Kamis, 02 April 2026

Bank Indonesia Nilai Inflasi Maret Tetap Terkendali Berkat Konsistensi Kebijakan Moneter

Bank Indonesia Nilai Inflasi Maret Tetap Terkendali Berkat Konsistensi Kebijakan Moneter
Bank Indonesia Nilai Inflasi Maret Tetap Terkendali Berkat Konsistensi Kebijakan Moneter

JAKARTA - Stabilitas inflasi kembali menjadi sorotan setelah Bank Indonesia menilai capaian inflasi Maret 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran. 

Bank sentral menyebut kondisi ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan moneter yang diterapkan. Selain itu, koordinasi erat dengan pemerintah juga menjadi faktor pendukung penting. Sinergi tersebut membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Capaian inflasi yang terkendali juga dipengaruhi oleh kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Implementasi program ketahanan pangan nasional turut memperkuat stabilitas harga. Pendekatan komprehensif ini dinilai efektif dalam mengendalikan tekanan inflasi.

Baca Juga

Dapen BCA Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat Peserta Melalui Strategi Investasi Hati-Hati

Inflasi Maret Tetap Dalam Kisaran Sasaran

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan keyakinan bahwa inflasi tetap terkendali. Menurutnya, bank sentral memproyeksikan inflasi berada pada kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Proyeksi tersebut berlaku untuk periode 2026 hingga 2027. Keyakinan ini didasarkan pada kebijakan moneter yang konsisten.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen Maret 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi tercatat 3,48 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,76 persen. Penurunan ini menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa tekanan inflasi mulai mereda. Kebijakan yang diterapkan dinilai mampu menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan. Selain itu, ekspektasi inflasi masyarakat tetap terkendali. Hal ini membantu menciptakan stabilitas ekonomi.

Perkembangan Inflasi Inti Lebih Rendah

Inflasi inti pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,42 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas tertentu. Salah satunya adalah penurunan harga emas global.

Selain faktor harga global, ekspektasi inflasi juga tetap terjaga. Kondisi tersebut terjadi meskipun permintaan meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri. Stabilitas ekspektasi membantu menekan tekanan inflasi inti. Hal ini menunjukkan kebijakan moneter berjalan efektif.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,52 persen. Angka tersebut menurun dari bulan sebelumnya sebesar 2,63 persen. Penurunan ini menunjukkan tekanan inflasi inti relatif terkendali. Kondisi ini memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi.

Kelompok Volatile Food Tetap Terkendali

Kelompok volatile food pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 1,58 persen secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,50 persen. Penurunan ini menunjukkan pasokan pangan relatif terjaga. Stabilitas distribusi menjadi faktor penting.

Inflasi volatile food terutama disumbang oleh komoditas daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Kenaikan permintaan selama Idul Fitri turut memengaruhi harga. Namun, pengendalian pasokan membantu menekan lonjakan harga. Hal ini menjaga stabilitas kelompok pangan bergejolak.

Secara tahunan, kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 4,24 persen. Angka tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 4,64 persen. Bank Indonesia memperkirakan inflasi kelompok ini tetap terkendali. Sinergi antara bank sentral dan pemerintah menjadi faktor utama.

Peran Kebijakan Pengendalian Inflasi Pangan

Ramdan menegaskan bahwa pengendalian inflasi volatile food didukung sinergi antar lembaga. Kolaborasi dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah. Selain itu, implementasi program pengendalian pangan terus diperkuat. Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas harga.

“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID serta penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS),” kata Ramdan. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga. Program pengendalian pangan menjadi instrumen penting.

Langkah koordinatif ini juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan pasokan yang stabil, tekanan harga dapat diminimalkan. Hal ini membantu menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan terus berjalan.

Kelompok Administered Prices Alami Kenaikan

Kelompok administered prices pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen secara bulanan. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi. Kenaikan dipengaruhi penyesuaian harga tertentu. Mobilitas masyarakat selama Idul Fitri juga turut berpengaruh.

Komoditas yang menyumbang inflasi antara lain bensin dan tarif angkutan antarkota. Penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi menjadi faktor utama. Selain itu, peningkatan perjalanan masyarakat meningkatkan tarif transportasi. Kondisi tersebut mendorong kenaikan kelompok administered prices.

Secara tahunan, inflasi kelompok ini tercatat sebesar 6,08 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,66 persen. Penurunan tahunan menunjukkan tekanan mulai mereda. Stabilitas harga tetap terjaga secara keseluruhan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

AAUI Nilai Instrumen Emas Berpotensi Diversifikasi Investasi Industri Asuransi Indonesia Ke Depan

AAUI Nilai Instrumen Emas Berpotensi Diversifikasi Investasi Industri Asuransi Indonesia Ke Depan

Transaksi E Commerce Saat Sahur Ramadan Melonjak Tinggi Didukung Live Streaming Konsumen

Transaksi E Commerce Saat Sahur Ramadan Melonjak Tinggi Didukung Live Streaming Konsumen

Harga Emas Antam Naik Signifikan Hari Ini Tembus Rekor Tinggi Per Gram

Harga Emas Antam Naik Signifikan Hari Ini Tembus Rekor Tinggi Per Gram

Harga Emas Antam Menguat Hari Ini Buyback Melonjak Didorong Sentimen Global Positif

Harga Emas Antam Menguat Hari Ini Buyback Melonjak Didorong Sentimen Global Positif

IHSG Hari Ini Fluktuatif Investor Cermati Rekomendasi Saham dan Sentimen Global Terbaru

IHSG Hari Ini Fluktuatif Investor Cermati Rekomendasi Saham dan Sentimen Global Terbaru