Selasa, 31 Maret 2026

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025
Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

JAKARTA - Perubahan strategi bisnis sering menjadi kunci bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerja keuangan. Hal tersebut juga dialami oleh PT Personel Alih Daya Tbk setelah perusahaan ini resmi berada di bawah naungan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. 

Sejak proses akuisisi tersebut, sejumlah langkah pembenahan dan ekspansi bisnis mulai dilakukan untuk memperkuat fondasi operasional perusahaan.

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa tenaga alih daya ini menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun buku 2025. 

Baca Juga

Kinerja Sinergi Inti Andalan Prima INET Melonjak Tajam Tahun 2025

Dengan dukungan strategi baru serta perluasan layanan, perusahaan mampu meningkatkan kinerja operasional dan memperbaiki hasil keuangannya. 

Transformasi tersebut mencerminkan upaya manajemen untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Kinerja yang lebih baik tidak hanya terlihat dari sisi pendapatan, tetapi juga dari hasil operasional perusahaan. Berbagai langkah penguatan bisnis yang dilakukan secara bertahap mulai memberikan dampak nyata terhadap performa perusahaan. 

Momentum ini menjadi penting bagi perusahaan dalam memperkuat posisinya di industri jasa tenaga kerja alih daya.

Selain itu, sinergi dengan perusahaan induk juga membuka peluang baru dalam pengembangan bisnis. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menghadirkan layanan baru yang relevan dengan kebutuhan industri.

Perbaikan Kinerja Operasional Perusahaan

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025, PT Personel Alih Daya Tbk mencatatkan perbaikan signifikan pada kinerja operasionalnya. Perusahaan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp14,36 miliar sepanjang 2025.

Capaian ini menunjukkan perubahan yang cukup besar dibandingkan kinerja tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, perusahaan masih mencatatkan rugi usaha sebesar Rp5,44 miliar.

Perbaikan pada sisi operasional ini menjadi salah satu indikator bahwa strategi pembenahan bisnis yang dilakukan perusahaan mulai memberikan hasil yang positif. Dengan pengelolaan operasional yang lebih efektif, perusahaan mampu meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa perusahaan berhasil memperkuat struktur bisnisnya melalui berbagai langkah strategis yang dilakukan selama periode tersebut.

Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Selain perbaikan pada kinerja operasional, perusahaan juga mencatatkan peningkatan pendapatan yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025, PADA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,16 triliun.

Nilai ini meningkat 27,81% secara tahunan atau Year on Year dibandingkan pendapatan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp910,54 miliar.

Direktur Utama Personel Alih Daya Cahyanul Uswah mengungkapkan bahwa peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh kontribusi dari ekspansi lini bisnis baru yang dijalankan perusahaan.

“Ini merupakan proyek kolaborasi dengan mitra strategis untuk penjualan produk Starlite (FTTH) serta Internet Rakyat (IRA) 5G Fixed Wireless Access,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas sumber pendapatan perusahaan serta meningkatkan kontribusi dari berbagai lini bisnis.

Kontribusi Berbagai Segmen Layanan

Jika dirinci lebih lanjut, berbagai segmen layanan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total pendapatan perusahaan. Segmen personel support dan office service menyumbang pendapatan sebesar Rp320,95 miliar.

Layanan kurir juga menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan perusahaan dengan nilai sebesar Rp320,21 miliar. Selain itu, jasa keamanan memberikan kontribusi sebesar Rp162,91 miliar terhadap total pendapatan.

Perusahaan juga memperoleh pendapatan dari segmen wilayah sebesar Rp154,53 miliar. Sementara itu, layanan technical and maintenance mencatatkan pendapatan sebesar Rp136,89 miliar.

Di sisi lain, layanan call center menghasilkan pendapatan sebesar Rp65,45 miliar. Adapun segmen FTTH and project management office memberikan kontribusi sebesar Rp3,87 miliar.

Keberagaman sumber pendapatan ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki portofolio layanan yang cukup luas untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Strategi Penguatan Bisnis Ke Depan

Direktur Utama Personel Alih Daya Cahyanul Uswah menjelaskan bahwa pencapaian pada tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi ganda yang dijalankan secara konsisten oleh perusahaan.

Strategi pertama adalah menambah lini pendapatan baru yang mampu memperluas sumber pemasukan perusahaan.

“Dan memperkuat layanan jasa Technical Services pada project penjualan Starlite serta mengamankan pertumbuhan pendapatan dari layanan bisnis personel support & office services,” katanya.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan disiplin operasional yang ketat dalam memilih kontrak kerja sama dengan management fee yang lebih optimal di seluruh unit bisnis.

Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat struktur keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Untuk merespons perkembangan pesat sektor e-commerce dan logistik, perusahaan melalui lini bisnis jasa kurir juga menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Strategi ini mencakup pemenuhan tenaga kerja, yaitu kurir dan sortir yang masif bagi klien strategis, serta akselerasi ekspansi ke berbagai wilayah baru,” jelas Cahyanul.

Selain itu, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan mitra strategis yaitu anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem dan PT Telemedia Komunikasi Pratama untuk layanan agen call center.

Di bawah naungan INET, PADA juga akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja atau sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan penjualan, instalasi, hingga pemeliharaan jaringan serta infrastruktur melalui skema managed services.

Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan tenaga kerja alih daya yang mampu mendukung kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pendapatan Personel Alih Daya Tembus Rp1,16 Triliun Sepanjang 2025

Pendapatan Personel Alih Daya Tembus Rp1,16 Triliun Sepanjang 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Saraswanti Indoland Catat Laba Rp41,02 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Saraswanti Indoland Catat Laba Rp41,02 Miliar Sepanjang Tahun 2025