Jumat, 27 Maret 2026

Xurya Proyeksikan Pasar EPC PLTS Indonesia Tumbuh Pesat Hingga 2030

Xurya Proyeksikan Pasar EPC PLTS Indonesia Tumbuh Pesat Hingga 2030
Xurya Proyeksikan Pasar EPC PLTS Indonesia Tumbuh Pesat Hingga 2030

JAKARTA - Perkembangan energi surya di Indonesia menunjukkan arah yang semakin menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini terlihat dari proyeksi pasar jasa pembangunan PLTS yang terus meningkat hingga akhir dekade ini. Perusahaan energi terbarukan PT Xurya Daya Indonesia menilai bahwa sektor engineering, procurement, and construction atau EPC memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. 

Kebutuhan terhadap layanan ini terus meningkat seiring percepatan transisi energi di dalam negeri.

Baca Juga

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Triwulan II April 2026 Tetap Stabil

Vice President Operations Xurya, Philip Effendy, menyebutkan bahwa nilai pasar EPC saat ini berada pada angka yang cukup signifikan. Nilainya diperkirakan mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 24,3 triliun.

“kami proyeksikan market size EPC dapat mencapai US$ 7,9 miliar setara dengan Rp 133,5 triliun pada 2030 atau meningkat sekitar lima lipat. Hal ini mencerminkan besarnya potensi teknis akan kebutuhan mitra EPC yang berkualitas dan menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan industri PLTS Atap dan Non-Atap,” ungkapnya.

Lonjakan proyeksi ini menjadi sinyal bahwa pasar energi surya di Indonesia sedang berkembang pesat. Kebutuhan terhadap pembangunan infrastruktur PLTS juga akan semakin meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Pertumbuhan Kapasitas PLTS Atap dan Non-Atap

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas terpasang PLTS Non-Atap menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Dari 25,5 MW pada 2021, kapasitas tersebut diperkirakan melonjak menjadi 1.019,5 MW pada 2025.

Sementara itu, PLTS Atap juga mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2018 hingga 2025, kapasitasnya meningkat dari 86 MW pada 2021 menjadi 773 MW.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa adopsi energi surya semakin luas di berbagai sektor. Baik sektor industri maupun komersial mulai beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Xurya mencermati bahwa pertumbuhan tersebut menjadi indikator penting dalam perkembangan industri energi surya. Hal ini sekaligus menegaskan peran EPC dalam mendukung realisasi proyek-proyek energi terbarukan.

Peran EPC tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup perencanaan hingga implementasi. Dengan demikian, EPC menjadi bagian penting dalam rantai pengembangan energi surya nasional.

Peran Mitra EPC dalam Implementasi Proyek

Hingga saat ini, Xurya telah menangani lebih dari 300 proyek energi surya. Total kapasitas yang telah dikelola mencapai lebih dari 200 MW.

Menurut Philip Effendy, pencapaian ini tidak terlepas dari peran mitra EPC lokal. Kolaborasi menjadi faktor utama dalam mempercepat implementasi proyek energi surya di Indonesia.

“Mereka menjadi penghubung utama antara perencanaan dan implementasi proyek, memastikan inovasi teknologi tidak hanya berhenti di tahap konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Mitra EPC berperan penting dalam menjembatani berbagai aspek teknis dalam proyek. Mereka memastikan setiap tahap berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.

Keberadaan mitra lokal juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi dan adaptasi teknologi. Hal ini mempercepat proses pembangunan serta meningkatkan kualitas hasil proyek.

Kolaborasi yang kuat antara perusahaan dan mitra EPC diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri energi surya. Dengan dukungan tersebut, proyek PLTS dapat direalisasikan secara lebih optimal.

Tiga Pilar Utama dalam Sistem EPC

Dalam sistem EPC, terdapat tiga pilar utama yang saling terhubung. Ketiganya menjadi fondasi dalam memastikan keberhasilan proyek energi surya.

Engineering berfokus pada penerjemahan inovasi energi surya menjadi solusi nyata. Tahapan ini mencakup perencanaan teknis yang matang, desain sistem yang efisien, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Procurement memiliki peran penting dalam memastikan kualitas proyek. Proses ini melibatkan pemilihan material yang andal, efisien secara biaya, dan tepat waktu.

Ketersediaan material yang tepat menjadi faktor penting dalam kelancaran proyek. Tanpa pengadaan yang baik, proses pembangunan dapat mengalami hambatan.

Sementara itu, construction merupakan tahap implementasi dari seluruh perencanaan. Pada tahap ini, sistem energi surya dibangun dengan fokus pada keselamatan, kualitas, dan ketepatan waktu.

Pelaksanaan konstruksi yang baik akan menentukan kinerja jangka panjang sistem energi surya. Oleh karena itu, setiap tahap harus dilakukan secara optimal.

Ketiga pilar ini saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Keberhasilan proyek PLTS sangat bergantung pada integrasi yang baik antara engineering, procurement, dan construction.

Prospek Masa Depan Industri PLTS di Indonesia

Proyeksi pertumbuhan pasar EPC hingga lima kali lipat menunjukkan peluang besar bagi industri energi terbarukan. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan energi surya di kawasan.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi bersih di tengah tekanan global terhadap emisi karbon. Transisi energi menjadi faktor utama dalam mendorong investasi di sektor ini.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kolaborasi antar pelaku industri, pengembangan PLTS diperkirakan akan semakin masif. Hal ini membuka peluang bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam ekosistem energi terbarukan.

Selain itu, meningkatnya kapasitas PLTS akan membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dampaknya tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga terhadap lingkungan dan ekonomi nasional.

Ke depan, peran EPC akan semakin krusial dalam memastikan keberhasilan proyek energi surya. Kualitas mitra EPC menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan proyek.

Dengan potensi pasar yang besar dan pertumbuhan yang cepat, industri PLTS di Indonesia berada pada jalur yang positif. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku industri untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Percepatan Hunian Korban Longsor Tapanuli Utara Rampung Juni 2026

Percepatan Hunian Korban Longsor Tapanuli Utara Rampung Juni 2026

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam 27 Maret 2026

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Merah dan Daging Ayam 27 Maret 2026

Pantura Cirebon Tetap Menjadi Jalur Utama Pemudik Saat Arus Lebaran

Pantura Cirebon Tetap Menjadi Jalur Utama Pemudik Saat Arus Lebaran

Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat

Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi Cabai Melonjak Telur Naik Pasokan Masih Dikendalikan Pemerintah

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi Cabai Melonjak Telur Naik Pasokan Masih Dikendalikan Pemerintah