Rabu, 01 April 2026

PELNI Surabaya Diskon Kontainer Dorong Logistik Pascamudik Lebaran 2026

PELNI Surabaya Diskon Kontainer Dorong Logistik Pascamudik Lebaran 2026
PELNI Surabaya Diskon Kontainer Dorong Logistik Pascamudik Lebaran 2026

JAKARTA - Setelah hiruk pikuk arus mudik dan balik Lebaran 2026 mereda, fokus operasional di sektor transportasi laut mulai bergeser. 

PT PELNI (Persero) Cabang Surabaya kini mengarahkan perhatian pada penguatan distribusi logistik nasional sebagai langkah menjaga kesinambungan layanan. 

Momentum pascamudik dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mengoptimalkan kapasitas kapal yang sebelumnya diprioritaskan bagi angkutan penumpang.

Baca Juga

Alva Indika Fokus Edukasi Konsumen Tentang Manfaat Motor Listrik Hemat Energi

Perubahan fokus ini juga menjadi strategi untuk menjaga kinerja perusahaan tetap stabil di tengah penurunan jumlah penumpang. 

Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan memberikan insentif berupa diskon tarif kontainer, sehingga aktivitas pengiriman barang tetap berjalan aktif meskipun memasuki periode low season.

Strategi Diskon Untuk Jaga Distribusi Logistik

PT PELNI (Persero) Cabang Surabaya mulai mengalihkan fokus pada penguatan distribusi logistik nasional setelah melewati masa puncak angkutan Lebaran 2026. 

Sebagai langkah nyata, perusahaan pelat merah ini menebar diskon tarif kontainer sebesar 20 persen guna menjaga denyut pengiriman barang tetap kencang di periode low season.

Program diskon ini menyasar muatan dry container maupun reefer container. Para pelaku usaha atau shipper bisa memanfaatkan potongan harga tersebut melalui lima armada utama, yakni KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Sinabung.

Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah menjelaskan bahwa insentif ini sengaja diberikan untuk menjaga stabilitas kinerja angkutan barang pascamudik.

 "Kami ingin memastikan kapasitas ruang kapal tetap optimal dan distribusi logistik ke berbagai wilayah, termasuk daerah 3TP, tetap berjalan lancar meski arus penumpang sudah melandai," ujarnya saat ditemui di Surabaya, Selasa (31/3).

Periode Promo Dan Ketentuan Layanan

Masa pemesanan tiket logistik murah ini dibuka sejak 27 Maret hingga 30 April 2026. Menariknya, diskon tersebut tidak membatasi tanggal keberangkatan kapal, selama ruang muat masih tersedia.

Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam merencanakan distribusi barang. Mereka dapat menyesuaikan jadwal pengiriman sesuai kebutuhan tanpa khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan tarif yang lebih murah.

Namun, Roni mengingatkan bahwa potongan harga hanya menyentuh tarif fleet, sementara biaya bongkar muat di pelabuhan tetap berlaku normal. Hal ini penting untuk dipahami agar pengguna jasa tidak salah dalam menghitung total biaya logistik yang harus dikeluarkan.

Tren Penumpang Selama Lebaran

Terkait pergerakan penumpang, PELNI mencatat tren yang cenderung stabil pada periode H-15 hingga H + 10 Lebaran. Total warga yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak mencapai 17.776 orang, hanya selisih tipis sekitar 2 persen dibanding tahun lalu.

Puncak kepadatan arus balik (embarkasi) terjadi pada 28 Maret lalu, di mana KM Dorolonda mengangkut 2.635 penumpang dalam satu keberangkatan. Sementara itu, arus kedatangan (debarkasi) justru jauh lebih masif dengan total 48.690 orang yang turun di Surabaya.

"Secara umum, operasional di lapangan berjalan terkendali. Tidak ada kendala berarti karena kesiapan armada dan sistem pelayanan sudah kami siapkan jauh-jauh hari," kata Roni.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi lonjakan penumpang, operasional PELNI tetap berjalan lancar tanpa hambatan signifikan. Hal ini menjadi indikator kesiapan perusahaan dalam menghadapi periode sibuk tahunan seperti Lebaran.

Digitalisasi Permudah Akses Layanan Logistik

Selain menawarkan diskon tarif, PELNI juga mendorong kemudahan akses layanan melalui digitalisasi. Bagi para pengusaha yang ingin memanfaatkan promosi logistik ini, PELNI mengarahkan reservasi dilakukan secara digital.

Melalui fitur MyCargoo di aplikasi PELNI Mobile, pengguna jasa dapat melihat ketersediaan ruang dan melakukan transaksi tanpa harus mengantre di kantor cabang. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta memberikan pengalaman layanan yang lebih praktis bagi pelanggan.

Digitalisasi menjadi bagian penting dalam transformasi layanan PELNI, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan kecepatan dan kemudahan dalam proses logistik. 

Dengan sistem yang lebih modern, perusahaan dapat menjangkau lebih banyak pengguna serta meningkatkan daya saing di industri transportasi laut.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen PELNI dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. 

Dengan kombinasi antara insentif tarif dan kemudahan akses, perusahaan optimistis dapat menjaga performa bisnis tetap solid setelah periode Lebaran.

Ke depan, strategi serupa berpotensi terus dikembangkan untuk menjaga keseimbangan antara angkutan penumpang dan logistik. Dengan demikian, kapal-kapal yang dioperasikan tidak hanya optimal saat musim ramai, tetapi juga tetap produktif sepanjang tahun.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Fore Coffee Meningkatkan Ekspansi Outlet Serta Laba Bersih Tahun 2025

Fore Coffee Meningkatkan Ekspansi Outlet Serta Laba Bersih Tahun 2025

Jadwal Layanan Bus DAMRI Jogja ke YIA Kembali Lancar Rabu 1 April 2026

Jadwal Layanan Bus DAMRI Jogja ke YIA Kembali Lancar Rabu 1 April 2026

KA Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh pada 1 April 2026 Hari Ini

KA Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh pada 1 April 2026 Hari Ini

Jasa Raharja Catat Santunan Puluhan Miliar di Lebaran 2026, Korban Jiwa Turun Hingga 30 Persen

Jasa Raharja Catat Santunan Puluhan Miliar di Lebaran 2026, Korban Jiwa Turun Hingga 30 Persen

Jasa Marga Catat 3,1 Juta Kendaraan Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Timur Masih Mendominasi

Jasa Marga Catat 3,1 Juta Kendaraan Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Timur Masih Mendominasi