Rabu, 01 April 2026

Laba Fore Kopi Melesat 55 Persen Jadi Rp90,1 Miliar

Laba Fore Kopi Melesat 55 Persen Jadi Rp90,1 Miliar
Laba Fore Kopi Melesat 55 Persen Jadi Rp90,1 Miliar

JAKARTA - Ekspansi gerai yang agresif kembali menjadi motor utama pertumbuhan emiten sektor food and beverage.

Di tengah persaingan bisnis kopi yang semakin ketat, PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) justru mampu mencatatkan lonjakan kinerja yang signifikan sepanjang 2025. 

Perusahaan pengelola jaringan Fore Coffee itu membukukan kenaikan pendapatan, laba bersih, hingga EBITDA, seiring strategi ekspansi yang terus dijalankan setelah melantai di bursa.

Baca Juga

PADA Catatkan Laba Bersih 2025 Setelah Akuisisi INET, Strategi Bisnis dan Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan

Emiten pengelola gerai Fore Coffee PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) mencatat lonjakan laba bersih hingga 55% sepanjang 2025. 

Kinerja positif tersebut ditopang oleh ekspansi gerai yang dilakukan secara agresif sepanjang tahun, termasuk setelah perusahaan melaksanakan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada April 2025.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, FORE membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun. Angka ini melesat 44% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,04 triliun. 

Pertumbuhan pendapatan ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi yang ditempuh perseroan berhasil memperluas basis konsumen sekaligus memperkuat penetrasi pasar.

Tidak hanya dari sisi pendapatan, peningkatan juga terlihat pada laba bersih perusahaan. Sepanjang 2025, laba bersih FORE tercatat sebesar Rp90,1 miliar. Capaian ini melonjak 55% yoy dari posisi tahun 2024 yang berada di level Rp58,2 miliar. 

Lompatan laba tersebut menegaskan bahwa ekspansi usaha tidak hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga mampu mendorong profitabilitas perusahaan.

Kinerja ini juga sejalan dengan pertumbuhan EBITDA yang naik tajam. FORE mencatat EBITDA sebesar Rp300 miliar pada 2025, atau melonjak 58% dibandingkan Rp190 miliar pada 2024. 

Kenaikan ini turut didorong oleh ekspansi margin EBITDA menjadi 20%, dari sebelumnya 18,3%, yang menandakan adanya perbaikan efisiensi operasional di tengah pertumbuhan bisnis yang cepat.

Ekspansi Gerai Jadi Motor Pertumbuhan Kinerja

Pertumbuhan kinerja keuangan FORE disebut tidak terlepas dari ekspansi jaringan usaha yang dijalankan secara agresif sepanjang 2025. 

Perusahaan menambah lebih dari 90 gerai baru selama periode tersebut, sebuah langkah yang memperlihatkan keseriusan manajemen dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi merek di industri kopi nasional.

Menariknya, lebih dari 60 gerai baru tersebut dibuka setelah FORE resmi melantai di bursa melalui IPO pada April 2025. 

Hal ini menunjukkan bahwa dana hasil penawaran saham perdana langsung diarahkan untuk mendukung percepatan ekspansi bisnis, sesuai dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan manajemen kepada investor.

Hingga akhir 2025, jumlah gerai aktif FORE tercatat mencapai 316 gerai. Angka ini meningkat 37% dibandingkan 231 gerai pada akhir 2024. 

Pertumbuhan jumlah gerai yang cukup besar dalam satu tahun tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendukung peningkatan pendapatan dan laba perusahaan.

Ekspansi ini dinilai sejalan dengan strategi perseroan untuk memanfaatkan momentum pasar kopi premium yang masih tumbuh di Indonesia. 

Dengan penambahan gerai yang masif, FORE tidak hanya memperluas kehadiran fisik di berbagai wilayah, tetapi juga memperkuat akses konsumen terhadap produk dan pengalaman yang ditawarkan oleh merek tersebut.

Margin EBITDA Naik Seiring Efisiensi Operasional

Selain ekspansi gerai, perbaikan kinerja FORE juga tercermin dari sisi profitabilitas operasional. EBITDA perusahaan melonjak 58% menjadi Rp300 miliar pada 2025, dari Rp190 miliar pada tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa perusahaan tidak sekadar tumbuh dari sisi skala, tetapi juga berhasil menjaga efektivitas model bisnisnya.

Salah satu indikator pentingnya adalah margin EBITDA yang meningkat menjadi 20% dari sebelumnya 18,3%. Kenaikan margin ini menandakan bahwa pertumbuhan bisnis yang dilakukan perseroan tetap disertai kemampuan menjaga efisiensi biaya dan kualitas operasional, meskipun jumlah gerai bertambah signifikan dalam waktu relatif singkat.

Presiden Direktur FORE Vico Lomar menyampaikan bahwa capaian sepanjang 2025 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keunggulan operasional sekaligus merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang. 

Menurut dia, keberhasilan menambah puluhan gerai baru tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperkuat posisi merek di industri kopi.

"Dengan keberhasilan mengintegrasikan 90+ gerai baru ke dalam ekosistem kami, kami tidak hanya memperluas jejak kehadiran kami tetapi juga memperkuat ekuitas merek kami," kata Vico.

Ia menegaskan bahwa perseroan tetap fokus menghadirkan pengalaman kopi premium yang terjangkau. Di saat yang sama, perusahaan juga berupaya memastikan bahwa setiap rupiah dari modal IPO FORE mampu menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Fore Donut Jadi Arah Baru Pengembangan Bisnis

Di tengah penguatan bisnis inti, FORE juga mulai memperluas lini usaha dengan menghadirkan segmen baru. Perseroan meluncurkan Fore Donut pada akhir 2025 sebagai langkah diversifikasi bisnis. 

Langkah ini menandai bahwa perusahaan tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan gerai kopi, tetapi juga mulai mengeksplorasi potensi bisnis pendamping yang masih relevan dengan ekosistem konsumennya.

Dua gerai perdana Fore Donut dibuka di Supermall Karawaci, Tangerang, dan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Kehadiran dua gerai awal ini menjadi pijakan awal bagi perseroan dalam menguji pasar sekaligus memperluas pengalaman merek di luar produk kopi.

Pengembangan lini bisnis baru tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Maret 2026, perusahaan telah membuka gerai ketujuh Fore Donut di Epiwalk, Jakarta Selatan. 

Ini menunjukkan bahwa langkah diversifikasi yang dimulai pada akhir 2025 terus berlanjut sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah perusahaan.

Ekspansi ke segmen baru ini juga mendapat perhatian dari manajemen sebagai bukti kemampuan inovasi yang dimiliki perusahaan. Dengan masuk ke lini donut, FORE mencoba memperluas relevansi mereknya di tengah pasar yang terus berubah dan semakin kompetitif.

Manajemen Optimistis Ciptakan Nilai Berkelanjutan

Presiden Komisaris Willson Cuaca menilai langkah ekspansi ke lini bisnis baru menunjukkan kapasitas inovasi perusahaan yang berjalan efektif. 

Menurut dia, kemampuan FORE meluncurkan Fore Donut dan mendapat respons positif secara luas menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki mesin inovasi yang terus bergerak.

Dia menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti bahwa tim FORE mampu menerjemahkan peluang pasar ke dalam model bisnis baru yang tetap selaras dengan kekuatan merek utama. 

Dengan kombinasi ekspansi gerai kopi dan pengembangan bisnis pendamping, perusahaan dinilai berada dalam posisi yang cukup kuat untuk menjaga pertumbuhan ke depan.

"Kami optimis akan kemampuan kami untuk mempertahankan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Pernyataan ini mencerminkan keyakinan manajemen bahwa pertumbuhan yang dicapai sepanjang 2025 bukan sekadar hasil jangka pendek. 

Dengan pendapatan yang melonjak, laba bersih yang meningkat tajam, margin EBITDA yang membaik, serta diversifikasi bisnis yang mulai berjalan, FORE berupaya menegaskan diri sebagai emiten yang agresif bertumbuh namun tetap menjaga kualitas operasional dan arah inovasi bisnisnya.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Wijaya Karya Bangunan Gedung Fokus Capai Target Kontrak Baru Rp3 Triliun 2026

Wijaya Karya Bangunan Gedung Fokus Capai Target Kontrak Baru Rp3 Triliun 2026

TOWR Capai Pertumbuhan Laba dan Pendapatan di Tengah Peluang Industri 5G 2025

TOWR Capai Pertumbuhan Laba dan Pendapatan di Tengah Peluang Industri 5G 2025

Semen Baturaja (SMBR) Tunjukkan Pertumbuhan Laba dan Struktur Keuangan Lebih Kuat di 2025

Semen Baturaja (SMBR) Tunjukkan Pertumbuhan Laba dan Struktur Keuangan Lebih Kuat di 2025

Indofood Cetak Pertumbuhan Impresif di 2025, Laba Naik Signifikan dan Fundamental Keuangan Semakin Kuat

Indofood Cetak Pertumbuhan Impresif di 2025, Laba Naik Signifikan dan Fundamental Keuangan Semakin Kuat

Jamkrindo Syariah Cetak Lonjakan Laba Bersih 2025 dan Perkuat Fundamental Bisnis Secara Konsisten

Jamkrindo Syariah Cetak Lonjakan Laba Bersih 2025 dan Perkuat Fundamental Bisnis Secara Konsisten