas manusia.
Raja Juli menyebut bahwa konflik manusia dan gajah telah berlangsung sejak 1983 atau sekitar 43 tahun. Kondisi ini menimbulkan kerugian ekonomi, bahaya keselamatan, bahkan korban jiwa. Atas dasar laporan kepala desa, camat, serta dukungan pemerintah daerah, Prabowo Subianto memberikan instruksi agar pembangunan pembatas di Way Kambas diperluas hingga 138 kilometer.
Soft launching proyek ini dilakukan Kamis dengan dihadiri pejabat tinggi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat. Raja Juli menegaskan bahwa pembangunan ini menjadi pilot project untuk memperbaiki seluruh Taman Nasional di Indonesia.
Baca JugaBMKG Ingatkan Warga Jakarta Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Jumat, 27 Maret 2025
Tujuan Pembangunan Pagar Way Kambas
Pagar yang tengah dibangun di Way Kambas bukan sekadar pembatas fisik, melainkan solusi strategis untuk mengurangi interaksi langsung antara gajah liar dan manusia. Raja Juli menekankan bahwa proyek ini diharapkan selesai paling lambat akhir tahun 2026, tanpa tahapan bertahap yang berlarut-larut.
“Tidak perlu bertahap sampai beberapa tahun, paling lambat akhir tahun selesai,” kata Raja Juli. Dengan adanya pagar, masyarakat di sekitar kawasan konservasi dapat lebih tenang menjalankan aktivitas pertanian dan perkebunan, sementara gajah pun tetap memiliki jalur aman untuk bergerak di habitat alaminya.
Selain itu, pembangunan ini juga menjadi sarana restorasi ekosistem. Kanal-kanal dan pembatas fisik akan membantu menjaga keseimbangan lingkungan di Way Kambas, sekaligus mendukung upaya konservasi flora dan fauna endemik.
Peran Pemerintah dan Dukungan Presiden
Proyek pagar Way Kambas mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Anggaran Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 839 miliar disiapkan untuk mendukung pembangunan pagar dan kanal, serta mendukung restorasi ekosistem di kawasan Taman Nasional.
Raja Juli menyatakan bahwa Way Kambas dijadikan pilot project karena menjadi prioritas dalam program besar Presiden Prabowo untuk memperbaiki seluruh 57 Taman Nasional di Indonesia. “Pak Presiden menginstruksikan pada saya untuk memperbaiki taman nasional kita, dan Way Kambas kita jadikan pilot project, percontohan, karena kecintaan Bapak Presiden terhadap satwa liar sekaligus masyarakat Lampung,” ujarnya.
Selain soft launching, Raja Juli juga melakukan halalbihalal dengan camat dan kepala desa di wilayah sekitar Taman Nasional untuk memperkuat koordinasi dan dukungan masyarakat terhadap proyek ini.
Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat dan Satwa
Pembangunan pagar ini diharapkan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar maupun konservasi satwa. Dengan adanya pembatas, risiko kerusakan lahan pertanian oleh gajah liar dapat diminimalisir, sementara masyarakat dapat merencanakan aktivitas ekonomi dengan lebih aman.
Di sisi lain, gajah dan satwa liar lainnya akan memiliki jalur alami yang lebih aman, mengurangi stres akibat pertemuan dengan manusia dan risiko konflik. Dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan proyek ini, sekaligus contoh kolaborasi antara konservasi dan kepentingan publik.
Raja Juli menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya sistematis membenahi seluruh taman nasional di Indonesia. “Dengan pembangunan pembatas ini, kita tidak hanya mengurangi konflik manusia dan gajah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem, agar Taman Nasional Way Kambas tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Soft launching yang dilakukan juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan Taman Nasional.
Dengan demikian, proyek pembangunan pagar sepanjang 138 kilometer di Way Kambas tidak sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kepedulian terhadap keseimbangan manusia, satwa, dan lingkungan. Pembangunan ini menjadi langkah konkret dalam upaya nasional untuk menjadikan taman nasional sebagai ruang aman, produktif, dan lestari.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Proyeksi Pembangunan Jalan Tol Kuningan Hingga 2030 Bisa Urai Macet Jabodetabek
- Jumat, 27 Maret 2026
Daftar Harga BBM Pertamina Maret 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia Terbaru
- Jumat, 27 Maret 2026
Berita Lainnya
Proyeksi Pembangunan Jalan Tol Kuningan Hingga 2030 Bisa Urai Macet Jabodetabek
- Jumat, 27 Maret 2026









