Rabu, 01 April 2026

INET Alihkan Kerja Sama ke Induk WIFI Perluas Layanan

INET Alihkan Kerja Sama ke Induk WIFI Perluas Layanan
INET Alihkan Kerja Sama ke Induk WIFI Perluas Layanan

JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengambil langkah penting dalam memperluas jangkauan bisnisnya dengan menata ulang skema kerja sama layanan IP Transit.

Perubahan ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan strategi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas cakupan pasar yang sebelumnya terbatas. 

Dengan mengalihkan kerja sama dari entitas anak ke entitas induk dalam grup WIFI, INET kini membuka peluang penetrasi yang lebih luas pada berbagai lini layanan konektivitas.

Baca Juga

Alva Indika Fokus Edukasi Konsumen Tentang Manfaat Motor Listrik Hemat Energi

Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan dalam merespons dinamika industri infrastruktur digital yang terus berkembang. 

Jika sebelumnya kolaborasi hanya dilakukan dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), kini kerja sama tersebut beralih ke induk usahanya, yaitu PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yang berada di bawah naungan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

 Perubahan ini memungkinkan INET tidak hanya fokus pada satu segmen layanan, tetapi juga menjangkau spektrum bisnis yang lebih luas.

Perluasan Cakupan Layanan Konektivitas

Perubahan struktur kerja sama ini memberikan dampak signifikan terhadap cakupan layanan yang dapat dijangkau oleh INET. Sebelumnya, kerja sama dengan IJE hanya berfokus pada layanan Fiber to the Home (FTTH). 

Namun dengan keterlibatan JIA sebagai entitas induk, cakupan layanan berkembang hingga mencakup Fixed Wireless Access (FWA).

Langkah ini menandai transformasi penting dalam model bisnis INET. Dengan memperluas layanan ke dua segmen utama, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan serta memperkuat posisinya sebagai penyedia bandwidth. 

Hal ini sejalan dengan kebutuhan pasar yang semakin tinggi terhadap layanan internet berkecepatan tinggi, baik melalui jaringan fiber optik maupun nirkabel.

"Struktur kerja sama pada level entitas induk (JIA) ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya. Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA," demikian intisari penjelasan perusahaan ujar Arki Rifazka Sekertaris Perusahaan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).

Penyesuaian Administratif dan Finansial

Sebagai bagian dari restrukturisasi ini, INET melakukan sejumlah langkah administratif dan finansial yang terstruktur. Langkah pertama adalah pembatalan perjanjian dengan IJE yang dilakukan pada 2 Januari 2026. Dalam proses tersebut, INET menerima kembali seluruh uang jaminan sebesar Rp 61 miliar pada 6 Januari 2026.

Selanjutnya, entitas anak INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), juga mengakhiri perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari 2026. Dalam pengakhiran tersebut, PFI mengembalikan uang muka sebesar Rp48,51 miliar pada 23 Februari 2026. 

Langkah ini menunjukkan bahwa restrukturisasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada tingkat induk tetapi juga pada entitas anak.

Pada saat yang hampir bersamaan, PFI menandatangani addendum perjanjian baru dengan JIA pada 6 Februari 2026. Dalam kesepakatan tersebut, nilai uang jaminan disesuaikan menjadi Rp269,23 miliar. 

Penyesuaian ini mencerminkan peningkatan skala kerja sama sekaligus komitmen yang lebih besar dalam mendukung operasional layanan yang lebih luas.

Restrukturisasi Bukan Penghentian Kerja Sama

Manajemen INET menegaskan bahwa seluruh rangkaian transaksi ini tidak boleh dipahami sebagai penghentian kerja sama. Sebaliknya, langkah ini merupakan bentuk penyesuaian struktur hubungan kontraktual agar lebih selaras dengan kebutuhan bisnis saat ini.

Perubahan ini dilakukan murni berdasarkan pertimbangan operasional dan strategi jangka panjang. Dengan menjalin kerja sama langsung dengan JIA, INET berupaya memperkuat perannya sebagai pemasok bandwidth utama dalam ekosistem grup WIFI. Hal ini juga membuka peluang sinergi yang lebih luas dengan berbagai entitas yang berada di bawah JIA.

Secara struktur, JIA merupakan entitas langsung dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan kepemilikan saham mencapai 99,99 persen. 

Di bawah JIA terdapat IJE dengan kepemilikan 50,84 persen, serta PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) yang dimiliki sebesar 99,9 persen melalui beberapa entitas perantara. 

Dengan demikian, kerja sama dengan JIA secara tidak langsung menghubungkan INET dengan beberapa entitas sekaligus dalam satu ekosistem bisnis.

Kondisi ini memberikan keuntungan strategis bagi INET karena memungkinkan integrasi layanan yang lebih luas dan efisien. Selain itu, peluang ekspansi bisnis juga menjadi lebih terbuka karena perusahaan dapat menjangkau berbagai lini usaha dalam satu grup.

Harapan Terhadap Nilai Tambah Bisnis

Melalui langkah restrukturisasi ini, INET berharap dapat menciptakan nilai tambah yang lebih signifikan di masa depan. Dengan memanfaatkan ekosistem JIA yang lebih luas, perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat daya saing di industri infrastruktur konektivitas.

Perseroan juga mengimbau para pemangku kepentingan dan investor untuk merujuk langsung pada laporan keuangan resmi agar memahami substansi perubahan ini secara menyeluruh. 

Transparansi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap langkah strategis yang diambil perusahaan.

Ke depan, langkah ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat posisi INET sebagai pemain kunci dalam penyediaan layanan bandwidth di Indonesia. 

Dengan strategi yang lebih terintegrasi, INET optimistis dapat menghadapi tantangan industri sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Fore Coffee Meningkatkan Ekspansi Outlet Serta Laba Bersih Tahun 2025

Fore Coffee Meningkatkan Ekspansi Outlet Serta Laba Bersih Tahun 2025

Jadwal Layanan Bus DAMRI Jogja ke YIA Kembali Lancar Rabu 1 April 2026

Jadwal Layanan Bus DAMRI Jogja ke YIA Kembali Lancar Rabu 1 April 2026

KA Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh pada 1 April 2026 Hari Ini

KA Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh pada 1 April 2026 Hari Ini

Jasa Raharja Catat Santunan Puluhan Miliar di Lebaran 2026, Korban Jiwa Turun Hingga 30 Persen

Jasa Raharja Catat Santunan Puluhan Miliar di Lebaran 2026, Korban Jiwa Turun Hingga 30 Persen

Jasa Marga Catat 3,1 Juta Kendaraan Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Timur Masih Mendominasi

Jasa Marga Catat 3,1 Juta Kendaraan Arus Balik Lebaran 2026, Jalur Timur Masih Mendominasi