JAKARTA - Komitmen Indonesia dalam menjaga kredibilitas keuangan negara kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam forum bisnis internasional yang mempertemukan pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti rekam jejak Indonesia dalam memenuhi kewajiban finansial negara yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menarik kepercayaan investor global.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berbicara di hadapan para investor Jepang dalam forum bisnis yang berlangsung di Tokyo. Forum ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat kerja sama investasi antara kedua negara.
Baca JugaPrabowo Akui Gaya Micromanager, Presiden Era Modern CEO Negara
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki reputasi yang baik dalam bekerja sama terkait investasi. Indonesia merupakan negara yang tidak memiliki catatan gagal bayar utang.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Japan-Indonesia Business Forum, di Tokyo, Jepang kemarin, Senin. Agenda tersebut dihadiri oleh pengusaha Indonesia-Jepang, hingga perwakilan dari kedua pemerintah.
Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memiliki kapasitas untuk benar-benar bermitra dengan semua investor. Kondisi tersebut juga akan memberi jaminan dan memberi rasa aman bahwa Indonesia serius melindungi semua investor.
"Saya pikir, reputasi kita sangat jelas. Reputasi ini bukan berusia lima, sepuluh, atau lima belas tahun. Saya pikir sudah puluhan tahun Indonesia memiliki reputasi seperti yang Anda ketahui, kita tidak pernah gagal bayar utang, tidak sekali pun dalam sejarah Republik Indonesia," kata Prabowo.
Reputasi Indonesia Dalam Menjaga Komitmen Keuangan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa reputasi Indonesia dalam menjaga komitmen keuangan negara bukanlah sesuatu yang baru terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, reputasi tersebut telah dibangun selama puluhan tahun melalui konsistensi pemerintah dalam memenuhi berbagai kewajiban finansial.
Menurutnya, Indonesia selalu menghormati semua komitmen dari semua pemerintahan yang berjalan. Meskipun peralihan rezim yang berasal dari latar belakang yang berbeda, bahkan berlawanan, namun sejarah membuktikan bahwa semua Pemerintah Indonesia menepati semua komitmen pemerintah dan presiden sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran kepada investor bahwa stabilitas kebijakan dan komitmen pemerintah tetap terjaga meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan rasa aman bagi para investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia.
"Saya pikir ini penting, di zaman sekarang ini, kita melihat banyak sekali negara ekonomi besar yang gagal bayar, bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi berkali-kali. Jadi Indonesia, terlepas dari semua kekurangan kita, saya pikir kita telah membuktikan diri sebagai negara yang cukup terhormat," ujar Prabowo.
Dengan reputasi tersebut, pemerintah berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan investor internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang stabil dan terpercaya.
Pendekatan Baru Dalam Menarik Investasi Global
Selain menyoroti kredibilitas keuangan negara, Prabowo juga memaparkan pendekatan baru yang diterapkan pemerintah dalam menarik investasi global.
Pendekatan tersebut menekankan pada model investasi berbasis hasil yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Di hadapan investor Jepang itu, Prabowo juga menjelaskan terkait pendekatan baru dalam menarik investasi global dengan menekankan model “berbasis hasil” (result-oriented investment), yang menuntut setiap proyek memberikan keuntungan nyata dan terukur.
Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak hanya menawarkan peluang investasi, tetapi juga menekankan pentingnya kemitraan yang memberikan dampak konkret bagi pembangunan ekonomi.
Dengan demikian, proyek-proyek yang dijalankan diharapkan mampu memberikan manfaat yang jelas bagi semua pihak yang terlibat.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi sekadar menawarkan peluang, melainkan kemitraan konkret yang siap dieksekusi. Model kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang melibatkan investor global.
Pendekatan berbasis hasil tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan bahwa investasi yang masuk dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Kinerja Awal Danantara Jadi Sorotan
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti perkembangan awal dari sovereign wealth fund Indonesia yang dikenal sebagai BPI Danantara. Lembaga pengelola investasi negara ini disebut menunjukkan kinerja awal yang cukup menjanjikan.
Salah satu sorotan utama adalah kinerja awal sovereign wealth fund (SWF) yakni BPI Danantara yang disebut mencatat lonjakan signifikan. Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah aset yang dikelola mencatat peningkatan pengembalian hingga hampir 300% pada tahun pertama.
“Beberapa aset menunjukkan peningkatan hampir 300%. Ini sangat menggembirakan, meskipun kita masih punya perjalanan panjang,” katanya.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan investasi negara mulai menunjukkan hasil yang positif. Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa perjalanan untuk memperkuat pengelolaan investasi nasional masih membutuhkan waktu dan upaya yang berkelanjutan.
Sebelumnya, di agenda World Economic Forum 2026 di Davos pada awal tahun ini, Prabowo juga menjelaskan terkait dengan upaya membangun kredibilitas keuangan negara. Dalam pidatonya, Prabowo juga membeberkan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak pernah gagal bayar utang.
Dia menjelaskan bahwa kredibilitas Indonesia yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun pun telah dijaga. Sebab, kredibilitas yang hilang, sangat mahal untuk diperoleh kembali.
"Dalam sejarah kita, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang negara. Tidak sekali pun. Rezim yang berkuasa selalu membayar utang rezim sebelumnya," ujar Prabowo.
Melalui berbagai pernyataan tersebut, pemerintah berharap dapat memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia merupakan mitra yang dapat dipercaya dalam jangka panjang.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petrindo Jaya Kreasi Capai Pendapatan Fantastis Tapi Laba Bersih Masih Turun
- Selasa, 31 Maret 2026
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Ditjenpas Siap Jalankan Kebijakan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat
- Selasa, 31 Maret 2026












