JAKARTA - Kegagalan tim nasional Italia kembali mencuri perhatian publik sepak bola dunia setelah mereka dipastikan tidak tampil di Piala Dunia 2026.
Hasil ini menjadi pukulan berat bagi negara dengan sejarah panjang di ajang tersebut. Sorotan pun tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, tetapi juga pada faktor yang dianggap berkontribusi terhadap kegagalan ini.
Kekalahan yang terjadi melalui drama adu penalti menambah luka mendalam bagi para pendukung Gli Azzurri. Situasi ini sekaligus memperpanjang absennya Italia dari panggung sepak bola terbesar di dunia.
Baca JugaJuventus Hadapi Dilema Serius Lois Openda, Masa Depan Terancam Jelang Akhir Musim
Drama Kekalahan Italia di Babak Playoff
Italia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kepastian ini didapat setelah mereka kalah dari Bosnia Herzegovina dalam babak play-off kualifikasi zona Eropa.
Bertanding di Stadion Bilino Polje, Zenica, Italia harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat adu penalti dengan skor 1-4. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Dalam pertandingan tersebut, Italia sempat unggul lebih dahulu melalui gol Moise Kean. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan hingga akhir laga.
Kartu Merah dan Gol Penyeimbang Bosnia
Petaka bagi Italia datang menjelang akhir babak pertama ketika bek Alessandro Bastoni diganjar kartu merah. Keputusan ini membuat Italia harus bermain dengan sepuluh pemain sepanjang sisa pertandingan.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Bosnia untuk meningkatkan tekanan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79 melalui gol Haris Tabakovic yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Italia Gagal di Adu Penalti Penentuan
Dalam babak adu penalti, Italia tampil kurang maksimal. Dua penendang mereka, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Satu-satunya pemain yang berhasil mencetak gol bagi Italia dalam adu penalti adalah Sandro Tonali. Sementara itu, Bosnia tampil lebih tenang dan efektif dalam mengeksekusi penalti.
Hasil akhir 1-4 memastikan Bosnia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, sementara Italia harus kembali menelan kekecewaan.
Rekor Buruk Italia di Ajang Piala Dunia
Kegagalan ini menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun bagi Italia tidak lolos ke putaran final Piala Dunia. Sebuah catatan yang sangat kontras dengan sejarah gemilang mereka di kompetisi tersebut.
Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada tahun 2014 yang berlangsung di Brasil. Sejak saat itu, mereka terus gagal melewati fase kualifikasi.
Padahal, Italia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi empat gelar juara. Gelar terakhir mereka diraih pada tahun 2006 bersama Gianluigi Buffon sebagai bagian penting tim.
Kritik Hasan Salihamidzic terhadap Juventus
Mantan pemain Bosnia, Hasan Salihamidži?, memberikan pandangannya terkait kegagalan Italia. Ia menilai bahwa kondisi sepak bola Italia saat ini tidak bisa dilepaskan dari performa klub besar seperti Juventus.
Menurutnya, Juventus merupakan barometer kekuatan sepak bola Italia. Ketika klub tersebut mengalami penurunan performa, dampaknya juga dirasakan oleh tim nasional.
"Italia sedang melewati masa-masa sulit. Bagi saya, barometer sepak bola adalah Juventus. Ketika Juve tidak dalam performa terbaiknya, tim nasional pun ikut terpengaruh," usai laga Bosnia melawan Italia.
Pernyataan tersebut merujuk pada performa Juventus yang dalam beberapa musim terakhir mengalami penurunan. Klub tersebut sudah cukup lama tidak meraih gelar Scudetto, dengan terakhir kali terjadi pada tahun 2020.
Dampak Penurunan Klub terhadap Tim Nasional
Penurunan performa klub-klub besar seperti Juventus dinilai memiliki efek domino terhadap kualitas tim nasional. Hal ini karena banyak pemain timnas berasal dari klub-klub tersebut.
Ketika klub tidak tampil kompetitif, perkembangan pemain juga bisa terhambat. Kondisi ini pada akhirnya berdampak pada performa tim nasional di ajang internasional.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi federasi sepak bola Italia untuk melakukan pembenahan. Regenerasi pemain dan peningkatan kualitas kompetisi domestik menjadi kunci untuk bangkit dari keterpurukan.
Harapan Kebangkitan Sepak Bola Italia ke Depan
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi momen refleksi bagi sepak bola Italia. Banyak pihak berharap adanya perubahan besar dalam sistem pembinaan dan kompetisi.
Dengan sejarah panjang dan prestasi yang dimiliki, Italia diyakini masih memiliki potensi untuk bangkit. Namun, dibutuhkan kerja keras dan strategi yang tepat untuk mengembalikan kejayaan tersebut.
Para penggemar kini hanya bisa berharap bahwa Gli Azzurri mampu kembali tampil di panggung dunia pada edisi berikutnya. Kegagalan kali ini diharapkan menjadi pelajaran penting untuk masa depan sepak bola Italia.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini UBS dan Galeri 24 Rabu 1 April 2026
- Rabu, 01 April 2026
Pergerakan Harga Emas Perhiasan Rabu 1 April 2026 Naik Tipis dan Buyback
- Rabu, 01 April 2026
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini Rabu 1 April 2026 Usai IHSG Melemah
- Rabu, 01 April 2026



.jpg)








