Belanda Ditahan Ekuador Sepuluh Pemain Oranje Gagal Pertahankan Keunggulan Awal Pertandingan
- Rabu, 01 April 2026
JAKARTA - Pertandingan uji coba antara Netherlands national football team dan Ecuador national football team menghadirkan duel yang cukup sengit.
Laga yang digelar di Philips Stadion, Rabu, 1 Maret 2026 dini hari WIB itu berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus puas berbagi skor 1-1 setelah pertandingan berjalan intens sejak menit awal.
Hasil imbang ini terasa kurang memuaskan bagi Belanda. Mereka tampil kurang dominan sepanjang laga. Bahkan penguasaan bola lebih banyak dimiliki oleh Ekuador.
Baca JugaKenalan Dengan Blurring Makeup, Tren Favorit Cantik Ala Gen Z
Situasi semakin sulit setelah Belanda harus bermain dengan sepuluh pemain. Kartu merah yang diterima salah satu pemain membuat keseimbangan permainan berubah. Ekuador pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk menekan.
Gol Belanda tercipta melalui bunuh diri pemain lawan. Sementara Ekuador membalas lewat penalti. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Gol Cepat Mengubah Awal Pertandingan
Belanda langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka membuka keunggulan cepat pada menit ketiga. Situasi ini terjadi dari skema serangan sederhana.
Umpan silang dari Cody Gakpo gagal diantisipasi dengan baik oleh Willian Pacho. Bola justru masuk ke gawang sendiri. Belanda pun unggul 1-0 lebih dulu.
Keunggulan tersebut membuat Belanda percaya diri. Mereka mencoba mempertahankan tekanan. Namun Ekuador tidak tinggal diam.
Pada menit kedelapan, Enner Valencia memimpin serangan balik cepat. Umpannya disambut oleh Joan Yeboah. Sayangnya, tembakan first-time hanya membentur tiang gawang.
Kartu Merah Mengubah Jalannya Laga
Belanda kembali menciptakan peluang satu menit kemudian. Donyell Malen melepaskan tembakan jarak jauh. Namun kiper Gonzalo Valle mampu melakukan penyelamatan.
Petaka datang pada menit ke-12. Denzel Dumfries diganjar kartu merah langsung. Ia dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap Gonzalo Plata.
Keputusan tersebut membuat Belanda harus bermain dengan sepuluh pemain. Kondisi ini memberi keuntungan bagi Ekuador. Mereka mulai menguasai jalannya pertandingan.
Ekuador meningkatkan tekanan secara konsisten. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Belanda. Tim tamu terlihat kesulitan keluar dari tekanan.
Ekuador Samakan Kedudukan Lewat Penalti
Tekanan Ekuador akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Mereka mendapatkan hadiah penalti. Pelanggaran terjadi ketika kiper Mark Flekken menjatuhkan Plata.
Valencia dipercaya sebagai eksekutor. Ia menjalankan tugasnya dengan tenang. Bola berhasil masuk ke gawang dan skor berubah menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, Ekuador semakin percaya diri. Mereka terus menekan lini belakang Belanda. Peluang demi peluang tercipta.
Menjelang akhir babak pertama, Yeboah kembali mengancam. Ia memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Namun Flekken berhasil melakukan penyelamatan penting.
Dominasi Ekuador di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Ekuador tampil lebih dominan. Mereka mengontrol penguasaan bola. Belanda lebih banyak bertahan.
Dengan jumlah pemain lebih banyak, Ekuador terus menggempur. Namun penyelesaian akhir menjadi masalah. Banyak peluang gagal dimaksimalkan.
Belanda mencoba mengandalkan serangan balik. Akan tetapi, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih. Lini depan minim suplai bola.
Pertahanan Belanda tampil cukup disiplin. Meski terus ditekan, mereka mampu menahan gempuran. Skor tetap tidak berubah hingga menit-menit akhir.
Skor Imbang Bertahan Hingga Akhir
Pada fase akhir pertandingan, Ekuador kembali mendapatkan peluang emas. Namun usaha tersebut masih belum membuahkan hasil. Penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Belanda juga tidak mampu menciptakan kejutan. Mereka lebih fokus menjaga pertahanan. Hasil imbang pun tak terhindarkan.
Peluit panjang akhirnya dibunyikan. Skor 1-1 menutup pertandingan. Kedua tim harus puas berbagi hasil.
Hasil ini terasa minor bagi Belanda. Sebelumnya mereka berhasil meraih kemenangan saat menghadapi Norwegia. Kini mereka harus menerima hasil imbang.
Susunan Pemain Kedua Tim
Belanda menurunkan formasi 4-2-3-1. Mark Flekken berada di bawah mistar. Lini belakang diisi Denzel Dumfries, Stefan de Vrij, Virgil van Dijk, dan Nathan Aké.
Lini tengah dihuni Jerdy Schouten dan Quinten Timber. Sementara lini serang ditempati Donyell Malen, Xavi Simons, dan Cody Gakpo. Posisi penyerang diisi Brian Brobbey.
Tim asuhan Ronald Koeman tersebut menghadapi Ekuador yang memakai formasi 4-1-3-2. Gonzalo Valle menjadi kiper. Lini belakang diisi Pervis Estupinan, Joel Ordonez, Willian Pacho, dan Felix Torres.
Di lini tengah terdapat Moisés Caicedo bersama Gonzalo Plata, Pedro Vite, dan Alan Franco. Duet penyerang diisi Enner Valencia dan Joan Yeboah. Tim ini ditangani oleh Sebastián Beccacece.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.











