JAKARTA - Stabilnya harga bahan bakar minyak (BBM) pada April menjadi perhatian utama masyarakat di tengah kondisi harga minyak dunia yang masih tinggi.
Pemerintah memastikan bahwa tidak ada perubahan harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi. Keputusan ini memberikan kepastian bagi konsumen sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah dan Kementerian ESDM bersama Pertamina. Kebijakan ini juga tidak lepas dari arahan Presiden yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, kebijakan harga BBM tetap diarahkan untuk menjaga kesejahteraan publik.
Baca JugaKopdes Merah Putih Sediakan Pos Pengaduan Perempuan dan Anak Desa
Kebijakan Pemerintah Menjaga Harga BBM Tetap Stabil
Dalam pernyataannya, Prasetyo menegaskan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga BBM. Hal ini berlaku untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi. Keputusan ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia. Namun, setiap keputusan tetap mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat luas. Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi prioritas utama dalam kebijakan energi nasional saat ini.
Kebijakan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kepentingan rakyat. Dengan harga yang tidak berubah, masyarakat dapat lebih mudah mengatur pengeluaran, terutama untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.
Daftar Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tetap
Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53) dipastikan tidak mengalami perubahan. Semua harga tersebut masih mengikuti harga yang berlaku pada Maret 2026.
Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tetap pada harga yang sama. Pertalite dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi atau Biosolar berada di angka Rp6.800 per liter. Stabilnya harga ini memberikan kepastian bagi masyarakat luas.
Sebelumnya, pada Maret 2026, terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi. Sebagai contoh, Pertamax di Jakarta sempat naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter pada Februari 2026. Kini, harga tersebut tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Komitmen Pertamina Menjaga Pasokan Energi
Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Perusahaan mengikuti arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM. Hal ini berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika global. Dengan tidak adanya perubahan harga, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan energi nasional. Pertamina berupaya memastikan distribusi BBM berjalan lancar di seluruh wilayah, dari Sabang hingga Merauke.
Rincian Harga BBM di Berbagai Wilayah Indonesia
Berikut daftar harga BBM Pertamina di berbagai wilayah. Di Aceh, Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Dexlite Rp14.500, dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter.
Di wilayah Free Trade Zone Sabang, harga sedikit berbeda. Pertamax dijual Rp11.500 per liter dan Dexlite Rp13.250 per liter. Sementara di wilayah lain seperti Sumatera Utara, harga mengikuti pola serupa dengan Aceh untuk BBM subsidi.
Untuk wilayah Jawa seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax berada di Rp12.300 per liter. Pertamax Turbo Rp13.100, Pertamax Green 95 Rp12.900, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga memiliki harga yang sama dengan wilayah Jawa. Hal ini menunjukkan adanya keseragaman harga di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Variasi Harga BBM di Wilayah Timur dan Perbatasan
Di wilayah Kalimantan, harga Pertamax bervariasi antara Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter. Pertamina Dex di beberapa daerah mencapai Rp15.100 per liter, seperti di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Perbedaan ini dipengaruhi oleh biaya distribusi dan logistik.
Sementara itu, di wilayah Sulawesi, harga Pertamax umumnya berada di kisaran Rp12.600 per liter. Harga ini juga berlaku di wilayah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Tenggara. Kondisi geografis menjadi salah satu faktor penentu harga di wilayah ini.
Untuk wilayah Papua dan sekitarnya, harga BBM cenderung sama dengan wilayah timur lainnya. Pertalite tetap di Rp10.000 per liter dan Solar di Rp6.800 per liter. Sementara itu, jenis BBM non-subsidi mengikuti harga yang disesuaikan dengan biaya distribusi.
Implikasi Kebijakan Harga BBM bagi Masyarakat
Stabilnya harga BBM memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Dengan harga yang tidak berubah, masyarakat dapat lebih mudah merencanakan pengeluaran harian. Hal ini juga membantu menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi global.
Di sisi lain, kebijakan ini juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Sektor transportasi, logistik, dan distribusi dapat mengatur biaya operasional dengan lebih stabil. Hal ini berkontribusi pada kelancaran aktivitas ekonomi nasional.
Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan fiskal dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kondisi ini, diharapkan stabilitas ekonomi dapat terus terjaga di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini UBS dan Galeri 24 Rabu 1 April 2026
- Rabu, 01 April 2026
Pergerakan Harga Emas Perhiasan Rabu 1 April 2026 Naik Tipis dan Buyback
- Rabu, 01 April 2026
Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini Rabu 1 April 2026 Usai IHSG Melemah
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Cadangan Minyak AS Diprediksi Naik, Harga Minyak Dunia Melemah Tajam Pada Rabu
- Rabu, 01 April 2026



.jpg)








