Jumat, 27 Maret 2026

TOBA Siapkan Dividen Buyback Rights Issue Saat Transisi Bisnis Energi Hijau Berjalan

TOBA Siapkan Dividen Buyback Rights Issue Saat Transisi Bisnis Energi Hijau Berjalan
TOBA Siapkan Dividen Buyback Rights Issue Saat Transisi Bisnis Energi Hijau Berjalan

JAKARTA - Pergerakan strategis tengah dilakukan PT TBS Energi Utama Tbk di tengah fase transformasi bisnis menuju sektor berkelanjutan. 

Emiten berkode saham TOBA ini mengumumkan tiga rencana aksi korporasi penting yang akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Pengumuman tersebut menarik perhatian pelaku pasar karena mencerminkan langkah simultan antara menjaga nilai pemegang saham dan memperkuat ekspansi jangka panjang. 

Di saat perusahaan sedang beralih dari energi konvensional menuju energi hijau, kebijakan tersebut dinilai menjadi sinyal optimisme manajemen. Strategi ini juga dianggap sebagai kombinasi menarik antara distribusi keuntungan dan penguatan modal.

Baca Juga

Laba Darma Henwa Melejit Tajam Tahun 2025 Didukung Pendapatan Akuisisi Strategis Baru

Melalui keterbukaan informasi terkait pemanggilan RUPS, TOBA mengungkapkan tiga agenda utama yang akan dimintakan persetujuan. Ketiganya meliputi penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen, pembelian kembali saham, serta Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. 

Langkah tersebut mencerminkan strategi berimbang antara reward kepada investor dan penguatan struktur permodalan. Aksi ini juga terjadi ketika perusahaan menjalankan transformasi bisnis menuju pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik. Fokus baru tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan ke depan.

Aksi Korporasi Serentak Dukung Transisi Bisnis

Agenda pembagian dividen akan dibahas dalam RUPST, sedangkan buyback saham dan rights issue masuk dalam agenda RUPSLB. Kombinasi kebijakan ini dinilai sebagai langkah yang efisien karena dapat diputuskan dalam satu rangkaian rapat. Selain efisiensi waktu, langkah ini juga memberikan kepastian arah strategi kepada investor. 

Perusahaan tampak berupaya menjaga keseimbangan antara distribusi nilai dan kebutuhan modal ekspansi. Hal tersebut memperkuat persepsi bahwa transformasi bisnis dilakukan secara terencana.

Andhika Audrey analis BRI Danareksa Sekuritas menilai, semua itu merupakan aksi korporasi strategis yang menarik dan layak mendapat perhatian dari investor. Menurutnya penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen dan buyback saham akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham sementara PMHMETD menjadi landasan fondasi penguatan modal untuk ekspansi jangka menengah panjang.

Pandangan tersebut mencerminkan bahwa ketiga kebijakan memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Investor dinilai akan memperoleh manfaat jangka pendek sekaligus peluang pertumbuhan.

“Hal yang lazim biasanya tiga agenda aksi korporasi strategis semacam ini dimintakan restu dalam RUPS secara sekaligus agar lebih efisien secara waktu juga” kata Andhika, dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa langkah simultan ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam mengakselerasi transformasi. 

Selain itu, penyatuan agenda juga memudahkan investor dalam memahami arah kebijakan perusahaan. Efisiensi ini dinilai relevan di tengah dinamika pasar yang bergerak cepat. Dengan demikian, keputusan strategis dapat segera dijalankan.

Dividen Tetap Dibagikan Meski Ada Rugi Non Kas

Yang menarik, menurutnya, meski membukukan rugi bersih di tahun 2025 akibat rugi non-kas dan akuntansi dari divestasi PLTU, TOBA masih bisa membagikan dividen. Hal ini menjadi perhatian karena menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga komitmen kepada pemegang saham. 

Keputusan tersebut juga mencerminkan kondisi fundamental yang masih relatif solid. Investor melihatnya sebagai sinyal positif di tengah masa transisi. Kebijakan ini memperkuat reputasi perusahaan sebagai pembagi dividen.

“Secara historis TOBA adalah emiten yang dividend paying, tahun 2025 memang ada kerugian non-kas karena transisi aset ke bisnis hijau, tapi saldo laba masih positif dari keuntungan tahun-tahun sebelumnya jadi masih bisa bagi dividen. Hal ini juga menunjukkan fundamental bisnis TOBA tetap kuat di tengah periode transisi,” ungkapnya. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerugian yang terjadi bukan berasal dari penurunan operasional. Sebaliknya, hal itu terkait langkah strategis divestasi aset. Oleh karena itu, perusahaan masih memiliki ruang untuk berbagi keuntungan.

Meskipun mencatat rugi bersih non-kas pada tahun 2025 akibat divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap, TOBA tetap mencapai EBITDA disesuaikan positif. Perusahaan juga mencatat saldo kas sebesar US$ 102,3 juta yang meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan operasional yang tetap terjaga. 

Selain itu, likuiditas perusahaan masih dalam kondisi memadai. Hal ini menjadi dasar kuat untuk menjalankan aksi korporasi.

Buyback Dorong Kepercayaan Pasar

Transformasi ini mulai membuahkan hasil dengan meningkatnya kontribusi bisnis berkelanjutan. Pendapatan dari segmen tersebut mencapai US$ 164,1 juta pada tahun 2025. Angka tersebut melonjak 738% secara tahunan. Kontribusi pengelolaan limbah mencapai 41% dari total pendapatan. Peningkatan ini menegaskan arah baru perusahaan mulai menunjukkan hasil.

Raka Junico, analis MNC Sekuritas menyatakan, selain dividen, buyback juga diharapkan memainkan peran penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar terkait fundamental dan value saham TOBA. "Ini artinya manajemen punya keyakinan, harga saham saat ini belum benar-benar mencerminkan valuasi wajarnya,” kata Raka. Ia menilai buyback dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan saham. Investor akan melihatnya sebagai dukungan langsung dari manajemen. Hal tersebut berpotensi meningkatkan minat pasar.

Menurut dia, selain saldo laba yang masih positif, arus kas TOBA yang solid turut mendukung kemampuan untuk melakukan dua aksi korporasi ini secara sekaligus. “Ini menjadi combo booster untuk para investor TOBA, ada arus kas yang masuk dalam bentuk dividen dan ada demand di market terhadap saham TOBA nantinya jika agenda ini disetujui dalam RUPS” tambah Raka. Kombinasi tersebut dinilai mampu memperkuat sentimen pasar. Investor mendapat keuntungan ganda. Hal ini meningkatkan daya tarik saham.

Rights Issue dan Prospek Ekspansi Hijau

Percepatan pergeseran portofolio TOBA membutuhkan penguatan modal yang diyakini akan difasilitasi melalui aksi PMHMETD. Langkah ini diarahkan untuk mendukung ambisi ekspansi jangka panjang. “Skema rights issue bisa memfasilitasi investor strategis untuk masuk dan ambil bagian dalam pertumbuhan jangka panjang suatu perusahaan. 

Ini yang menjadi keuntungannya,” kata Raka. Rights issue juga membuka peluang kolaborasi baru. Modal tambahan diharapkan mempercepat proyek hijau.

Muhammad Wafi menilai, TOBA masih memiliki peluang untuk kembali mencetak laba bersih tahun ini. Ia menyoroti tidak adanya kerugian one-off dari divestasi PLTU seperti tahun lalu. 

"Kontribusi segmen non-batubara juga bisa naik secara proporsional, seiring menyusutnya pendapatan fosil dan mulai beroperasinya aset hijau hasil akuisisi," ungkap Wafi. Ia memperkirakan ekspansi akan semakin agresif. Namun, fase transisi tetap membutuhkan waktu.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta sepakat, TOBA punya modal berharga untuk kembali mengangkat kinerja. Salah satunya ekspansi pembangunan PLTS terapung di Batam berkapasitas 46 megawatt peak. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada 2026. Selain itu, potensi ekspor listrik ke Singapura menjadi peluang tambahan. Sinergi dengan bisnis kendaraan listrik juga memperkuat rantai pasok.

Nafan merekomendasikan akumulasi beli saham TOBA dengan target harga Rp 760 per saham. Sedangkan Wafi merekomendasi beli TOBA dengan target harga Rp 660 per saham. Kedua rekomendasi tersebut mencerminkan optimisme terhadap prospek perusahaan. Transformasi hijau dinilai mulai menunjukkan arah positif. Investor pun menanti realisasi strategi yang telah disiapkan. 

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Laba Alfamart Naik 2025 Pendapatan Tumbuh Didukung Ekspansi Penjualan Nasional Konsisten Berkelanjutan

Laba Alfamart Naik 2025 Pendapatan Tumbuh Didukung Ekspansi Penjualan Nasional Konsisten Berkelanjutan

Jadwal Bus DAMRI Sleman Ke YIA Lengkap Rute Jam Tarif Maret 2026

Jadwal Bus DAMRI Sleman Ke YIA Lengkap Rute Jam Tarif Maret 2026

Mudik Lebaran 2026 Jalur Laut Pelni Layani Penumpang Menuju Jawa Meningkat Signifikan

Mudik Lebaran 2026 Jalur Laut Pelni Layani Penumpang Menuju Jawa Meningkat Signifikan

Arus Balik Lebaran Pelni Prediksi Kepadatan Tanjung Emas Semarang Mulai Akhir Maret

Arus Balik Lebaran Pelni Prediksi Kepadatan Tanjung Emas Semarang Mulai Akhir Maret

Jadwal KA Bandara YIA Ke Stasiun Tugu Yogyakarta Jumat Maret 2026 Lengkap

Jadwal KA Bandara YIA Ke Stasiun Tugu Yogyakarta Jumat Maret 2026 Lengkap