Rabu, 01 April 2026

IHSG Pagi Ini Naik 1,89 Persen Bertengger Di Level 7.181

IHSG Pagi Ini Naik 1,89 Persen Bertengger Di Level 7.181
IHSG Pagi Ini Naik 1,89 Persen Bertengger Di Level 7.181

JAKARTA - Awal April 2026 dibuka dengan sentimen positif di pasar saham domestik. 

Pergerakan indeks yang langsung melesat sejak pembukaan perdagangan menunjukkan adanya dorongan optimisme dari pelaku pasar setelah dinamika global yang cukup fluktuatif.

IHSG pada pagi ini mengalami kenaikan tajam. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 1 April 2026, IHSG berada di posisi 7.149,253 dan langsung bergerak menguat.

Baca Juga

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Global

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung naik sebanyak 133,536 poin atau setara 1,89 persen ke level 7.181,758. Lonjakan ini menjadi salah satu pembukaan yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan ini memperlihatkan bahwa minat beli investor kembali mendominasi pasar. Kondisi tersebut memberikan sinyal bahwa kepercayaan terhadap pasar saham domestik mulai pulih.

Mayoritas Saham Bergerak Menguat

Pergerakan positif IHSG didukung oleh dominasi saham yang mencatatkan kenaikan. Sebanyak 472 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini, mencerminkan sentimen bullish yang cukup luas.

Sementara itu, sebanyak 135 saham mengalami pelemahan dan 111 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual relatif lebih kecil dibandingkan dorongan beli dari investor.

Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pasar sedang berada dalam fase penguatan. Investor terlihat lebih agresif dalam melakukan akumulasi saham di awal sesi perdagangan.

Dominasi saham hijau ini juga memberikan peluang bagi trader jangka pendek. Momentum seperti ini sering dimanfaatkan untuk meraih keuntungan cepat.

Aktivitas Transaksi Meningkat Tajam

Selain pergerakan indeks, aktivitas transaksi juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pukul 09.20 WIB, total transaksi tercatat mencapai Rp2,623 triliun.

Volume saham yang diperdagangkan mencapai 4,943 miliar lembar. Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi pelaku pasar pada awal perdagangan hari ini.

Lonjakan transaksi biasanya menjadi indikasi adanya minat besar dari investor. Hal ini bisa didorong oleh sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.

Dengan likuiditas yang tinggi, pasar menjadi lebih dinamis. Namun, volatilitas juga berpotensi meningkat sehingga investor perlu tetap berhati-hati.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menyebut IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Analisis ini menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi.

"Diperkirakan support IHSG 6.950-7.000 dan resist IHSG 7.150-7.300," ungkap Fanny dalam analisis hariannya. Rentang ini penting untuk memantau arah pergerakan indeks.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,61 persen. Penurunan tersebut disertai dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,17 triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBRI, BRMS, BUMI, BBNI, dan MBMA.

Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar

Dari pasar global, indeks saham Dow Jones Industrial Average ditutup naik 2,49 persen. Sementara S&P 500 meningkat 2,91 persen dan Nasdaq Composite melonjak 3,83 persen.

Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi segera berakhir. Sentimen ini memberikan dampak positif terhadap pasar global.

Namun, kondisi berbeda terlihat di kawasan Asia-Pasifik. Beberapa indeks utama justru mengalami pelemahan akibat kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. Ia menyatakan AS akan menghancurkan fasilitas penting jika tidak ada kesepakatan damai.

Pergerakan Bursa Asia Masih Beragam

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,6 persen dan Topix melemah 1,3 persen. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi global.

Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 4,3 persen dan Kosdaq turun 4,9 persen. Tekanan jual terlihat cukup besar di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Hang Seng Index naik 0,15 persen dan ASX 200 menguat 0,25 persen. Pergerakan ini menunjukkan adanya variasi sentimen di kawasan Asia.

Sementara itu, indeks Taiex Taiwan melemah 2,45 persen. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar global masih diliputi ketidakpastian.

Dengan berbagai sentimen yang berkembang, IHSG tetap menunjukkan ketahanan. Kenaikan pada pagi ini menjadi sinyal positif bagi pasar domestik di tengah dinamika global yang kompleks.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global

Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global

Saldo Minimum Bank Mandiri BRI BNI Terbaru April 2026 Lengkap Terbaru

Saldo Minimum Bank Mandiri BRI BNI Terbaru April 2026 Lengkap Terbaru

BRImo Kian Ramah Pengguna Permudah Transaksi Digital Masyarakat Indonesia Masa Kini

BRImo Kian Ramah Pengguna Permudah Transaksi Digital Masyarakat Indonesia Masa Kini

Strategi Jasindo Antisipasi Lonjakan Klaim Asuransi Tani Padi Akibat El Nino Ekstrem

Strategi Jasindo Antisipasi Lonjakan Klaim Asuransi Tani Padi Akibat El Nino Ekstrem

Allo Bank Antisipasi Risiko Kredit dengan Naikkan Impairment Awal Tahun 2026

Allo Bank Antisipasi Risiko Kredit dengan Naikkan Impairment Awal Tahun 2026