JAKARTA - Belakangan ini, kolagen menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan, terutama di dunia kesehatan dan kecantikan.
Dari media sosial hingga etalase toko, produk berbasis kolagen semakin mudah ditemukan. Mulai dari suplemen, minuman, hingga makanan penutup, semuanya menawarkan manfaat serupa: menjaga kulit tetap sehat dan tubuh tetap bugar.
Fenomena ini membuat banyak orang tertarik untuk ikut mencoba. Namun di balik popularitasnya, muncul pertanyaan penting: apakah kolagen efektif atau hanya sekadar tren?
Baca JugaJarang Cuci Sisir Picu Masalah Rambut dan Kesehatan Kulit Kepala
Untuk menjawabnya, penting memahami bagaimana kolagen bekerja di dalam tubuh serta sejauh mana manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah.
Apa Itu Kolagen dan Perannya bagi Tubuh
Kolagen tengah marak belakangan ini, ditandai dengan banyaknya produk suplemen untuk kesehatan dan kecantikan yang beredar di pasaran.
Tidak hanya dalam bentuk suplemen, kolagen kini juga hadir dalam berbagai produk kuliner seperti minuman kolagen (collagen drink), dessert, hingga kaldu tulang yang diklaim kaya kolagen.
Kolagen adalah protein alami yang diproduksi tubuh dan berperan penting dalam menjaga struktur kulit, elastisitas, serta kekuatan jaringan tubuh. Melansir dari WebMD, kolagen sendiri memiliki beberapa fungsi bagi tubuh seperti,
Menjaga kekencangan dan kelembapan kulit
Mendukung kesehatan sendi dan tulang
Membantu pembentukan otot
Mempercepat penyembuhan luka
Melindungi organ tubuh
Namun, produksi kolagen akan menurun seiring bertambahnya usia. Faktor lain seperti paparan sinar matahari, pola makan, hingga gaya hidup juga dapat mempercepat penurunan tersebut. Inilah yang mendorong banyak orang mengonsumsi suplemen kolagen.
Efektivitas Kolagen Berdasarkan Penelitian
Mengutip dari Independent UK, sebuah penelitian merangkum 16 tinjauan dengan hampir 8.000 partisipan menunjukkan hasil yang cenderung positif, meski tidak sepenuhnya konsisten.
Secara umum, konsumsi suplemen kolagen dikaitkan dengan:
Peningkatan elastisitas dan hidrasi kulit
Pengurangan nyeri sendi, terutama pada penderita osteoartritis
Dukungan terhadap kesehatan otot
Namun, manfaat ini tidak terjadi secara instan. Efeknya cenderung muncul secara bertahap dan membutuhkan konsumsi rutin dalam jangka waktu tertentu.
Di sisi lain, hasil penelitian juga menunjukkan variasi. Studi yang lebih baru menemukan peningkatan hidrasi kulit yang lebih signifikan, tetapi efek pada elastisitas justru lebih rendah. Hal ini menandakan bahwa penelitian tentang kolagen masih terus berkembang.
Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Kolagen
Salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas kolagen adalah jenis dan bentuknya. Kolagen dalam suplemen umumnya berbentuk hydrolysed collagen atau peptida kolagen, yaitu protein yang telah dipecah menjadi ukuran lebih kecil agar lebih mudah diserap tubuh.
Sementara itu, kolagen dari makanan biasa belum tentu terserap dengan efisiensi yang sama. Selain itu, sumber kolagen juga beragam, mulai dari hewan seperti sapi, ayam, dan babi, hingga sumber laut seperti ikan, ubur-ubur, dan kerang.
Ada juga alternatif berbasis tumbuhan yang dikenal sebagai vegan collagen booster.
Perbedaan sumber dan proses pengolahan ini membuat kualitas serta efektivitas tiap produk bisa sangat bervariasi. Artinya, tidak semua produk kolagen memberikan hasil yang sama bagi setiap orang.
Peran Gaya Hidup dalam Menentukan Hasil Kolagen
Efektivitas kolagen tidak hanya ditentukan oleh suplemen yang dikonsumsi, tetapi juga gaya hidup seseorang. Paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, kualitas tidur, hingga pola makan sehari-hari turut memengaruhi kondisi kulit dan jaringan tubuh.
Di Indonesia sendiri, kolagen tidak hanya terbatas pada produk kesehatan. Berbagai kafe dan brand kuliner mulai menghadirkan menu berbasis kolagen, seperti minuman kolagen, sup tulang, hingga dessert yang diklaim baik untuk kulit.
Meski sejumlah penelitian menunjukkan manfaat kolagen, para ahli menekankan bahwa bukti ilmiah yang ada masih memiliki keterbatasan.
Banyak studi yang dinilai memiliki kualitas rendah, dengan metode yang beragam serta jumlah partisipan yang terbatas. Hal ini membuat kesimpulan jangka panjang serta manfaatnya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Pada akhirnya, kolagen memang memiliki potensi manfaat bagi tubuh, tetapi tidak bisa dianggap sebagai solusi instan. Pendekatan terbaik tetap mengombinasikan konsumsi nutrisi seimbang dengan gaya hidup sehat agar hasil yang didapat lebih optimal.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Resep Ayam Panggang Paprika Saus Yogurt Bawang Putih yang Lezat Bergizi
- Selasa, 31 Maret 2026












