Jumat, 27 Maret 2026

Laba Bersih Anak Usaha Pelindo IPCC Capai Rekor Tertinggi 2025

Laba Bersih Anak Usaha Pelindo IPCC Capai Rekor Tertinggi 2025
Laba Bersih Anak Usaha Pelindo IPCC Capai Rekor Tertinggi 2025

JAKARTA - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC), anak usaha dari ekosistem Pelindo Group, mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah pada tahun buku 2025. 

Laporan keuangan audit menunjukkan laba bersih perusahaan menembus Rp256,51 miliar, meningkat 20,87% dibandingkan Rp212,21 miliar di tahun sebelumnya. 

Pencapaian ini sekaligus melampaui level psikologis Rp250 miliar, menandai momentum penting bagi perseroan yang terus mengembangkan layanan logistik dan terminal kendaraan di Indonesia.

Baca Juga

TOBA Siapkan Dividen Buyback Rights Issue Saat Transisi Bisnis Energi Hijau Berjalan

Menurut Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, capaian ini merupakan buah dari strategi bisnis yang inovatif dan digitalisasi operasional yang konsisten. 

“Kami berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas, integrasi layanan logistik in-land transportation, serta optimalisasi lahan idle untuk menampung lonjakan kargo,” ujarnya.

Selain itu, pendapatan IPCC juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 12,77% YoY menjadi Rp929,96 miliar. Kontribusi terbesar datang dari Cabang Tanjung Priok sebesar 91% atau Rp842,55 miliar, sementara terminal satelit di wilayah strategis lainnya menyumbang 9% dari total pendapatan. 

Segmen kendaraan utuh atau completely built up (CBU) tetap menjadi penggerak utama, dengan setoran pendapatan mencapai Rp697,66 miliar.

Strategi Digitalisasi dan Efisiensi Operasional

IPCC memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional. Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan sistem digitalisasi PRAYA dan PTOS-C yang terbukti menurunkan average collection period (ACP) dari 31,74 hari menjadi 29,05 hari. 

Langkah ini memperkuat cash flow perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Selain itu, status debt free company membuat IPCC memiliki fleksibilitas finansial untuk melakukan ekspansi dan pengembangan layanan secara mandiri. “Kondisi tanpa utang bank memberikan ruang gerak yang lebih prudent bagi perseroan untuk melakukan pengembangan bisnis secara mandiri,” kata Wing.

Peningkatan aset menjadi indikator lain dari fundamental yang solid. Sampai akhir Desember 2025, total aset IPCC tercatat naik 11,21% menjadi Rp2,05 triliun, dengan posisi kas dan setara kas melonjak 33,55% menjadi Rp1,08 triliun. Hal ini menunjukkan likuiditas perusahaan yang kuat dan kapasitas untuk menghadapi fluktuasi pasar.

Pertumbuhan Didukung Tren Kendaraan Listrik

Lonjakan kinerja IPCC juga tidak lepas dari tren kendaraan listrik. Sepanjang 2025, perseroan melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, di mana merek asal Tiongkok mendominasi dengan volume lebih dari 80.000 unit. Hal ini menjadi peluang strategis bagi IPCC untuk memperluas layanan terminal kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendukung transformasi ekosistem transportasi di Indonesia.

Sugeng Mulyadi menekankan bahwa adopsi kendaraan listrik memberikan dampak positif terhadap diversifikasi pendapatan perusahaan. Integrasi layanan logistik in-land transportation untuk kendaraan listrik membuat terminal IPCC lebih kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan pasar. 

Dengan strategi ini, perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika industri otomotif yang terus berubah.

Kinerja Cabang Tanjung Priok dan Terminal Satelit

Cabang Tanjung Priok tetap menjadi tulang punggung kinerja IPCC, menyumbang hampir 91% dari total pendapatan. Terminal ini berperan penting dalam menangani lonjakan volume kendaraan, termasuk CBU dan kendaraan listrik. Optimalisasi lahan dan sistem operasional yang terintegrasi menjadi kunci efisiensi dan produktivitas di lokasi ini.

Sementara itu, pengembangan terminal satelit di berbagai wilayah strategis menyumbang 9% pendapatan dan menjadi bagian dari strategi ekspansi jangka panjang IPCC.

 Kehadiran terminal satelit tidak hanya meningkatkan kapasitas pelayanan, tetapi juga memperluas jaringan distribusi yang mendukung pertumbuhan logistik nasional. Kombinasi antara cabang utama dan terminal satelit menciptakan sinergi yang efektif dalam menghadapi permintaan pasar yang semakin tinggi.

Prospek Bisnis dan Inovasi Layanan ke Depan

Pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah menegaskan posisi IPCC sebagai pemain kunci dalam industri terminal kendaraan. Strategi digitalisasi, efisiensi operasional, serta adaptasi terhadap tren kendaraan listrik menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Perseroan juga menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar dengan tetap menjaga fundamental keuangan yang sehat. Fokus pada inovasi layanan, pengembangan terminal satelit, dan ekspansi kapasitas menjadi strategi jangka panjang yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun-tahun mendatang.

Dengan kombinasi inovasi, digitalisasi, dan strategi pertumbuhan yang terukur, IPCC berhasil mencatatkan rekor baru di tahun 2025. Perusahaan kini berada pada posisi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan industri dan memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem Pelindo Group.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PNM Dorong Generasi Muda Berdaya Lewat Coaching Futsal dan Program Pemberdayaan UMKM

PNM Dorong Generasi Muda Berdaya Lewat Coaching Futsal dan Program Pemberdayaan UMKM

Laba Alfamart Naik 2025 Pendapatan Tumbuh Didukung Ekspansi Penjualan Nasional Konsisten Berkelanjutan

Laba Alfamart Naik 2025 Pendapatan Tumbuh Didukung Ekspansi Penjualan Nasional Konsisten Berkelanjutan

Jadwal Bus DAMRI Sleman Ke YIA Lengkap Rute Jam Tarif Maret 2026

Jadwal Bus DAMRI Sleman Ke YIA Lengkap Rute Jam Tarif Maret 2026

Mudik Lebaran 2026 Jalur Laut Pelni Layani Penumpang Menuju Jawa Meningkat Signifikan

Mudik Lebaran 2026 Jalur Laut Pelni Layani Penumpang Menuju Jawa Meningkat Signifikan

Arus Balik Lebaran Pelni Prediksi Kepadatan Tanjung Emas Semarang Mulai Akhir Maret

Arus Balik Lebaran Pelni Prediksi Kepadatan Tanjung Emas Semarang Mulai Akhir Maret