JAKARTA - Lapangan minyak tua sering dianggap telah habis potensinya, namun di Sumatera Selatan, cerita berbeda muncul.
Sumur yang sempat “tertidur” kini kembali aktif, bahkan mencatat lonjakan produksi yang mengejutkan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa optimalisasi sumur eksisting masih menyimpan peluang besar untuk mendukung target produksi minyak nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan kabar menggembirakan terkait kegiatan well intervention di Lapangan Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, pada Minggu, 29 Maret 2026.
Baca JugaTarif Listrik April Juni 2026 Tetap, Rincian Harga Token PLN Terbaru Lengkap
Sumur LBK-29, yang sebelumnya berstatus idle—tidak lagi mampu mengalir secara natural—telah dihidupkan kembali dan menembus angka produksi yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
Lonjakan Produksi Sumur LBK-29
Sebelum “mati suri”, sumur ini terakhir mencatat produksi sebesar 205 barel minyak per hari (BOPD). Namun setelah intervensi dilakukan, hasil uji produksi awal menunjukkan laju alir mencapai 420 BOPD, lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum shut-in.
“Hasil uji produksi awal menunjukkan laju alir mencapai 420 BOPD,” ungkap Djoko.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa sumur eksisting masih memiliki potensi besar, terutama jika dikelola dengan teknologi dan strategi revitalisasi yang tepat. Lonjakan produksi ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan lifting migas nasional, terutama di tengah tantangan penurunan produksi alamiah yang kian nyata.
Teknologi dan Efisiensi dalam Revitalisasi
Kegiatan intervensi dilakukan oleh PT Pertamina EP melalui PEP Zona 4, menggunakan rig PDSI#24.1 berkapasitas 400 HP. Proyek ini dimulai pada 19 Maret dan rampung hanya dalam enam hari, tepatnya pada 24 Maret 2026.
Kecepatan pengerjaan menjadi bukti efisiensi tinggi, sekaligus menekan biaya proyek. Realisasi anggaran tercatat sebesar USD 82.824, atau sekitar 99 persen dari biaya yang disetujui.
Teknologi yang digunakan berupa pemasangan pompa listrik Electric Submersible Pump (ESP) di kedalaman sekitar 2.023–2.026 meter. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan cepat dan hemat biaya dapat memberikan dampak signifikan pada produksi minyak nasional tanpa perlu mengeksplorasi lapangan baru yang lebih kompleks dan mahal.
Tantangan dan Harapan Produksi Jangka Panjang
Meski keberhasilan ini patut diapresiasi, tantangan tetap ada. Djoko Siswanto menekankan pentingnya menjaga performa sumur agar stabil dalam jangka panjang. Salah satu kendala yang kerap muncul adalah water coning, yang bisa menurunkan kualitas dan kuantitas produksi minyak.
“Mohon doa agar produksi bertahan cukup lama,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun sumur idle bisa dihidupkan kembali, keberlanjutan produksinya tetap memerlukan perhatian teknis dan pemeliharaan intensif. Optimisme terhadap peningkatan lifting migas nasional tetap tinggi, namun strategi revitalisasi harus dibarengi kesiapan menghadapi risiko teknis yang ada.
Optimisme untuk Ketahanan Energi Nasional
Keberhasilan menghidupkan kembali sumur LBK-29 menjadi simbol bahwa bahkan sumur yang dianggap “mati” masih bisa menjadi sumber energi baru. Semangat optimisme pun digaungkan melalui pesan sederhana namun penuh makna:
“Bersama kita BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA.”
Pesan ini bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari inovasi, efisiensi, dan semangat kerja keras dalam menghadapi tantangan energi. Keberhasilan revitalisasi sumur tua seperti LBK-29 di Lapangan Prabumulih memberikan harapan bahwa ketahanan energi Indonesia dapat diperkuat, meski sumber daya baru semakin sulit ditemukan.
Revitalisasi sumur eksisting menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga produksi minyak nasional. Kecepatan pengerjaan, penggunaan teknologi modern, dan manajemen biaya yang efisien menunjukkan bahwa peningkatan produksi tidak selalu bergantung pada eksplorasi lapangan baru.
Bahkan lapangan tua yang sebelumnya “tertidur” pun masih menyimpan potensi besar untuk menopang kebutuhan energi negara.
Dengan semangat inovasi dan kerja sama yang baik, keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di lapangan lain. Hasil ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sumur minyak tua dengan pendekatan tepat bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi, sekaligus mendukung target lifting nasional di tengah tantangan ekonomi dan teknis.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi Tempat Makan Nasi Lesah Magelang Paling Enak Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Batagor Tanpa Ikan Gurih Kenyal Ekonomis Ala Abang Abang Nikmat
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Kakiage Gurih Renyah Ala Jepang Mirip Bakwan Sayur Praktis Rumahan
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Sayur Bening Oyong Soun Praktis Lezat Sehat Bergizi untuk Keluarga
- Minggu, 29 Maret 2026
Rekomendasi Tempat Makan Lesehan Bandung Paling Enak Nyaman Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Pangan Akhir Pekan Turun Naik, Cabai Melemah Minyak Goreng Menguat Kembali
- Minggu, 29 Maret 2026
Harga Pangan Nasional Berubah Bawang Dan Beras Naik Cabai Turun Minggu Ini
- Minggu, 29 Maret 2026
Update Tarif Listrik 2026 Per kWh Lengkap Rumah Tangga Bisnis Industri Nasional
- Minggu, 29 Maret 2026










.jpg)

