Selasa, 31 Maret 2026

Blue Bird Bukukan Laba Rp635 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Blue Bird Bukukan Laba Rp635 Miliar Sepanjang Tahun 2025
Blue Bird Bukukan Laba Rp635 Miliar Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Industri transportasi darat di Indonesia terus menunjukkan dinamika pertumbuhan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai kota besar. 

Di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama dari layanan transportasi berbasis aplikasi, perusahaan transportasi konvensional tetap berupaya memperkuat strategi bisnisnya agar tetap relevan di pasar. 

Salah satu perusahaan yang mampu mempertahankan kinerja positif adalah PT Blue Bird Tbk.

Baca Juga

Kinerja Sinergi Inti Andalan Prima INET Melonjak Tajam Tahun 2025

Perusahaan taksi yang telah lama beroperasi di Indonesia ini kembali mencatatkan hasil keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan serta peningkatan laba bersih yang berhasil dibukukan perusahaan. 

Capaian ini menunjukkan bahwa Blue Bird masih mampu menjaga daya saingnya di tengah perubahan pola transportasi masyarakat.

Kinerja keuangan yang positif juga tidak terlepas dari kontribusi berbagai lini bisnis perusahaan, baik dari layanan taksi maupun unit usaha non-taksi. Diversifikasi layanan yang dilakukan perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan pendapatan sekaligus memperkuat struktur bisnis secara keseluruhan.

Selain itu, manajemen perusahaan juga menilai bahwa strategi operasional dan pengelolaan biaya yang dijalankan sepanjang tahun turut berkontribusi terhadap stabilitas kinerja perusahaan. 

Dengan fondasi bisnis yang relatif kuat, Blue Bird terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.

Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh Sepanjang Tahun

PT Blue Bird Tbk berhasil mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp635,83 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat 8,66% secara tahunan dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp585,19 miliar.

Peningkatan laba bersih ini turut mendorong kenaikan laba per saham dasar perseroan. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia, laba per saham dasar BIRD tercatat mencapai Rp254 per saham.

Pertumbuhan laba tersebut tidak terlepas dari peningkatan aktivitas bisnis perusahaan selama tahun buku 2025. Pendapatan neto Blue Bird juga mengalami peningkatan meskipun pertumbuhannya tergolong moderat.

Secara keseluruhan, perseroan berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp5,70 triliun pada 2025. Nilai tersebut meningkat 13,2% dibandingkan pendapatan neto tahun sebelumnya yang sebesar Rp5 triliun.

Kontribusi Bisnis Taksi Dan Non-Taksi

Bisnis taksi masih menjadi penyumbang utama pendapatan bagi Blue Bird. Sepanjang 2025, layanan taksi memberikan kontribusi sebesar Rp3,99 triliun terhadap total pendapatan perusahaan.

Angka tersebut meningkat 11,60% secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan bahwa layanan taksi Blue Bird masih memiliki basis pelanggan yang kuat di berbagai kota operasional.

Selain layanan taksi, pendapatan dari bisnis non-taksi juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Segmen ini mencatatkan kenaikan dari Rp1,46 triliun menjadi Rp1,71 triliun.

Pertumbuhan pada lini non-taksi memperlihatkan bahwa strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap total pendapatan perusahaan.

Meskipun pendapatan meningkat, beban langsung perusahaan juga mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya aktivitas operasional selama tahun buku 2025.

Struktur Keuangan Dan Posisi Perusahaan

Walaupun terdapat peningkatan pada berbagai beban operasional, Blue Bird tetap mampu menjaga stabilitas kinerja laba tahun berjalan. Setelah memperhitungkan beban langsung, beban usaha, serta pajak penghasilan, perusahaan tetap mencatatkan hasil yang positif.

Dari sisi struktur keuangan, ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan. Pada akhir 2025, ekuitas Blue Bird tercatat sebesar Rp6,32 triliun, meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,88 triliun.

Sementara itu, liabilitas perusahaan turut mengalami kenaikan dari Rp2,44 triliun pada 2024 menjadi Rp3,32 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan adanya aktivitas pendanaan yang digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

Dengan struktur keuangan yang relatif solid, perusahaan memiliki ruang untuk terus mengembangkan berbagai inisiatif bisnis di masa mendatang.

Strategi Perusahaan Dan Pandangan Ke Depan

Presiden Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono yang akrab disapa Andre menyampaikan bahwa perusahaan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan setiap tahunnya. 

Menurutnya, kinerja perusahaan yang semakin baik juga diharapkan tercermin pada peningkatan dividen yang diberikan kepada para pemegang saham.

“Jadi, kalau 2024 kami bagikan dividen sekian. Tahun 2025 harus lebih yang diusulkan. Tunggu saja hasil rapat umum pemegang saham (RUPS). Tapi, kira-kira kisi-kisinya begitu. Setiap tahun kalau performa lebih baik, harus lebih baik lagi (dividennya) berarti,” ungkap Andre baru-baru ini.

Memasuki tahun buku 2026, Andre menyampaikan bahwa perusahaan tidak ingin terlalu optimistis namun juga tidak bersikap pesimistis. Manajemen memilih untuk mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai dinamika ekonomi global.

Menurutnya, situasi geopolitik yang masih memanas berpotensi memicu tekanan terhadap sektor energi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada harga bahan bakar yang menjadi salah satu komponen penting dalam operasional bisnis transportasi.

“Kalau sampai harga bensin harus naik, silakan naik. Tapi yang paling penting, bensin itu ada. Karena kalau sampai langka, bisa chaos. Kalau naiknya tiba-tiba 100% juga bisa chaos. Jadi, kalau meminjam istilah Jawanya: alon-alon asal kelakon. Harga naik, nggak apa-apa asal bertahap. Kalau saya harapannya seperti itu,” tutup Andre.

Dengan berbagai strategi yang dijalankan serta pengalaman panjang di industri transportasi, Blue Bird berupaya mempertahankan stabilitas bisnisnya di tengah perubahan pasar yang terus berlangsung.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Saraswanti Indoland Catat Laba Rp41,02 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Saraswanti Indoland Catat Laba Rp41,02 Miliar Sepanjang Tahun 2025