Senin, 30 Maret 2026

2 Sumur Baru Mahakam Dorong Lifting Gas Nasional Positif

2 Sumur Baru Mahakam Dorong Lifting Gas Nasional Positif
2 Sumur Baru Mahakam Dorong Lifting Gas Nasional Positif

JAKARTA - Kabar baik dari sektor energi nasional kembali memberi angin segar bagi upaya menjaga ketahanan pasokan gas di dalam negeri.

Di tengah tantangan peningkatan lifting migas yang terus menjadi perhatian pemerintah, keberhasilan pembukaan sumur baru di wilayah kerja strategis menjadi penanda bahwa target produksi bukan sekadar rencana di atas kertas.

 Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa proyek-proyek hulu migas yang sedang berjalan mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia

Salah satu perkembangan terbaru datang dari proyek strategis Sisi Nubi di wilayah kerja Mahakam. Proyek ini kembali mencatat progres penting setelah dua sumur baru berhasil diaktifkan dan mulai mengalirkan gas. 

Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan, terutama karena proyek Sisi Nubi selama ini dipandang sebagai salah satu tumpuan dalam menopang produksi gas nasional.

Keberhasilan ini diumumkan langsung oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang melaporkan bahwa Pertamina Hulu Mahakam sukses mengaktifkan dua sumur baru di Platform WPN-7. 

Djoko menyampaikan bahwa kedua sumur tersebut kini telah mulai berproduksi dengan performa awal yang dinilai cukup menjanjikan.

Produksi awal dari dua sumur tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan proyek secara keseluruhan. Selain memperkuat optimisme terhadap pengembangan lapangan Sisi Nubi, capaian ini juga menunjukkan bahwa sinergi antara SKK Migas dan Pertamina terus menghasilkan progres yang konkret. 

Di saat kebutuhan energi nasional terus meningkat, tambahan pasokan gas dari sumur baru tentu menjadi kabar yang sangat berarti.

Dua Sumur Baru WPN-7 Mulai Mengalirkan Gas

Perkembangan terbaru dari proyek Sisi Nubi ditandai dengan mulai beroperasinya dua sumur baru di Platform WPN-7. Kedua sumur ini berhasil onstream pada Maret 2026 dan langsung mencatatkan produksi awal yang cukup menjanjikan.

Sumur NB-701 menjadi sumur pertama yang mulai mengalirkan gas. Sumur ini onstream pada 23 Maret 2026 dengan produksi awal mencapai 8,2 juta standar kaki kubik per hari atau MMscfd. Beberapa hari setelah itu, sumur kedua yakni NB-702 juga mulai beroperasi.

NB-702 tercatat onstream pada 27 Maret 2026 dengan produksi awal yang bahkan lebih tinggi, yakni 11,95 MMscfd. Dengan capaian tersebut, dua sumur baru di Platform WPN-7 langsung memberikan tambahan pasokan gas yang cukup signifikan untuk proyek ini.

“Total produksi awal dari dua sumur di WPN-7 telah mencapai sekitar 20 MMscfd dan masih terus dimonitor untuk potensi peningkatan,” ujar Djoko.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa produksi dari dua sumur ini masih memiliki peluang untuk terus berkembang. Artinya, kontribusi awal yang sudah terlihat saat ini belum menjadi batas akhir, karena performa sumur masih terus dipantau untuk melihat kemungkinan peningkatan produksi dalam tahap berikutnya.

Pengembangan Sisi Nubi Makin Menunjukkan Tren Positif

Tambahan produksi dari Platform WPN-7 semakin memperkuat tren positif pengembangan lapangan Sisi Nubi. Sebelum dua sumur baru ini mulai beroperasi, dua platform lain di proyek yang sama juga telah lebih dulu berproduksi dan memberikan kontribusi terhadap pasokan gas nasional.

Platform WPS4 menjadi salah satu yang lebih dulu aktif dengan kontribusi sebesar 29,4 MMscfd. Produksi dari platform ini berasal dari sumur SS-401 dan SS-406. 

Sementara itu, platform WPS5 juga sudah beroperasi dengan kontribusi produksi mencapai 21,4 MMscfd dari sumur SS-504 dan SS-505.

Dengan masuknya tambahan dari WPN-7, maka saat ini tiga dari enam platform baru dalam proyek Sisi Nubi telah resmi beroperasi. 

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan proyek, karena setengah dari total platform yang direncanakan kini sudah mulai memberikan hasil.

Adapun tiga platform lainnya masih berada dalam tahapan pengembangan yang berbeda. Dua platform masih dalam proses pemboran, sedangkan satu platform lainnya tengah menunggu kedatangan rig untuk melanjutkan tahapan pekerjaan.

 Situasi ini menunjukkan bahwa proyek Sisi Nubi masih bergerak aktif dan progresnya terus berjalan.

Secara keseluruhan, pengembangan enam platform di proyek ini ditargetkan mampu menyumbang produksi gas sebesar 160 hingga 180 MMscfd. 

Angka tersebut menjadi target besar yang diharapkan bisa menopang lifting gas nasional secara signifikan. Harapannya, seluruh platform dapat beroperasi penuh paling lambat pada semester pertama tahun ini.

Optimisme Pemboran Lanjutan Tetap Dijaga

Selain melaporkan keberhasilan dua sumur baru, Djoko Siswanto juga menyampaikan optimisme terhadap tahap lanjutan pemboran yang masih akan dikerjakan dalam proyek ini. 

Tahap berikutnya menjadi krusial karena akan menentukan seberapa besar total produksi akhir yang bisa dicapai setelah seluruh platform aktif.

Djoko menjelaskan bahwa enam sumur berikutnya akan digarap di tiga platform tersisa. Sumur-sumur tersebut diharapkan dapat memberikan hasil produksi yang cukup besar per sumur, sehingga potensi total tambahan gas dari proyek ini tetap terbuka lebar.

Enam sumur lanjutan itu diperkirakan mampu menghasilkan 20–30 MMscfd per sumur. Jika proyeksi ini tercapai, maka proyek Sisi Nubi akan menjadi salah satu kontributor penting dalam mendorong target lifting gas nasional di tahun ini.

Namun, dalam setiap tahapan pemboran dan produksi, aspek keselamatan operasi tetap menjadi perhatian utama. Hal ini ditekankan sebagai bagian penting agar proses pengembangan tidak hanya mengejar target volume, tetapi juga tetap menjaga standar keselamatan yang tinggi di lapangan.

“Mohon doa dan dukungan agar seluruh proses berjalan lancar, aman, dan memberikan hasil optimal bagi ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan proyek bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang kelancaran operasional dan keamanan seluruh proses di lapangan.

Sinyal Kuat Bagi Lifting Gas Dan Ketahanan Energi

Keberhasilan dua sumur baru di Mahakam ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya peningkatan lifting migas nasional masih berada pada jalur yang positif. 

Tambahan produksi dari proyek Sisi Nubi memberi harapan baru bahwa target nasional dapat terus dikejar melalui proyek-proyek strategis yang berjalan efektif.

Sinergi antara SKK Migas dan Pertamina kembali menunjukkan hasil nyata di lapangan. Kolaborasi tersebut tidak hanya terlihat dari percepatan pengembangan proyek, tetapi juga dari capaian produksi awal yang langsung memberi dampak terhadap pasokan gas nasional.

Di tengah tantangan sektor energi yang terus berkembang, progres seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga optimisme. Ketika sumur-sumur baru mulai berproduksi dan platform tambahan terus dipersiapkan, maka harapan terhadap peningkatan lifting tidak lagi sekadar wacana.

Dengan semangat kolaborasi, industri hulu migas Indonesia terus menggaungkan optimisme: lifting naik, energi terjaga, dan target produksi bukan sekadar wacana.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia

Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia

Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien

Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien

Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda

Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda

Harga BBM Terbaru Pertamina Shell Vivo Dan BP Minggu Ini

Harga BBM Terbaru Pertamina Shell Vivo Dan BP Minggu Ini

Tarif Listrik PLN Terbaru Tetap 30 Maret Sampai 5 April

Tarif Listrik PLN Terbaru Tetap 30 Maret Sampai 5 April