Jasa Marga Catat Arus Balik Lebaran Jakarta Mencapai 2,3 Juta Kendaraan
- Jumat, 27 Maret 2026
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan bahwa sebanyak 2,3 juta kendaraan telah memasuki Jakarta selama arus balik Lebaran 2026 hingga Jumat, 27 Maret 2026 pagi.
Data ini menunjukkan bahwa 69 persen total kendaraan telah memasuki ibu kota hingga pukul 06.00 WIB.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan laporan tersebut dari Posko Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menurut Rivan, jumlah kendaraan yang masuk Jakarta mengikuti pola prediksi yang sama dengan beberapa hari sebelumnya.
Baca JugaTOBA Siapkan Dividen Buyback Rights Issue Saat Transisi Bisnis Energi Hijau Berjalan
Pihak Jasa Marga menekankan bahwa pemantauan terus dilakukan agar arus balik tetap lancar. Data ini juga menunjukkan tren positif, di mana masyarakat memanfaatkan momen libur Lebaran untuk kembali ke kota asal maupun ke Jakarta dengan tepat waktu.
Selain itu, pemantauan jumlah kendaraan secara real-time membantu mengantisipasi kemacetan di titik-titik strategis tol, termasuk rest area dan gerbang tol utama yang menjadi pusat antrean kendaraan.
Rekayasa Lalu Lintas One Way Diterapkan Mengantisipasi Kepadatan
Dalam menghadapi lonjakan arus balik, rekayasa lalu lintas one way kembali diterapkan. Strategi ini dibuat berdasarkan prediksi volume kendaraan yang mirip dengan arus balik beberapa hari sebelumnya.
“Hari-hari sebelumnya, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 206 ribu, 192 ribu, dan 183 ribu. Prediksi untuk Jumat ini sekitar 183 ribu, meningkat menjadi 200 ribu hingga 250 ribu pada Minggu, 29 Maret 2026,” kata Rivan.
Rekayasa one way ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas jalan serta memastikan kelancaran lalu lintas menuju Jakarta. Dengan adanya pengaturan ini, kendaraan bisa bergerak lebih cepat, sementara risiko kemacetan dan kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, strategi one way memungkinkan distribusi kendaraan lebih merata di jalur tol, sehingga titik-titik padat bisa diminimalkan. Strategi ini juga menjadi acuan bagi pihak kepolisian dan petugas tol dalam pengaturan arus lalu lintas selama puncak arus balik.
Rest Area Menjadi Titik Kepadatan Utama Arus Balik
Sejumlah rest area menjadi titik rawan kepadatan selama arus balik Lebaran. Rivan menyebut KM 229, KM 208, dan KM 164 sebagai lokasi yang sering mengalami antrean panjang kendaraan.
Untuk mengatasi hal ini, Jasa Marga menerapkan strategi opsional buka-tutup rest area. Dengan sistem ini, rest area tertentu bisa dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan volume kendaraan yang melintas. Strategi tersebut membantu mengalihkan pengendara ke rest area lain agar distribusi lebih merata.
Rest area tambahan yang bisa dimanfaatkan pengendara termasuk KM 360, KM 380, KM 130, KM 62B, dan KM 52B. Kebijakan fleksibel ini bertujuan agar para pemudik tetap bisa beristirahat tanpa menimbulkan kepadatan di lokasi tertentu.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan petugas untuk mengatur kendaraan yang masuk dan keluar rest area, sehingga pengendara bisa memanfaatkan fasilitas dengan aman dan nyaman.
Imbauan untuk Pemudik Memanfaatkan Rest Area Sebelum Titik Padat
Rivan menekankan agar pemudik memanfaatkan rest area sebelum titik padat utama, misalnya sebelum KM 229, untuk menghindari antrean panjang dan kepadatan kendaraan. Strategi ini diharapkan bisa memperlancar arus balik secara keseluruhan.
Selain itu, masyarakat disarankan menyiapkan perjalanan sejak awal, termasuk bahan bakar, konsumsi, dan waktu istirahat cukup. Dengan persiapan matang, perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan.
Opsional buka-tutup rest area menjadi solusi dinamis Jasa Marga menghadapi lonjakan kendaraan. Kebijakan ini menyesuaikan jumlah kendaraan yang melintas di setiap titik, sehingga distribusi kendaraan tetap merata. Pemudik juga diimbau selalu mematuhi petunjuk petugas di lapangan untuk memastikan keselamatan bersama.
Strategi Jasa Marga Menjaga Kelancaran Arus Balik
Hingga Jumat, 27 Maret 2026, sebanyak 2,3 juta kendaraan telah masuk Jakarta, menunjukkan bahwa arus balik Lebaran 2026 berjalan signifikan. Dengan rekayasa one way dan opsional buka-tutup rest area, Jasa Marga mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Strategi ini menekankan prediksi volume, perencanaan, dan fleksibilitas sebagai kunci pengelolaan arus balik. Pemudik diimbau memanfaatkan rest area sebelum titik padat, menyiapkan perjalanan dengan matang, dan selalu mengikuti informasi terbaru dari Jasa Marga.
Pendekatan ini diharapkan mampu membuat arus balik tetap aman, efisien, dan nyaman bagi seluruh pengendara. Strategi serupa kemungkinan diterapkan pada musim mudik berikutnya, mengingat tren peningkatan volume kendaraan setiap tahunnya.
Dengan sistem pengelolaan arus balik yang matang, termasuk koordinasi dengan kepolisian dan petugas tol, Jasa Marga membuktikan kesiapan menghadapi lonjakan kendaraan dan memastikan setiap pemudik dapat tiba di tujuan dengan aman.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.






.jpg)






