Harga Pangan Kediri Stabil Pasca Lebaran Cabai Tetap Diwaspadai Pemerintah Daerah
- Jumat, 27 Maret 2026
JAKARTA - Momentum pasca Hari Raya Idul Fitri biasanya diikuti perubahan harga bahan pokok. Namun kondisi berbeda terjadi di Kota Kediri.
Setelah sempat mengalami kenaikan menjelang Lebaran, harga pangan kini mulai menunjukkan stabilitas. Pemerintah daerah melalui pemantauan langsung memastikan pasokan tetap aman. Meski demikian, beberapa komoditas masih perlu diwaspadai.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri melakukan pemantauan harga di Pasar Setono Betek, Kamis (26/3/2026). Hasilnya, mayoritas bahan pokok terpantau mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan distribusi kembali normal. Selain itu, permintaan masyarakat juga menurun setelah puncak konsumsi Lebaran.
Baca JugaPemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Triwulan II April 2026 Tetap Stabil
Kepala DKPP Kota Kediri, Ahmad Nurdin, menyampaikan bahwa kondisi harga pangan saat ini relatif aman. “Hasil pemantauan hari ini menunjukkan harga bahan pokok di Kota Kediri dalam kondisi aman dan sudah hijau. Hal ini mengindikasikan ketersediaan pasokan dan harga pangan terkendali,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa stabilitas pasar mulai tercapai.
Meski situasi terkendali, potensi kenaikan tetap ada pada komoditas tertentu. Cabai menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Faktor cuaca yang tidak menentu di wilayah sentra produksi dapat memengaruhi pasokan. Kondisi tersebut berpotensi memicu fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Pergerakan Harga Komoditas Pokok Pasca Lebaran
Data pemantauan menunjukkan harga beras premium stabil di Rp14.850 per kilogram. Sementara beras medium berada di Rp12.925. Gula pasir tercatat Rp17.750, dan Minyakita berada di Rp15.700. Angka tersebut menunjukkan stabilitas pada komoditas utama kebutuhan rumah tangga.
Minyak goreng curah mengalami kenaikan tipis dari Rp19.800 menjadi Rp19.875. Perubahan ini masih dalam batas wajar. Tidak terjadi lonjakan signifikan yang mengganggu pasar. Kondisi tersebut mencerminkan pasokan minyak goreng relatif cukup.
Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi turun dari Rp122.917 menjadi Rp120.417 per kilogram. Daging ayam ras juga turun dari Rp41.167 menjadi Rp40.667. Sementara telur ayam ras terpantau stabil di angka Rp29.084. Penurunan ini dipengaruhi menurunnya permintaan setelah Lebaran.
Stabilitas harga protein hewani memberikan sinyal positif bagi konsumen. Selain itu, biaya konsumsi rumah tangga menjadi lebih terkendali. Distribusi yang lancar juga membantu menjaga keseimbangan pasar. Kondisi ini diharapkan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Perubahan Harga Komoditas Hortikultura
Pada komoditas hortikultura, bawang merah turun dari Rp40.500 menjadi Rp39.500. Bawang putih bonggol juga turun dari Rp32.333 menjadi Rp32.000. Penurunan tersebut dipengaruhi pasokan yang mulai stabil. Selain itu, panen dari beberapa daerah turut menambah ketersediaan.
Harga cabai menunjukkan tren penurunan. Cabai merah besar turun dari Rp37.500 menjadi Rp36.333. Cabai merah keriting turun dari Rp36.833 menjadi Rp29.833. Cabai rawit merah juga turun dari Rp68.333 menjadi Rp60.500 per kilogram.
Meskipun turun, komoditas cabai tetap menjadi perhatian. Fluktuasi harga cabai sering terjadi akibat faktor cuaca. Produksi yang terganggu dapat langsung berdampak pada harga. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan pasokan.
Ahmad Nurdin menambahkan bahwa tantangan ke depan masih berkaitan dengan kondisi cuaca. Potensi serangan hama pada tanaman cabai juga meningkat. Risiko tersebut dapat menyebabkan gagal panen. Jika terjadi, harga cabai berpotensi kembali naik.
Pengaruh Cuaca Terhadap Stabilitas Pasokan
“Kemungkinan serangan hama masih ada, sehingga harga cabai berpotensi naik kembali. Namun, untuk komoditas lain relatif aman karena permintaan masyarakat sudah menurun setelah Lebaran,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa cabai menjadi komoditas paling sensitif. Kondisi cuaca menjadi faktor utama.
Curah hujan yang tidak menentu dapat memicu pertumbuhan hama. Selain itu, kelembapan tinggi juga memengaruhi kualitas tanaman. Jika produksi terganggu, distribusi ikut terdampak. Dampaknya langsung terasa pada harga di pasar.
Namun demikian, pemerintah memastikan pasokan bahan pokok lainnya cukup. Permintaan yang menurun pasca Lebaran membantu menjaga stabilitas. Selain itu, koordinasi dengan distributor dilakukan secara intensif. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan harga.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Panic buying dapat memicu kenaikan harga. Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan pangan mencukupi. Stabilitas pasar dapat terjaga jika konsumsi berjalan normal.
Langkah Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kota Kediri terus melakukan pemantauan harga harian. Koordinasi dengan distributor juga diperkuat. Selain itu, berbagai program stabilisasi dijalankan. Upaya tersebut bertujuan menjaga pasokan dan harga tetap terkendali.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah. Program ini membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, Operasi Pasar Murni juga dilakukan. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan harga.
Pemerintah juga menggelar pasar murah hasil kolaborasi Tim Pengendali Inflasi Daerah. Program ini melibatkan Bank Indonesia Kediri dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga. Langkah ini juga meningkatkan pengawasan distribusi.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan dapat terus terjaga. Pasca Idul Fitri, kondisi pasar mulai normal. Meski cabai masih perlu diwaspadai, komoditas lain relatif aman. Pemerintah memastikan pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat
- Jumat, 27 Maret 2026






.jpg)






